Namaku Diana

Namaku Diana
Bab_ 24 lepas kendali.


__ADS_3

aku update di usahakan 2 hari sekali paling lama,tapi kalau mood nya lagi bagus bisa tiap hari.. maklum emak emak sibuk ngurusin bayi besar n bayi kecil 😊🙏


cekidot!! 👇✍️


_____________


Adrian menarik pinggang ramping gadis itu terus merapatkan tubuhnya dengan tubuh Diana.dan tentu saja membuat Diana gelagapan di buatnya dengan reaksi Adrian yang agresif itu.kedua tangan Diana tertahan di dada bidang Adrian berusaha mendorong tubuh Adrian, sedang kan tangan kanan kokoh Adrian terus menekan tengkuk leher gadis itu


untuk memperdalam ciuman nya.


"Adrian... dengan suara rendah nya di sela sela ciuman nya, Diana memukul berulang dada Adrian karena sudah kesulitan untuk bernafas karena Adrian. pria itu pun melepaskan ciuman panas nya terhadap Diana dengan kedua tangannya melingkar di pinggang ramping gadis itu. dengan sorot matanya yang sayu, berkabut gairah menatap lekat ke manik Diana. senyum nya pun terulas di wajah nan tampan itu. lalu tangan kiri nya menyentuh dan menyisir bibir seksi milik Diana yang bengkak memerah karena ulah Adrian.


"bibir ini membuatku gila sweaty... ucap Adrian lembut dan parau dengan ibu jari nya terus bergerak lembut mengusap bibir gadis itu.


" issh,, apa sih kamu lakukan Adri,, ini di rumah ku... kamu sedang ada di dalam rumah ku!" ucap Diana merajuk dengan sikap Adrian yang tidak terkontrol.


Adrian pun terkekeh pelan dengan ucapan Diana. " iya aku minta maaf,, ucap Adrian santai , kemudian dia mendekatkan wajahnya ke telinga Diana dan ..


" aku kadang lepas kendali kalau sudah berada di dekat mu Sweaty... ucap Adrian berbisik lembut , hingga membuat Diana meremang


darahnya mendesir mendengar ucapan Adrian.


" lepasin ah,, nanti mas Devan liat loh... ucap Diana minta Adrian melepaskan pelukannya


"cup,,cup


Adrian menyapu wajah Diana dengan kecupan ringan sebelum melepaskan Diana dari pelukan nya.


" ya ampun Adrian... kamu ini ya" kembali Diana di buat greget oleh tingkah Adrian, membuat wajah nya terasa basah akibat kecupan Adrian yang bertubi-tubi di wajah nya.

__ADS_1


sedangkan Adrian tersenyum jahil plus puas melihat Diana kesel karena ulah nya.


" belom nikah ajah kelakuan mu seperti ini!.. gimana udah nikah,, ucap Diana bergidik tiba-tiba saja membayangkan tingkat kemesuman Adrian setelah dia menikahi nya.


Hahaha.. Adrian tertawa lepas mendengar ucapan Diana lalu..


" kamu akan tahu nanti setelah kita sudah menjadi suami istri sweaty" ucap Adrian pelan tapi tegas di telinga Diana mata gadis itu membola merespon ucapan Adrian.


" sudah kamu istirahat sana,, Aku pun perlu istirahat dan menenangkan sesuatu yang sedang bangun karena mu" suara Adrian terdengar berat kemudian mengacak lembut rambut Diana dan mengecup mesra Surai milik Diana, kemudian pria itu berlalu dari hadapan gadis itu menuju ke arah kamar tamu.


" apa yang bangun?" Diana jadi cengo dengan ucapan Adrian tadi, mencoba mencerna perkataan Adrian yang berhasil bersarang di pikiran nya itu. dan...


" ya ampun Adrian!!! pekik Diana kedua tangannya menutupi mulutnya


Adrian yang baru saja hendak menutup pintu kamar tempat dia menginap di rumah keluarga Diana, pria itu kembali tergelak mendengar pekikan Diana karena kata kata nya.dan Adrian pun menutup pintu kamar itu setelah sebelumnya dia mengerlingkan matanya ke gadis nya itu.


sedangkan Diana yang masih berdiri dekat pantry hanya bisa menatap lurus ke arah kamar tempat Adrian menginap dengan tatapan mata yang penuh merajuk.


Diana pun akhirnya berjingkat jalan menuju kamar nya di lantai dua rumah nya.


" mudah mudahan mas Devan tidak mendengar kehebohan tadi" gamam Diana ada rasa khawatir setelah sampai di depan pintu kamar nya yang tak jauh dari kamarnya Devan.


gadis itu pun masuk ke dalam kamar nya.


" ah aman... mas Devan mungkin sudah tidur, jadi bagus,, tidak tahu tingkah mesum Adrian tadi,issh dasar pria!" kembali Diana bicara sendiri perasaan nya sungguh jadi tak karuan saat ini, campur aduk.


lalu Diana menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.diana merasakan tubuh nya Terasa lengket dan lelah setelah aktifitas nya seharian.


esok hari nya di kediaman keluarga Suryadipa.

__ADS_1


Diana terlihat sudah segar dengan penampilan fresh nya style rumahannya. dengan langkah santai nya gadis itu menapaki anak tangga menuju lantai bawah tujuan nya adalah ruangan makan.setelah sampai di lantai bawah di lihat meja makan sudah sepi?


" eh jam berapa ini,kok meja makan sudah sepi? gumam Diana berjalan gontai mendekati meja makan yang berada tidak jauh dari dapur.


"BI sumi,,pada kemana mas Devan dan... ucap Diana bertanya pada bi sumi dan kata kata nya tertahan ketika ingin menyampaikan keberadaan Adrian ke pada bi sumi, Yang baru saja muncul dari arah dapur membawa sarapan untuk Diana


" den Adrian,, maksud nona ya?" ucap bi Sumi langsung menebak siapa tadi orang yang di maksud nona majikan nya itu.


" ah bukan kok, maksud ku ayah dan Mamih ayu apakah sudah pulang hah?" Diana mengelak sedangkan bi Sumi hanya mengulum senyum melihat tingkah Diana yang gengsian itu.


" den Adrian dan mas Devan tadi pergi pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kantor bersama, seperti nya dua pria tampan itu lagi ada kerja sama ya non?" ucap bi sumi jelas dan juga terlihat kepo,


" sedangkan tuan Bagas dan nyonya ayu nanti sore katanya baru pulang dari Jakarta dan katanya juga,, nona sendiri yang suruh jemput tuan Bagas dan nyonya ayu ke bandara" ucap Bi Sumi lagi sambil merapikan makanan sarapan di atas meja yang akan di santap nona muda nya itu.


" loh kok aku sih bi,,kan ada pak badri supir ayah yang jemput?!" ucap Diana protes kemauan orang tua nya itu.


" ya.. bi sumi Ndak tau tau non,,wong di di suruh nya gitu.. bi sumi hanya menyampaikan saja perintah tuan dan nyonya" ucap bi Sumi sopan kemudian wanita tua yang berusia 65 tahun yang sudah bekerja dari mulai ayah dan Mamih nya belum mempunyai anak, bi Sumi sudah mengabdi kan dirinya untuk keluarga Suryadipa. itu pun permisi pergi untuk kembali ke dapur melakukan tugasnya yang belum selesai.


" duh kenapa aku yang harus jemput ayah dan Mamih sih... kan ada pak badri,,kan nanti siang aku mau ketemu sama dua teman SMA ku CK"


Diana melorot kan kedua bahu nya tak semangat, karena rencana nya untuk bertemu dengan kedua teman SMA nya rita dan Lisa gagal.di lihatnya jam dinding yang berada di ruang makan, menunjukkan pukul 10:30


"pantes! orang di Rumah ini sudah pada raib semua"gumam Diana setelah melihat jam berapa dia baru keluar dari kamarnya tadi.


sore harinya, jam menunjukkan pukul 4 sore. Diana terlihat sedang siap siap diri di kamarnya untuk menjemput kedua orang tua nya di bandara terbesar di Surabaya. kedatangan kedua orang tua nya dari Jakarta di perkirakan tiba pesawat nya pukul 6 sore.


"


"

__ADS_1


" T B C.


__ADS_2