
lama Diana bicara di telepon dengan Adrian hingga tak terasa perlahan perasaan Diana kembali menghangat mendengar setiap ocehan receh Adrian hingga dia melupakan sejenak rasa kecewanya terhadap Reno.
" baiklah Adri,, aku akan pulang, karena kalau kamu terus bicara di telepon aku tidak bisa melajukan mobil ku" ucap Diana protes karena Adrian tidak kunjung putuskan panggilan telepon nya.
Adrian pun tergelak di sebrang sana dia pun tidak sadar sudah cukup lama dia bicara di telepon dengan gadis pujaannya itu.
" baik lah sweaty,, maafkan aku karena terus bicara dengan mu sampai lupa kamu masih di dalam mobil,, baik lah sebaiknya kamu pulang seperti nya sudah malem juga.. ucap Adrian lembut.
' hati hati sweaty,,bawa kendaraan nya" lagi ucap Adrian khawatir.
" iya Adri,, bye ya... lalu Diana memutuskan panggilan telepon nya dengan Adrian.
kemudian gadis itu melaju kan mobil nya ke jalan utama membaur dengan mobil lainnya.
pukul 9 malam mobil nya memasuki halaman rumahnya ketika dia memarkirkan mobilnya di lihat nya sebuah mobil BMW sport terparkir di depan halaman rumah nya. kemudian Diana turun dari mobil,
" bukankah ini mobil Adrian?" gumam Diana memperhatikan mobil yang terparkir di depan halaman rumah nya. lalu gadis itu berjalan masuk ke dalam rumah nya. terdengar suara mas Devan berbicara dengan seseorang. lalu Diana pun menuju ruang tengah dengan rasa penasaran di hatinya. ternyata benar orang yang sedang bicara dengan mas Devan itu adalah Adrian.
" Adri? kamu di sini?" ucap Diana cukup kaget melihat Adrian berada di rumah nya padahal tadi habis bicara dengan nya di telpon. dua pria tampan itu pun kompak menoleh ke arah Diana melihat kedatangan gadis itu.
Adrian tersenyum tipis menatap Diana yang baru saja datang.
" hello Ana" sapa Adrian
" kamu dari mana saja Diana,, Mamih bilang kamu pergi sejak sore tadi,, dan jam segini baru pulang,,dari mana kamu hah?!" ucap Devan sengit melihat adik perempuan nya itu yang baru saja pulang entah dari mana.
" habis ketemu temen lama mas" ucap Diana santai kemudian menghampiri dua pria yang sedang duduk di sofa yang berada ruang tengah.lalu Diana duduk di samping Devan berhadapan dengan Adrian.
sedangkan Adrian mengikuti pergerakan gadis itu dengan tatapan mata yang penuh arti.
" apa kamu kesasar adri? ucap Diana asal
" kesasar? Adrian alisnya terangkat merespon ucapan Diana
" iya,, apa namanya jam segini kamu berada di rumah ku kalau bukan namanya kesasar" ucap Diana lagi mencibir Adrian.
Adrian terkekeh pelan menatap gemas Diana.
" Ana... ucap Devan dengan nada menekan menatap tajam ke arah Diana
" iya mas ku yang ganteng dan tampan... kenapa?! apa ada kata kata ku yang salah ?!" ucap Diana pelan dengan wajah nya di sodorkan ke arah Devan, jari telunjuk nya menjawil dagu kakak lelaki nya itu.
" dasar gadis manja!" Devan menepis tangan Diana dan langsung menoyor kening Diana.sedangkan
Adrian melihat tingkah laku Kakak beradik itu hanya tersenyum simpul.
__ADS_1
" kalian melupakan aku?" Adrian merajuk merasa di abaikan keberadaan nya oleh kedua tuan rumah itu.
Hahaha.. Devan pun tergelak " maaf bro,, baik lah kalau begitu aku mau ke kamar dulu mau mandi dulu, silahkan kalian ngobrol dulu" Devan beranjak dari sofa, tapi sebelum pria itu pergi melangkah,
" ingat Diana jaga prilaku mu di depan calon suami mu" ucap Devan pelan berbisik di telinga Diana. gadis itu hanya mencebik merespon ucapan Devan. pria itu pun pergi ke kamar nya meninggalkan Diana dan Adrian di ruangan keluarga .
" khemm.. Diana mendehem tiba-tiba saja dirinya merasakan canggung setelah berdua dengan Adrian berada di dalam ruang keluarga rumah nya.
" ada perlu apa kamu malam malam begini datang ke rumah ku Adri" ucap Diana penasaran.
" tadi aku pulang bareng kakak mu Devan" jelas Adrian.
" oh ya,, kok bisa?" Diana tambah heran mendengar alasan Adrian
" ya bisa dong, karena perusahaan kakak mu ada kerja sama, Dengan perusahaan ku untuk membuat gambar gambar foto makanan untuk di cetak di daftar menu" jelas Adrian lagi.
" lalu kenapa kamu ikut pulang kesini?" wajah heran Diana masih terpampang di wajah nya.
' kakak mu yang menawarkan aku untuk menginap di sini,, menurut nya dari pada buang biaya untuk membayar hotel,, lebih baik menginap di sini, karena ada dua hari lagi aku harus bolak balik ke kantor kakak mu mengurusi pekerjaan ku bersama Devan" ucap Adrian dengan jelas dan padat.
" jadi malam ini kamu tidur di rumah ku ?"
' ya seperti itulah aku mendapat izin kakak mu.. dan tentu saja dengan senang hati aku terima" ucap Adrian antusias
" aku tidur di kamar mana sweaty?" ucap Adrian pelan menggoda dengan tatapan aneh ke arah Diana.
" ooh.. kirain di kamar kamu" ucap Adrian santai.
"enak ajah,, sembarangan kamu!" protes Diana mendengar ucapan nyeleneh Adrian.
kemudian Adrian pindah duduk nya di sebelah Diana. gadis itu melotot ke arah Adrian yang duduk mendekati dirinya.
" mau apa kamu ?" ucap Diana waspada melihat gelagat aneh Adrian.
" kenapa emangnya ? aku hanya duduk di sini ada salah?" ucap Adrian tanpa dosa
" kenapa kamu pindah ke samping ku,, kamu bisa duduk di tempat yang tadi kan?"
Adrian diam tidak menjawab pertanyaan Diana.pria itu hanya menatap wajah DIana lekat. tentu saja itu membuat gadis itu kikuk jadi nya. lalu Diana menggeser duduknya untuk memberikan jarak dari Adrian, tapi dengan sigap Adrian meraih pinggang kecil gadis itu dan menahan pergerakan tubuh gadis itu.
" mau kemana kamu?" ucap Adrian lembut setengah berbisik.
mau menghindari bahaya!" ucap Diana asal
Adrian pun tergelak dan menjepit batang hidung mancung Diana Dengan antara ibu jari dan jari telunjuk Adrian. kontan saja Diana melotot menatap Adrian dan dengan cepat menepis dua jari Adrian yang menjepit batang hidung nya.
__ADS_1
"issh.. Adrian Nicholas Abimanyu.. teriak Diana sengit, kesal dengan ulah jahil Adrian.
" iya sweaty... itu nama calon suami mu" kembali Adrian menggoda gadis itu.
" Adri kamu ini sedang berada di rumah ku, berani sekali sih kamu? kamu tidak takut kalau tiba-tiba saja Ayah ku atau mamih ayu datang?"
" Ayah dan dan Mamih ayu tadi sore sudah berangkat ke Jakarta untuk mengurus keperluan pernikahan kita sweaty"
" oh ya,, kenapa Mamih ayu tidak bilang padaku kalau mau berangkat ke Jakarta?!" Diana terkejut kalau kedua orang tua nya pergi ke Jakarta tanpa dia tahu.
" entahlah,, aku tahu dari Devan" ucap Adrian santai kemudian dengan tiba-tiba dia memeluk erat Diana.membuat gadis itu kaget dengan pelukan Adrian yang tiba-tiba saja.
" kenapa Adri?" Diana merasakan ada yang beda dari pelukan Adrian. Diana merasakan pelukan Adrian terasa berlebihan terkesan posesif.
" kenapa kamu bertemu Reno tadi sweaty,, kenapa kamu masih menemui nya heum?" ucap Adrian lirih wajah nya di sandarkan di leher jenjang Diana sehingga hembusan hangat nafas nya di rasakan oleh Diana.gadis itu kaget karena Adrian mengetahui dirinya bertemu dengan Reno tadi sore di cafe Strawberry.
lalu Diana mengurai pelukan Adrian agar bisa menatap wajah Adrian. di tatap nya pria yang ada di hadapannya dengan tatapan heran.
" tau dari mana kamu, kalau aku bertemu dengan Reno tadi?" tanya Diana
Adrian diam sesaat tidak menjawab pertanyaan Diana.
" aku melihat mu Sweaty,, aku sedang berada di cafe itu setelah pulang dari kantor kakak mu, Niat ku izin ke kakak ku untuk mengambil koper pakaian ku di hotel setelah kakak mu menyuruh ku menginap di rumah mu ini, tapi setelah dari hotel aku menyempatkan diri untuk santai sejenak di cafe itu yang kebetulan pemilik nya adalah teman waktu aku di SMA. aku ke cafe itu untuk menikmati coffe di cafe itu dan tak lama aku melihat mu datang,, ketika aku ingin memanggil mu ternyata kamu terus masuk begitu saja terus melangkah menuju roothof cafe itu dan setelah aku mengikuti mu... Adrian menjeda ucapan Nya. " maafkan aku, bukan aku sengaja menguntit mu" lanjut Adrian menatap Diana sendu.
" apakah kamu melihat semua yang terjadi di atas sana?" ucap Diana ragu
" tidak,, ucap Adrian tegas " aku mungkin tidak sanggup menahan emosi ku bila Aku terus berada di situ menyaksikan pertemuan mu dengan mantan kekasih mu, aku lebih memilih untuk percaya kepada diri mu" ucap Adrian sendu.
Diana terdiam sejenak mendengar ucapan Adrian yang gamblang membuat hati nya tercubit. dia menatap tajam ke dalam manik mata Adrian.
" kamu marah Adri?" ucap Diana ragu dan pelan
Adrian menyunggingkan senyum nya menatap lekat Diana kemudian tangan kanan nya menelusuri rahang halus gadis itu dan..
" aku bukan nya marah Ana,, tapi aku benar benar merasakan panas di dadaku,, aku cemburu Sweaty!" kemudian Adrian meraih dagu gadis itu dengan jemari kokohnya
" aku tahu kamu belum sepenuhnya pulih dari masa lalu mu dengan Reno,, aku tahu itu, dan aku menyadari mencintai seorang gadis yang masih tergenggam masa lalu cinta nya.
dan aku takut kehilanganmu saat kamu menemui mantan mu itu sweaty,, Aku Takut kamu kembali dengan cinta mu yang dulu " ucap Adrian dengan suara nya terdengar berat.
sedangkan Diana matanya berkaca-kaca mendengar pengakuan Adrian.
" maafkan aku Adri,, maafkan aku bila itu membuat mu sakit, Reno mengancam ku akan datang ke rumah menemui ku, kalau aku tidak pergi menemui nya di sana, jadi terpaksa aku datang ke cafe itu untuk menemui nya" ucap Diana jujur.
"
__ADS_1
"
"T B C.