Namaku Diana

Namaku Diana
seperti banteng.


__ADS_3

jam menunjukkan pukul 11 malam resepsi pernikahan Diana dan Adrian yang di laksanakan semua serba cepat cepat, namun itu tidak jadi soal.semua lancar, terlaksana sesuai apa yang di rencanakan.di gelar dengan mewah dan meriah walaupun tidak banyak yang di undang,hanya keluarga, kerabat dekat serta orang orang terdekat mereka. dan sekarang hanya menyisakan kelelahan namun di sertai kebahagiaan pada orang yang terlibat.terutama Adrian dan Diana yang sedang berbahagia karena sudah menjadi pasangan yang sah, sebagai suami istri.


setelah resepsi pernikahan selesai, Adrian dan Diana pergi ke sebuah resort yang ada di pinggiran kota,di sebuah pantai yang indah.


di sini lah mereka di salah satu villa pribadi di sebuah resort mewah dengan pemandangan langsung ke pantai,Diana berdiri di balkon kamar rambut nya yang ikal, panjang sebahu tergerai bebas berarakan karena di terpa angin pantai yang cukup kencang.longdress selutut yang dia pakai pun ikut berkibar karena di terpa angin pantai, matanya terpejam kedua tangannya memeluk erat dirinya sendiri merasakan tubuh nya di belai mesra oleh tiupan angin yang berhembus.dia merasa takjub dengan keindahan yang di suguhkan di villa yang sekarang dia datangi bersama Adrian.


"sayang" suara berat nan syahdu menyeruak mesra ke pendengarannya dari arah belakang dia berdiri. tangan besar nan kokoh menyelinap, merengkuh posesif pinggang ramping nya.Diana menoleh ke arah samping hingga wajahnya bertemu dengan wajah Adrian.


cup


Adrian mencium lembut pipi lembut nan kenyal milik istrinya, kemudian bibir tipis nya turun, mengecup lembut pundak istrinya yang sedikit terbuka hingga kulitnya yang putih mulus terpampang nyata.Diana menggelinjang kegelian dengan sentuhan lembut Adrian pada pundak dan tengkuk leher nya.


"geli mas... rintih Diana menahan rasa geli sekaligus merasakan darahnya mendesir hebat karena sentuhan suaminya itu. sedangkan Adrian yang sudah terbakar oleh hasrat nya terus saja bergerak lembut dan liar menyentuh setiap inci tubuh istrinya itu.kemudian..


AAWW... mas!" Diana kaget karena tubuh nya tiba-tiba saja melayang karena di gendong oleh suaminya.


"aku mau kamu sayang" ucap Adrian dengan suara yang terdengar berat dan serak, menatap istrinya dengan sorot matanya yang sudah gelap tertutup gairah.


Diana hanya bisa pasrah,siap tidak siap inilah yang akan terjadi.malam ini dirinya akan melepaskan sesuatu yang sangat berharga yang dia juga selama ini, yang akan dia berikan pada lelaki yang dia cintai yang sudah menjadi suami nya.tak pernah dia bayangkan kalau Adrian yang mendapat kan hak itu atas dirinya. seorang lelaki dari keluarga Abimanyu yang tidak pernah dia pikirkan malah menjadi suami nya sekarang, sedangkan pada awalnya dia menjalin hubungan dengan seorang Abimanyu yang lain nya.tapi takdir tuhan tidak ada yang tahu.


Adrian berjalan ke arah ranjang, lalu merebahkan perlahan tubuh istrinya itu dengan hati hati, seolah barang pecah belah.di pandangi nya wajah cantik istrinya itu dengan tatapan mata yang sayu ke arah nya.


"boleh kah?"tanya Adrian lembut dengan berdebar menunggu persetujuan dari istrinya itu.untuk meminta hak nya sebagai seorang suami.sesaat mereka diam namun terdengar nafas kedua nya memburu, saling menatap. pandangan mereka terkunci, dengan debaran serta hasrat yang menggelora di dirinya masing-masing.dan akhirnya Diana mengangguk pelan tanda setuju, betapa senangnya Adrian seperti balita yang di kasih permen,dia langsung mengukung tubuh istrinya, langsung mencumbu, menyesap bibir merah nan merekah istrinya dengan rakusnya.

__ADS_1


malam itu Adrian merengkuh, dalam gairah mengambil mahkota istrinya.dengan kenikmatan yang luar biasa rasanya dari tubuh istrinya .suara kesakitan dari mulut Diana, perlahan berganti dengan suara lenguhan kenikmatan dunia yang dia rasakan bersama suami nya.


hingga akhirnya suara erangan panjang dari mereka berdua terdengar mengiringi pelepasan kedua insan yang sedang berpacu mencapai puncak kenikmatan yang mereka rasakan.dengan nafas yang masih memburu, Adrian ambruk di atas tubuh istrinya.tubuh polos mereka Bermandi peluh membasahi sekujur tubuh.


"terima kasih sayang, kamu telah memberikan harta berharga mu pada ku"kemudian Adrian mencium dan ******* bibir istrinya sesaat.kemudian menghempaskan tubuhnya di samping tubuh istrinya.


"kemari sayang"Adrian menarik pelan tubuh istrinya dan memeluk nya lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua.


"nikmat sekali rasanya dirimu sayang, kalau tau rasanya seperti ini, sudah dari dulu nikahin kamu"ucap Adrian tanpa dosa


"Issh emangnya segampang itu kamu nikahin Aku, sembarangan!"


Diana gemas dengan ucapan Adrian yang nyeleneh dan fulgar hingga cubitan kecil mendarat di perut sixpack milik suaminya itu.


"biarin!"


Adrian terkekeh geli lalu dengan sayang mengecup lembut kening istrinya itu.lalu dia sedikit memberi jarak pada pelukan nya untuk bisa menatap istrinya.


"cape?" tanya Adrian pada istri nya


"iya'


"cape banget, apa cape sedikit ajah?"tanya Adrian lagi yang membuat Diana bingung dengan pertanyaan absurd suaminya itu.

__ADS_1


"apa sih maksud mu mas? aneh banget" kedua alis Diana bertaut menatap heran suaminya.


bukan nya memberikan penjelasan pada istri nya, Adrian mendusek kan wajah nya di kedua benda kembar nan kenyal milik istrinya, membuat Diana risih dan malu.perlahan Adrian menyesap lembut satu persatu kedua benda bulat milik istrinya itu, membuat Diana gelagapan sekaligus merasakan rasa nenggilnjang menjalar ke seluruh tubuh nya hingga suara desisan keluar dari mulutnya


"mas...Diana mendorong pelan tubuh Adrian yang masih saja betah di dadanya membenamkan wajahnya sambil menyesap gunung kembarnya bergantian seperti bayi.


"aku mau lagi sayang, mau ya?" pinta Adrian merayu


"tapi aku masih capek, dan... sakit"ucap Diana malu malu mengatakan sesuatu yang membuat dirinya meremang.


"mas janji pelan pelan kok, sakit sebentar,, boleh ya?" Adrian terus merayu istri nya supaya bisa nanjak lagi dengan nafasnya mulai memburu menahan gairah yang sudah menguasai dirinya lagi. dan sang junior pun sudah berdiri tegak ingin menjelajah ke dunia kenikmatan.


kalau sudah begini Diana tidak tega melihat suaminya dengan wajah frustasi nya.akhirnya dengan anggukan pelan Diana mau, dan tentu saja membuat Adrian bersorak gembira di hatinya. lalu tanpa aba-aba lagi Adrian langsung menerjang kembali istri nya


ronde kedua pergumulan panas pasutri itu pun terjadi lagi dan ternyata tidak cukup dua ronde, bahkan Adrian sampai menyelesaikan sampai empat ronde,di berbagai tempat. di teras balkon kamar,di kamar mandi, dan kembali di ranjang sekaligus.membuat Diana menyesal dan terkapar tak berdaya, karena sudah menuruti keinginan suaminya, hingga ulah ke gilaan birahi suaminya itu.sampai menjelang pagi pergumulan panas itu baru berhenti karena Adrian benar benar seperti banteng yang tidak ada lelahnya.tubuh Diana nampak seperti orang alergi karena banyaknya bercak merah ke unguan tercetak di setiap lekuk tubuh Diana, hasil dari karya suaminya.


Adrian tersenyum bangga melihat bercak merah pada sekujur tubuh istrinya karena perbuatannya.


sedangkan Diana belum menyadari nya. entah apa reaksi nya kalau melihat di sekujur tubuhnya tersebar stempel kepemilikan saham Adrian.


Adrian membelai lembut rambut istri nya dalam pelukannya.mungkin karena saking lelahnya Diana tertidur pulas di dalam pelukan suaminya.


"maafkan mas sayang, kamu lelah begini karena mas" lalu Adrian merebahkan tubuh istrinya yang tertidur pulas berbantal lengan besar nya.

__ADS_1


\*\*\* ***T B C*** \*\*\*


__ADS_2