Namaku Diana

Namaku Diana
Marah? benci?


__ADS_3

"ya Tuhan, apakah Elma yang mengambil anak itu"gumam Jhonson wajah nya tampak pias membayangkan kalau benar istrinya yang mengambil anak orang Asia itu.


Jhonson berlari ke segala arah taman tersebut mencari istri nya.


yang pada akhirnya kembali bertemu dengan Andrew. Jhonson menatap kecewa pada Andrew karena jelas asistennya itu tidak menemukan istrinya.


hampir menjelang sore Jhonson mencari istri nya di taman itu hingga area sekitar nya.


rasa iba melihat wanita Asia yang Jhonson tebak pasti dia ibu dari balita yang hilang itu.terisak menangis karena kehilangan satu anak kembar nya.


tapi Jhonson mencoba menepis jauh jauh dugaan nya itu.dia mencoba berpikir positif tentang istri nya.


"lebih baik tuan pulang dulu istirahat,biar selanjutnya kami yang akan mencari nyonya Elma" saran Andrew.yang akhirnya di turuti oleh Jhonson untuk pulang dulu ke rumah nya.


Jhonson tiba di kediaman nya dengan langkah gontai serta wajah yang lesu masuk ke dalam rumah nya.


di sambut para mide nya.


tapi ketika dia melewati ruang tengah rumah nya.


"tuan?" maria kepala mide memanggil nya langkah nya terhenti dan menoleh ke arah Maria.


"ada apa Maria?"


"nyonya tadi pulang membawa seorang anak balita tuan" ucap Maria sedikit takut


deg


jantung Jhonson seakan berhenti berdetak mendengar ucapan Maria.


matanya terbuka sempurna saking kagetnya.


"ap_apa kamu bilang Maria, nyonya sudah pulang? membawa seorang balita?" tanya Jhonson mencoba meyakinkan ucapan Maria.


"iya tuan" jawab Maria dengan wajah yang takut karena expresi Jhonson yang seperti itu.


"sekarang di mana istri ku?!"


"di kamar tuan"


tanpa bicara lagi Jhonson berlari menaiki anak tangga menuju kamar nya di lantai dua rumah nya dan..


tok


tok

__ADS_1


sayang buka pintu nya!" teriak Jhonson ternyata pintu kamar nya di kunci dari dalam.dan dengan jelas Jhonson mendengar suara tangis anak kecil dari dalam kamar nya.


Jhonson menjadi Panik.


"sayang..buka pintu nya, biarkan aku masuk ya" ucap Jhonson berusaha bicara lebih lembut agar istrinya tidak takut. tapi tetap saja pintu kamar nya itu tidak di buka oleh Elma


Arrghh!! Jhonson mengusap kasar wajahnya mondar mandir di depan pintu kamar nya dengan bertelak pinggang seperti sedang berpikir. lalu pria itu bergegas turun ke bawah.


"Maria, panggil Edy kesini cepat!!" titah Jhonson ( tukang kebun nya Jhonson)


"baik tuan"


tak lama Eddy datang dengan tergesa.


"ada apa tuan?" tanya Eddy bingung karena melihat majikan nya kelihatan panik.


"cepat ambil tangga yang panjang, bawa ke balkon kamar ku" ucap Jhonson cepat.


walaupun bingung dengan permintaan majikan nya, Eddy tetap menjalankan tugas nya tanpa bertanya lagi. pria itu langsung pergi dari hadapan Jhonson.


sedangkan Jhonson sudah menunggu di bawah balkon kamar nya menunggu Eddy membawa tangga.


tak lama Eddy datang membawa tangga yang cukup tinggi di bantu oleh satu orang lagi pegawai.


"sini, sandarkan ke balkon kamar ku" pinta Jhonson


Eddy langsung menuruti perintah majikannya itu dan setelah tangga itu sudah di sambung kan ke balkon kamar nya.dengan sigap Jhonson menaiki tangga tinggi itu ke atas tepat nya ke arah balkon kamar nya yang terbuka.Eddy yang melihat majikan nya sedang naik ke atas balkon kamar dengan pakai tangga besi itu kedua pegawai Jhonson itu kaget bukan main.


"hati hati tuan" ucap Eddy khawatir


sedangkan Jhonson terus merangkak naik ke atas tangga dengan susah payah.dan akhirnya dia mencapai balkon kamar nya dengan Nafas tersengal sengal. dengan cepat Jhonson berlari ke dalam kamar nya.


benar saja Jhonson melihat istrinya duduk di sofa yang ada di dalam kamar nya. sedang memangku seorang anak balita dengan wajah tersenyum bahagia. melihat pemandangan seperti itu Jhonson melangkah dengan pelan mendekati istrinya. hati nya bergetar melihat istrinya yang tersenyum bahagia.


karena anak itu.


"sayang" ucap Jhonson dengan lembut duduk di samping istrinya nya.


Elma menoleh sekilas ke arah Jhonson.


"lihat Jhon, anak ini lucu sekali kan? ini anak kita Jhon" ucap Elma dengan wajah berbinar.


"tapi Elma anak ini.. Jhonson tidak melanjutkan ucapannya dia rasanya tak tega merusak kebahagiaan istrinya. biarlah kali ini dirinya egois ingin melihat istrinya bahagia walaupun jelas caranya salah.tapi sudah lama dia tidak melihat istrinya se bahagia ini semenjak mereka kehilangan anak mereka.


biarlah saat ini Jhonson membiarkan Elma merasakan ke bahagian nya.setelah nya barulah dia berpikir apa langkah selanjutnya untuk anak itu pikir Jhonson seperti itu.

__ADS_1


flashback off.


tapi ternyata seiring waktu Jhonson pun tidak ingin melepaskan anak balita itu karena jujur dia pun menyukai dan menyayangi anak gadis nya yang sekarang sudah tumbuh dewasa.apakah ini termasuk kejahatan? jawaban mungkin iya, jelas ini adalah penculikan.


dan sekarang Jully tiba tiba saja bertanya tentang orang tua asli nya.padahal selama ini Jhonson sudah berusaha menutupi nya.


tapi sampai kapan? seperti nya Jhonson akan menceritakan yang sebenarnya pada Jully,dia merasa sudah tidak bisa lama-lama menyimpan perbuatan nya yang selama ini dia simpan rapat-rapat.


dan sudah merasa pasrah apapun sikap Jully nanti pada nya seperti apa


Jhonson menatap lekat wajah anak angkat nya itu.lelaki itu menghela nafasnya berat.


"kamu benar benar ingin tahu orang tua kandung mu dear?"


"iya pap"


"kenapa kamu ingin mengetahui nya? apa kamu tidak bahagia menjadi anak kami dear?" tanya Jhonson miris.


"tentu aku bahagia menjadi anak mu pap, tapi apa aku salah ingin tahu siapa orang tua kandung ku kalau mereka masih ada"


"kalau aku bercerita tentang siapa kamu dan cara kami mendapatkan mu, pasti kamu akan membenci kami dear" ucap Jhonson lemah.


"maksud papah apa?"


Jhonson tersenyum tipis menatap lekat wajah Jully.


"mungkin sudah waktunya papah menceritakan rahasia ini dear.papah tidak mau lama-lama menanggung dosa ini karena ke egoisan kami"


ucapan Jhonson menambah Jully penasaran.


"papah" lirih Jully menatap sendu wajah pria yang telah mengasihi nya selama ini tanpa kurang suatu apapun.


akhirnya Jhonson menceritakan bagaimana cara dia mendapatkan Jully untuk menjadi anak nya. dari awal hingga akhir tanpa ada lagi yang di tutupi oleh Jhonson.


wajah Jully menegang matanya terasa panas mendengar kan kata demi kata dari mulut Jhonson bercerita tentang diri nya.


"pa_papah.. benar kah yang papah cerita kan ini? jadi aku bukan dari panti asuhan?" tanya Jully masih tidak percaya apa yang sudah Jhonson katakan.ingin rasanya dia tidak mempercayai cerita Jhonson tapi.. kenyataan semua yang keluar dari mulut papah angkat nya itu adalah kebenaran.


"papah terima kalau kamu marah pada papah Dear" ucap Jhonson pasrah.


Jully bingung dengan perasaannya sekarang ini, apa dia harus marah? benci?


"


to be continued..

__ADS_1


__ADS_2