
Adrian tidak memperdulikan Diana yang yang protes,malah Adrian menepis tangan Diana yang menahan tangan nya yang menjelajah ke ke punggung halus milik gadis itu.
" kamu harus di hukum Ana" ucap Adrian dengan suara yang berat dan parau, dan bibir nya terus menciumi, menelusuri leher jenjang milik Diana,dan menyesap nya kuat hingga tercetak stempel gairah Adrian di situ.lallu Adrian kembali melahap bibir Gadisnya itu dengan liar.
" Adrian...hhh" suara lantunan merdu terdengar dari mulut Diana di telinga Adrian, membuat dirinya tersenyum puas. " lep..lep paskan Adri...
ucap Diana lirih dirinya sudah tidak bisa bernafas dengan baik. dan menepuk nepuk dada Adrian,
kemudian Adrian pun melepaskan ciuman nya hingga terdengar suara kecapan dua bibir yang sedang terpaut itu dengan dahi mereka yang saling menempel. sedangkan jemari Adrian mengusap bibir gadis itu yang terlihat bengkak
akibat ulah nya. Adrian pun tersenyum tipis dan membelai lembut rambut Diana dengan tangan kanan nya sedangkan tangan kirinya memegang bahu Diana dengan tatapan matanya yang masih di penuhi gairah. Adrian benar benar tidak bisa mengontrol dirinya bila sedang bersama Diana.Dia pun merasa heran sendiri, Karena selama hidupnya dia selalu bersikap tenang dan bisa mengendalikan emosi nya dengan siapapun terutama dengan lawan jenis nya.
tapi beda bila bersama dengan Diana, gadis yang ada di hadapannya ini mampu memancing gairah liar nya, dan susah di kendalikan. " kamu ya!" Diana memukul berulang kali dada bidang Adrian dan di biarkan oleh Adrian gadis itu memukuli dirinya, Adrian hanya tersenyum lebar menatap Diana karena bagi nya pukulan tangan mungil gadis nya itu tidak berarti apa-apa buat Adrian.
" sudah puas mukulin aku nya?" tanya Adrian setelah Diana berhenti memukuli dirinya, kemudian menarik kedua tangan Diana dan di peluknya gadis itu, tapi Diana dengan cepat mendorong tubuh Adrian.
" mau ngapain lagi?" tanya Diana waspada dengan posisi Diana yang masih berada di atas pangkuan Adrian.
Hahaha.. Adrian tergelak melihat tingkah gadis nya itu kemudian di sentil pelan hidung mancung Diana karena gemas.
" makanya jangan bikin aku marah hem" ucap Adrian lembut.
" ihs siapa yang mau bikin kamu marah!" sahut Diana ketus sambil membenarkan kaosnya yang sedikit berantakan karena ulah Adrian .
" apakah benar lelaki itu kakak mu?" tanya Adrian
" iya , Adrian.... pria itu kakak lelaki ku dari Surabaya, datang kesini karena ada urusan pekerjaan,dan sekalian mengunjungi ku sekaligus menyuruh aku pulang Minggu depan, karena bunda ku berulang tahun.
" hanya itu?" ucap Adrian
" hanya apa? maksudmu?"
" yaa di suruh pulang karena ultah bunda mu, apa ada maksud lain nya mungkin?" selidik Adrian
Diana diam sesaat, tidak menjawab pertanyaan Adrian.dia menghela nafasnya pelan.dan turun dari pangkuan Adrian lalu pindah ke bangku mobil yang berada di samping Adrian, lalu mengalihkan pandangan nya keluar kaca jendela mobil.
__ADS_1
" kenapa Ana?" tanya Adrian heran melihat Diana seperti itu. " apakah ada sesuatu yang memberatkan pikiran mu?" tanya Adrian lagi dengan raut wajah heran.
" seperti nya memang bukan sekedar menyuruh aku pulang saja" ucap Diana pelan tanpa memalingkan wajahnya , tetap pandangan nya tertuju ke arah luar kaca jendela mobil Adrian.
" maksudmu apa Ana?" Adrian mengulurkan kedua tangannya menarik bahu Diana, dan memutar nya agar menghadap ke dirinya.
" ada keluarga teman ayah yang datang dari Magelang, katanya ingin bertemu dengan aku sekalian, dan you know what ? apa arti dengan pertemuan itu kamu pasti sudah bisa menebak nya " ucap Diana menatap manik Adrian lekat.
Adrian diam tidak merespon ucapan Diana,dia hanya memandang manik mata gadis itu dengan tatapan datar.
" lalu bagaimana dengan dirimu sendiri? apakah kamu akan mengikuti kemauan orang tua mu? oh come on Diana... kamu harus punya keputusan sendiri!" ucap Adrian frustasi
" entah lah Adrian, aku sudah beberapa kali menolak usaha perjodohan yang di lakukan oleh orang tua ku ke pada diri ku" ucap Diana lirih.
" kalau kamu ada di posisi ku, apakah kamu akan menolak nya setelah beberapa kali menolak perjodohan ini? Diana menanyakan balik ke Adrian.
" ya tentu saja, aku akan menolak nya dan itu sudah terjadi pada ku, dan kamu tau Ana, terakhir aku mengajak mu untuk menghadiri acara keluarga ku waktu itu, adalah bentuk penolakan ku kepada keluarga ku karena akan menjodohkan diri ku, walaupun mereka tahu aku akan menolak nya mentah mentah!" ucap jelas Adrian, kemudian dia menarik dirinya dari Diana dan menyenderkan tubuhnya di kursi mobil yang berada di balik kemudi mobil nya.jemari tangan kiri nya masih meremas pelan jemari tangan kanan Diana.
Diana hanya menatap wajah tampan Adrian yang terlihat tegas dengan sendu, dan tersenyum tipis .
" maksudmu?" tanya Adrian dengan alisnya yang bertaut menatap Diana.
Diana menghela nafasnya pelan.
" iya aku ingin menjadi kan mu tameng untuk menolak perjodohan itu Adrian" ucap Diana datar. Adrian kembali memposisikan tubuhnya menghadap ke arah Diana dengan sorot mata bertanya.
" iya aku ingin kamu ikut pulang bersama ku ke Surabaya" ucap Diana seakan tau arti dari tatapan mata Adrian.
" benarkah? tentu saja aku mau ?" ucap Adrian semangat dengan senyuman tersungging di bibirnya.
" apa alasan mu menolak perjodohan itu Diana?" tanya Adrian
Diana terdiam sejenak, manik mata nya menatap kedalam manik mata Adrian.
" karena ada kamu di sisi ku, karena aku sedang mencoba membuka hati ku untuk mu Adrian" ucap Diana pelan dengan senyuman tipis nya.
__ADS_1
tentu saja jawaban yang keluar dari mulut Diana membuat nya bahagia,
" benarkah itu Diana? itu alasan mu menolak perjodohan itu karena aku?" ucap Adrian dengan senyum semringah terhias di wajah nya yang tampan dan manly.
"iya " ucap Diana sedikit malu karena tidak secara langsung dia mengatakan perasaannya pada Adrian.
" baik lah, Minggu depan aku akan ikut pulang bersama mu ke Surabaya menemui keluarga mu, sekalian juga memperkenalkan diri ku, ke keluarga mu" ucap Adrian yakin dengan ucapannya itu.
" sekarang aku akan mengantar kamu pulang ke kosan mu Ana, pasti kamu lelah setelah seharian jalan dengan kakak mu itu" ucap Adrian dengan entengnya.
" apa ? kamu tidak jadi mengajak ku ke suatu tempat Adri ?" Diana merasa heran dengan Adrian yang akan mengantar balik dirinya pulang ke kosan nya. karena Adrian yang awalnya membawa paksa dirinya dengan alasan Adrian mau membawa diri nya ke suatu tempat.dan sekarang , Adrian malah memutar balik arah mobil nya ke kosan nya Diana membuat Diana bingung sekaligus jengkel dengan tingkah Adrian yang gak jelas.
" tidak jadi!" sahut Adrian lagi dengan santai.
" why?" tanya Diana menatap Adrian heran.
" karena aku sudah tenang, dan sudah mendapatkan apa yang aku inginkan " ucap Adrian santai dengan mengulum senyum, sedang kan tatapan nya lurus ke depan jalan sambil memutar balik arah mobil nya, menuju ke kosan nya Diana.
Diana terdiam otak nya berusaha bekerja untuk mencerna perkataan ambigu Adrian, dan.
" iiih.. dasar mesum otak mu itu Adrian!" ucap Diana setelah mengerti kemana tujuan dari perkataan Adrian dan mencubit pinggang pria itu.
Aww.. sakit Ana sayang... teriak Adrian meringis, di susul dengan gelak tawanya, kemudian di acak pelan rambut gadis nya itu.
" apakah kamu ingin pergi ke suatu tempat Ana ?" tanya Adrian menawarkan
" tidak, aku memang sangat lelah setelah seharian jalan dengan kakak ku, dan benar benar ingin merebahkan tubuh ku di atas tempat tidur yang empuk" ucap Diana sudah menghayal keberadaan kasur nya yang empuk.
" apa aku boleh bergabung? untuk istirahat di atas kasur mu yang empuk itu Ana?" ucap Adrian menggoda Diana.
"
" T B C.
jangan pelit dengan like,komen, n vote nya gaes
__ADS_1
bila suka dengan cerita nya 🥰