Namaku Diana

Namaku Diana
kesepakatan.


__ADS_3

setelah Jhonson menceritakan semua indentitas jully.gadis itu diam


menatap nanar orang yang telah membesarkan nya selama dua puluh empat tahun ini.


"papah" lirih Jully kemudian berdiri memandangi wajah tua Jhonson sesaat, lalu berjalan ke luar dari ruangan itu.


Jhonson hanya diam tak bicara pria itu hanya menatap nanar anak gadis nya yang telah mampu memberikan warna pada rumah tangga nya dan membawa istrinya kembali ke dunia nyata.


"dear, maafkan papah dan mamah mu!" ucap Jhonson sedikit teriak karena Jully sudah berjalan keluar dari ruangan kerjanya.


tanpa memperdulikan ucapan Jhonson Jully terus berlari kecil menuju lantai atas, ke kamar nya.


tak lama Elma masuk ke dalam ruang kerja Jhonson dengan wajah tanda tanya.


"Jhon kenapa dengan Jully? aku lihat dia berlari ke atas sambil menangis? apa kalian ada masalah yang di ributkan?" tanya Elma bingung.


wanita berusia enam puluh tahun itu berdiri di depan meja Jhonson


"Jully sudah mengetahui semua nya sayang" ucap Jhonson pelan menatap sendu wajah istrinya.


"mengetahui apa? maksud mu apa Jhon?" Elma tambah penasaran.


"Jully sudah tahu semua indentitas nya dan bagaimana kita mendapatkan dirinya" jelas Jhonson


Elma terduduk lemas di sofa yang ada di depan meja kerja suaminya.


wajah nya pias.


"tidak, tidak.kenapa kamu memberi tahu Jhon! Jully akan membenci kita!"pekik Elma menggeleng kan kepalanya.


"sampai kapan kita menyimpan kesalahan kita ini sayang? apa rahasia ini akan kita bawa sampai ke liang lahat ha?" jelas Jhonson dengan nada pelan tapi terdengar tertekan.


"ta_tapi Jully akan membenci kita Jhon"


"itu konsekuensinya yang harus kita terima" ucap Jhonson pasrah.Maria datang dengan tergesa mengetuk ambang pintu kerja Jhonson yang memang tidak tertutup


dan kedua orang tua itu menoleh ke arah pintu.


"ada apa Maria?" tanya Elma heran melihat Maria datang dengan tergesa.


"itu nyonya,, nona Jully membawa dua koper besar keluar seperti mau pergi"


Elma dan Jhonson saling pandang panik.


"Jhon?!"


Elma langsung berlari keluar di ikuti oleh Jhon.


"sayang, pelan pelan, jangan lari!" ucap Jhonson khawatir melihat istrinya berlari.


nampak Jully berjalan menuju garasi mobil nya.


Tut


tut


Jully membuka mobil nya gadis itu sibuk memasukkan koper bawaan nya ke dalam bagasi mobil nya.


BRUG!


hentakan kuat Jully menutup bagasi mobil nya.dan berjalan masuk kedalam mobil tersebut.


namun ketika Jully hendak masuk ke dalam mobil tersebut.


"Dear..! tunggu sayang..!"


Elma muncul dari dalam rumah besar itu.

__ADS_1


Jully menoleh ke arah Elma yang berlari ke arah nya dengan nafasnya yang tersengal.jully menatap sendu wanita tua itu.


"Dear, mau kemana kamu?" ucap Elma pelan namun dengan wajah yang panik.


"aku mau ke Indonesia mom, aku ingin menemui orang tua kandung ku, saudara kembar ku dan yang lainnya"


jelas Jully datar.


Elma diam wanita itu meraih kedua tangan Jully dan menggenggam nya.


"apakah kamu benci pada kami dear?


apakah kamu tidak akan kembali lagi ke sini?" tanya Elma dengan matanya yang berembun menatap anak gadis nya.


Jully diam sejenak mendengar ucapan Elma gadis itu menghela nafasnya berat.


"aku marah? menurut mu bagaimana mom? apa aku tidak boleh kecewa ha? mungkin kesalahan ini tidak mutlak ada di diri mu mom, karena waktu itu kamu sakit, tapi papah? dia sehat, waras, tapi tetap mendukung keinginan mu!" suara Jully bergetar karena menahan sesak di dadanya.


menatap nanar wanita yang telah membesarkan nya dengan kasih sayang yang berlimpah.


"maafkan mamah dear.. maafkan mamah telah memisahkan kamu dari keluarga mu yang sebenarnya.


tapi percayalah.. mamah mu ini tulus menyayangi mu dengan segenap hati


mungkin kamu anak yang di kirim tuhan untuk menarik mamah dari kegelapan yang terus mengukung jiwa mamah.. walaupun dengan cara yang salah" Elma terus bicara dengan terisak.


"sudah lah mom, tolong beri aku ruang dan waktu untuk menenangkan pikiran ku.untuk itu aku ingin ke Indonesia dan entah kapan aku kembali ke sini"


"tidak sayang.. jangan tinggalkan mamah mu ini" ucap Elma memohon


wanita itu menyeka kasar air matanya di wajah nya.


"silahkan kamu pergi ke Indonesia untuk menemui keluarga kandung mu, tapi jangan lupa dengan keluarga mu yang di sini ya?" ucap Elma dengan wajah penuh harap berusaha tersenyum.


Jully hanya diam tidak menjawab.


"aku pergi dulu mom jaga kesehatan mu" ucap Jully lalu segera dia masuk ke dalam mobil nya.dan melajukan mobilnya perlahan keluar dari pekarangan rumah besar tersebut.


"Dear"ucap Elma lirih memandang kepergian anak gadis semata wayangnya dengan tatapan yang penuh luka karena merasa kehilangan.jhonson yang sedari tadi berdiri di ambang pintu rumah nya berjalan mendekati Elma dan memegang lembut kedua bahu milik istrinya.


"biarkan Jully tenang dulu sayang, biarkan dia menemui kehidupan sebenarnya yang telah kita rampas aku yakin di dalam hati nya ada kita


dia tidak akan membuang begitu saja kehidupan nya yang di sini"


Jhonson mencoba menghibur hati istri nya.


Jully terus melajukan mobilnya sekarang yang dia tuju adalah apartemen nya.ya, Jully akan pergi ke indonesia.tapi saat ini dia ingin menenangkan diri nya dulu dengan tinggal di apartemen milik nya.


Jully tiba di depan pintu apartemen nya di lantai sembilan gedung berlantai dua belas itu.


setelah membuka pintu apartemen nya gadis itu masuk ke dalam nya.


Jully merebahkan tubuh nya di atas sofa panjang yang ada di ruangan apartemen nya.nampak dia mengambil ponselnya yang ada di dalam tas kecilnya.dan menelpon seseorang.


_jully_


"hallo Reno? apa kamu bisa datang ke apartemen ku?" tanya Jully ternyata gadis itu menelpon Reno.


_Reno_


ke apartemen mu? wow ada apa ini mengundang aku ke apartemen mu Jully?"


sahut Reno di sana dengan nada menggoda.


_jully_


jangan berpikir kotor kamu!

__ADS_1


aku mengundang kamu kesini ada yang aku bicarakan.


_Reno_


hei, aku bukan budak mu, yang bisa kau suruh seenaknya! kalau kamu mau bicara,bicara di telpon cepat, apa yang akan kamu bicarakan!


ucap Reno merasa kesal karena sikap Jully yang seenaknya.


dia tidak senang ada seorang gadis yang memerintah nya begitu saja.


Jully diam mendengus merespon ucapan Reno.


_jully_


aku ingin pergi ke Indonesia


_Reno_


so?


_jully_


aku ingin menemui keluarga kandung ku di sana, bisakah aku meminta tolong pada mu untuk menemani ku ke Indonesia? pinta Jully memohon


_Reno_


pergilah sendiri, nanti aku kasih alamat nya.kamu bukan anak kecil yang akan tersesat bukan?


demi apapun Reno saat ini belum siap untuk pulang ke Indonesia hati nya belum sepenuhnya pulih dia takut dirinya akan tersesat kembali bila bertemu dengan mantan kekasih nya itu,apa lagi dia dengan Diana dan Adrian sekarang tinggal di rumah orang tua nya.


_jully_


please Ren.. temani aku, kalau kamu mau menemani ku, aku akan menuruti apa pun yang kamu minta.


Jully terus berusaha membujuk Reno


di sana Reno sedang berpikir dengan tawaran Jully yang menawarkan kesepakatan


menuruti apapun keinginan ku? wah sepertinya ini menarik


dalam hati Reno berkata.


_Reno_


baik lah, aku terima tawaran mu, ingat itu! kamu akan menuruti apapun keinginan ku.


_jully_


iya, apapun..asal jangan kamu minta tubuh ku! asal kamu menemani aku pergi ke Indonesia aku akan menuruti apapun keinginan mu.


sahut Jully terpaksa menawarkan kesepakatan pada Reno.


_Reno_


Hahaha.. aku tidak selera dengan tubuh mu! walaupun wajah mu sama dengan Diana.tetap saja rasanya pasti beda, tapi bukan berarti aku tidak memikirkan untuk mencoba nya


ucap Reno kembali tertawa lepas


merasa senang mengertak Jully.


_jully_


crazy!!


umpat Jully lalu menutup sambungan telepon nya dengan Reno.


"

__ADS_1


to be continued..


__ADS_2