Namaku Diana

Namaku Diana
TIDAK PUNYA HATI.


__ADS_3

Eva keluar dari kamar nya yang berada di lantai satu.berjalan ke arah pintu teras samping rumah nya tujuan nya ke taman bunga. sudah kebiasaan wanita berumur limapuluh lima tahun itu bila sedang suntuk pikiran nya pasti dia mendatangi taman bunga mawar nya yang ada di halaman samping rumah nya yang luas.hati nya akan terasa tentram jikalau memandangi hamparan bunga tersebut yang menjadi favorit nya.dan ketika Eva hampir mencapai pintu yang menuju halaman samping rumah nya, langkah nya berhenti seketika mata nya terbuka sempurna saat melihat pemandangan yang dia lihat di dekat gazebo yang ada di teras samping rumah nya.dia menutup mulutnya dengan satu tangan.


"astaga Reno kamu ya, dasar anak nakal!" gumam nya melihat apa yang ada di depan matanya.anak bungsunya itu dengan kelakuan nya yang kurang ajar pada Aniara.


eh, tunggu dulu.. bukan kah ini bagus? berarti Reno sudah bisa melupakan cinta nya pada DIana karena yang dia lihat akhir-akhir ini dari sikap Reno nampak belum bisa sepenuhnya move on dari Diana dan dengan sikap nya yang seperti itu pada Aniara berarti Reno sudah bisa membuka hati nya dan bisa lepas dari perasaan nya dari Diana. bukan kah itu artinya bagus? pikir Eva seperti itu tak terasa sudut bibirnya tertarik.


"permisi nyonya" sapa bi ipah sedikit membungkuk kan badannya sopan pada majikannya.


Eva terkejut melihat bi ipah datang dengan nampan di tangan nya berisikan secangkir kopi.kontan saja Eva memegang satu bahu bi ipah.


"mau kemana kamu bi?" tanya Eva


"saya mau antar kopi ke den Reno tadi den Reno minta di buatkan kopi"


jelas bi ipah.


"oh, gitu.taruh ajah Dulu di ruang tengah bi, nanti saya yang bawa" pinta Eva.karena dia tidak mau bi ipah mengganggu Reno dan Aniara.


"baik lah nyonya kalau begitu, saya letakkan kopi den Reno di meja ruang tengah" sahut bi ipah tidak mau membantah atau pun bertanya lebih pada majikannya itu dan itu sudah aturan nya.


PLAKK!


sebuah tamparan keras mendarat di pipi Reno.dengan nafas yang masih tersengal-sengal karena susah bernafas akibat cumbuan Reno yang cukup lama dan ganas.Aniara menatap nanar Reno.


Reno awal nya terkejut dengan tamparan keras dari Aniara.tapi seketika keterkejutan nya itu berganti dengan seringai di wajah nya menatap lekat wajah cantik Aniara seraya memegangi pipinya yang terasa sedikit panas akibat tamparan keras dari Aniara.

__ADS_1


"kurang ajar kamu Reno!" pekik Aniara dengan nada tertahan gadis itu celingukan takut ada yang melihat apa yang sedang terjadi di sini bersama Reno.


"kenapa hm? apa ciuman ku enak? apa kurang lama hm?" ucapan Reno sengaja memancing amarah Anaira dan membuat mata gadis itu menatap tajam ke Reno hingga mengangkat kembali satu tangan nya mengambil ancang-ancang untuk menampar wajah Reno.


tapi sebelum tangan kecil Anaira benar-benar mendarat di pipi nya, Reno dengan sigap menangkap tangan mungil milik Aniara dan tidak hanya itu Reno tanpa sungkan lagi langsung mengecup jemari lentik Aniara yang tadi akan menampar wajah nya kembali.


"jangan kamu gunakan tangan cantik mu ini untuk yang keras-keras apa lagi yang mengeluarkan tenaga tangan mu ini Aniara.. sayang kan kalau ada yang keseleo nanti" ucap Reno santai menatap intens Aniara.


Cih! Lelaki buaya darat! lelaki kurang ajar! lepasin tangan ku!!" umpat Aniara merasa jijik dengan sikap kurang ajar Reno pada dirinya.


Hahaha..Reno tertawa lepas mendengar ucapan Aniara yang mengumpat dirinya dan itu tidak sama sekali membuat dirinya marah, justru sebaliknya Reno merasa gemas melihat Aniara yang bersungut-sungut itu.


"cantik, kamu tambah cantik kalau sedang marah seperti itu.tapi lebih cantik kalau kamu mend*sah seperti tadi waktu aku cium" ucap Reno yang kembali tergelak.


"sial" batin Aniara merutuki dirinya sendiri.


"lepasin tangan ku Reno!! atau aku akan berteriak!" ancam Aniara.


"silahkan, dan aku ingin tahu apa reaksi orang rumah melihat kita berdua atau melihat aku mencium mu" tantang Reno dengan wajah tanpa dosa nya.


"bajingan kamu.. pantas saja kakak ku Diana lebih memilih Adrian dari pada kamu yang tidak berakhlak!" cibir Aniara dan ucapan Aniara itu berhasil membuat harga diri Reno terusik.


"aku memang bajingan, tapi cinta ku tulus pada Diana tutup mulut mu,, kamu tidak tahu apa-apa Aniara!" sanggah Reno dengan berapi-api.


tanpa melepaskan genggaman tangan nya pada Aniara walaupun gadis itu terus berusaha melepaskan genggaman tangan nya dari Reno.tapi tenaga Reno jelas lebih kuat sehingga Aniara sulit untuk melepaskan tangan nya.

__ADS_1


Aniara tersenyum miring mendengar ucapan Reno.


"tulus? benarkah? kalau cinta mu tulus kenapa kamu lebih memilih wanita ******* itu ha!" ucap Aniara emosi tak habis pikir dengan pemikiran Reno.


Reno diam sesaat dia melepaskan cekalan tangan nya pada Aniara tapi secepat itu pula tangan kekar nya langsung meraih pinggang ramping Aniara dan menarik nya hingga sekarang mengikis jarak di antara nya.


"ma_mau apa kamu?" tanya Aniara gugup serta kaget melihat tangan Reno sudah melingkar di pinggang nya.


"aku ingin melupakan Diana, aku ingin lepas dari kenangan ku bersama Diana.karena aku tahu dia sudah menjadi milik kakak ku"ucap nya pelan dan hampir seperti berbisik di wajah Aniara


Reno menghela nafasnya berat pria tampan bermata jeli itu memperhatikan setiap inci bentuk wajah cantik Aniara dengan tatapan yang sukar untuk di artikan. perlahan tangan nya menyentuh rahang halus nan mulus milik Aniara dan itu sukses membuat tubuh Aniara meremang hebat.


"maafkan aku, kalau aku masih menyukai wajah ini, wajah yang sama yang kamu miliki seperti wajah mantan kekasih ku.mungkin tuhan berbaik hati pada ku dengan menghadirkan wajah yang serupa walaupun dengan jiwa yang lain.dan aku anggap ini semua ujian buat ku untuk melupakan wajah ini tapi aku tidak bisa Aniara" tunjuk Reno dengan telapak tangan nya yang masih membelai lembut wajah Aniara.


"aapa maksud mu?" tanya Aniara tidak paham dengan maksud dari semua ucapan Reno.


"bantu aku melupakan keberadaan Diana dari hati dan hidup ku Aniara"lirih Reno menatap Aniara dengan penuh harap.


mata Aniara melebar tak percaya dengan ucapan Reno yang menurut nyeleneh dan seenaknya meminta sesuatu dari diriny. Aniara menepis tangan Reno dari wajah nya.


"apa kamu TIDAK PUNYA HATI Reno ha?!"


*


^^^to be continued...^^^

__ADS_1


__ADS_2