
Diana berjalan cepat dengan tangan nya masih menuntun Aniara dengan posesif.Aniara menatap tangannya yang di genggam Diana gadis itu tersenyum tipis ada perasaan nyaman dengan perlakuan yang di berikan oleh Diana.
"kak Diana, pelan-pelan jalan nya.ingat,kamu lagi hamil"
Diana seketika sadar, karena kegugupannya tadi sehingga dia berjalan cepat sampai tidak menyadari kalau dirinya sedang hamil kemudian Diana menghentikan langkahnya, melepaskan genggaman tangan pada Aniara.dan menatap Aniara.
dan mengatur nafas nya yang masih tak karuan.
"Aniara, apa yang kamu lihat tadi bukan lah apa-apa kamu jangan berpikir macam-macam ya" ucap Diana merasakan seperti orang yang sedang ketahuan selingkuh.
Aniara tersenyum menatap Diana.
dan meraih tangan Diana, menepuk nepuk punggung tangan kembaran nya itu untuk menenangkan nya.
"ya ampun kak, tenang saja.aku tidak pernah berpikir aneh kok.aku mengerti, tenang saja aman semua nya"ucap Aniara seraya mengerlingkan matanya pada Diana
"terima kasih, ayo kita kembali ke toko teman mamah Eva pasti mereka khawatir aku belum kembali"balas Diana merasa lega.
Aniara mengangguk.dan mereka berjalan menuju toko perhiasan milik teman Eva.
Dari belakang Reno berjalan mengikuti langkah Aniara dan Diana yang juga kembali ke toko tersebut.
mereka tiba di toko. yang tak lama hanya selang beberapa detik Reno juga muncul membuat Ayu menatap tajam ke arah Reno dengan menyipitkan matanya.rasa tidak suka sangat kentara di wajah Ayu pada Reno.
"mengapa pria itu harus kembali ke Indonesia, berada satu atap pula dengan Diana"hati Ayu berkata.
"hei sayang.. dari mana saja kamu?" tanya Eva.pada Diana.
"habis dari toilet mam" jawab Diana
"ooh,baik lah.coba kamu kesini sayang" Eva menarik pelan tangan Diana ke sebuah etalase perhiasan
"coba apa ada yang kamu suka?" tanya Eva. menunjukkan beberapa kalung,gelang, serta cincin berlian yang harga nya selangit.
"bagus semua mam"
"kamu pilih yang kamu suka Ana"
ucap Eva yang membuat mata Diana melebar.
"ah, tidak mam.. aku masih punya perhiasan dari mas Adrian.itu saja jarang aku pakai" jelas Diana berusaha menolak halus ibu mertua nya.
__ADS_1
"itu kan Adrian, sekarang ini dari mamah.ayo kamu pilih yang mana untuk gelang, kalung dan cincin nya" ucap Eva tampak tidak mau di tolak.
rasa tak enak hati Diana jika menolak. yang akhirnya dia memutuskan memilih sebuah cincin kecil tapi terlihat manis bermata safir bewarna biru menjadi pilihan Diana.
"ini saja mam, yang aku pilih"
Diana menunjukkan satu pilihan nya
Eva memberi kode pada pramuniaga untuk mengambil cincin bermata safir bewarna biru yang di tunjuk Diana.
"ini nyonya" pramuniaga itu memberikan pada Diana. dan memasang kan nya di jari manis tangan kiri Diana karena sudah ada cincin pernikahan di jari manis kanan Diana.
"wah,pas sayang, jodoh kalau begitu,, sekali tunjuk cincin ini pas di jari kamu" ucap Eva dengan wajah semringah nya.
"mungkin seperti itu" timpal Diana tersenyum tipis.
Reno yang duduk di sofa yang ada di sudut ruang toko tersebut pandangan nya tak putus pada Diana. mata jeli nya seperti sinar laser yang membidik lurus ke arah Diana.dan Diana sadar itu karena nya dia sangat Riskan sikap Reno yang sedang menatap nya sedemikian rupa.dan pria itu sesekali tersenyum miring melihat ke gugupan Diana karena dirinya.
melihat gestur tubuh Diana yang aneh dan tidak nyaman. Aniara mencari penyebab nya lalu pandangan nya terpaku pada Reno.yang sedang menatap ke arah Diana.lalu gadis itu yang sedang duduk di sofa bersama Ayu yang berseberangan dengan Reno, berdiri berjalan mendekati Diana lalu dengan sengaja berdiri di depan Diana membelakangi Reno agar menutupi arah pandang Reno ke arah Diana dan itu berhasil.
Reno nampak berdecak kesal karena pandangan nya terhalang oleh tubuh Aniara.
"sial, kamu Aniara awas kamu!" gumam Reno tak terima dengan sikap Anaira yang selalu ikut campur
Ayu yang baru mengerti drama senyap yang sedang terjadi hanya tersenyum dengan usaha Aniara.dan melirik sinis ke arah Reno.
"dasar, lelaki kurang ajar"gumam Ayu.
setelah seharian aktivitas di mal yang di barengi drama akhirnya ketiga wanita berbeda usia itu kembali ke rumah kediaman keluarga Abimanyu sepanjang jalan hanya Eva yang berceloteh banyak hal Ayu,, Diana serta Aniara hanya menimpali sesekali ocehan Eva.
***di kediaman keluarga Abimanyu
17 : 00
Diana langsung masuk ke dalam kamar nya dan langsung menuju ke arah kamar mandi untuk sekedar mencuci wajah nya yang terasa berdebu.karena pintu kamar mandi tidak tertutup Diana tidak menyadari Adrian masuk diam-diam lalu dengan perlahan melingkar kan kedua tangan kekar nya di pinggang istrinya dan..
"mas!?" ucap Diana sedikit teriak karena kaget dan refleks memukul tangan Adrian yang melingkar di pinggang nya seraya mengusap lembut perut istrinya yang sudah terlihat membuncit.pria itu berpura mengaduh mendramatisir pukulan istrinya.
"aduh, sayang.."
"baru pulang mas?" tanya Diana
__ADS_1
"iya sayang, aku kangen banget,maaf ya, mas tadi nggak bisa nganter kalian" ucap Adrian bicara lembut di telinga Diana.
"nggak apa-apa mas,kita hanya ke mal"
"hai, anak papah apa kabarnya hari ini apa jalan-jalan ke mal nya puas?" tanya Adrian seolah berbicara pada anak yang di dalam kandungan istri nya lalu Adrian mengecup cuping milik Diana.
"mas,geli, awas ah" Diana mendorong pelan tubuh suaminya yang menutupi hampir semua bagian belakang tubuh nya dengan badan besar nya.
Adrian pun melepaskan pelukannya kemudian Diana mengambil handuk kecil yang ada di atas meja wastafel untuk menyeka wajah nya yang basah.lalu berjalan keluar dari kamar mandi. di ikuti oleh Adrian dengan langkah lebar nya meraih bahu Diana dan menarik nya agar duduk di tepi ranjang.
"sini Sayang duduk"
Diana menurut dan duduk di sebelah Adrian.
"bagaimana tadi ke mal nya? aku dengar mamah Eva mengajak kalian ke toko perhiasan milik teman mamah?"
"iya benar, ini, lihat indah kan"
Diana memperlihatkan cincin di jari tengah yang berikan oleh mamah mertua nya.
"wow, indah sekali, kamu beli sayang?"
"ngapain aku beli, dari kamu saja sudah cukup malah jarang aku pakai, ini mamah Eva yang beliin untuk aku" ucap Diana seraya memandangi cincin tersebut di jari manis kiri nya.
"oh ya, tapi nggak apa-apa sayang.. buat koleksi kamu beli lah sebanyak yang kamu mau"
"aissh, pemborosan" ucap Diana.
Adrian terkekeh mendengar ucapan istrinya yang sangat sederhana itu padahal Diana anak dari salah satu konglomerat surabaya.tapi tetap saja Diana adalah tipe gadis tidak suka dengan dunia glamor.seperti gadis kaya kebanyakan.
Adrian menarik tubuh istrinya kedalam dekapannya.
"beruntung nya aku punya istri tidak suka ngabisin uang suami"
Diana mengurai pelukan nya dari Adrian lalu menatap tajam wajah suaminya.
"benarkah? dasar pelit.ternyata kamu mas, tidak mau uang mu aku habis kan" ucap Diana merajuk.
"eh, bukan begitu sayang.. aku hanya bercanda, apa pun yang istri cantik ku ingin kan pasti aku belikan jika aku mampu, karena aku kerja memang buat kamu dan anak kita"
Adrian kembali mendekap erat tubuh istrinya.
__ADS_1
*
to be continued..