Namaku Diana

Namaku Diana
gelisah.


__ADS_3

setelah kepergian dua orang dari WO tadi,Diana duduk di depan meja rias, memandangi seluruh penampilan nya di pantulan cermin. tersungging senyuman di bibirnya yang merah merekah.


akhirnya di sini lah aku sekarang, menyandang status sebagai nyonya Abimanyu, batinnya.


drrtt


ponsel Diana yang ada di atas meja rias bergetar, Diana melirik ke arah ponsel nya,di lihat ada notif pesan masuk.


"Reno?"


penasaran akhirnya Diana meraih ponselnya lalu di lihat isi pesan dari sang mantan.


Ana,bisa kita bertemu? Aku ingin bertemu dengan mu untuk yang terakhir kalinya sebelum aku pergi ke Australi~Reno


Diana mengerenyitkan dahinya membaca pesan dari Reno.


"Australi? dia mau ke luar negeri?" gumam nya.


CKLEKK


pintu kamar mandi terbuka,Diana kaget dan nampak gugup melihat Adrian keluar dari kamar mandi sudah rapih dengan pakaian nya.nampak gagah dan tentu saja sangat tampan.


Diana berusaha tersenyum untuk menghilangkan rasa gugupnya


ya Tuhan kenapa aku jadi gugup begini, seperti ketahuan selingkuh


batinnya jadi merasa tidak nyaman dengan masuknya pesan dari Reno.


"sayang?.. kenapa kamu hm?"


Adrian merasa ada yang salah dengan istrinya itu, menatap lekat wajah istrinya yang terlihat gugup.


Adrian mendekati istrinya lalu berjongkok di hadapan istrinya yang masih duduk di depan meja rias nya. kedua tangan nya di letakkan di atas kedua paha istrinya.dia terus menatap lekat wajah istrinya.


"kenapa? apa ada yang menggangu pikiran mu hm?"tanya Adrian lagi dengan suara yang lembut.


"mas, kamu jangan marah ya?"


Diana merasa ragu untuk memberitahu.

__ADS_1


Adrian tersenyum menatap istrinya itu


"bagaimana aku bisa marah, sedangkan mas, tidak tau itu apa"


Diana tersenyum miring lalu kedua tangannya mengelus elus lembut kedua tangan kokoh suaminya yang sedang bertengger di atas pahanya.


"ayolah sayang,, jangan bikin aku khawatir dan penasaran" Adrian dengan wajah nya yang pura pura merajuk.


Diana menundukkan wajahnya sesaat kemudian wanita cantik itu menghela nafasnya kembali menatap wajah suaminya yang sedang berjongkok di hadapannya.


"jangan marah, dan jangan salah paham ya" pinta Diana


"astaga sayang, baik lah aku akan mendengar kan"


"baik lah"lalu Diana memperlihatkan pesan dari Reno di ponselnya


Adrian mengambil ponsel yang di berikan oleh istrinya, dan membaca pesan yang Diana maksud, Rahang Adrian mengeras setelah membaca pesan itu.


"kamu mau menemui sayang?!"


Adrian menatap dalam manik istrinya


"tidak!"


"karena tidak ada yang perlu yang aku bicarakan lagi dengan Reno, aku sudah tidak ada urusan lagi, apapun itu aku sudah tidak peduli, aku tidak mau ada api lagi yang bisa merusak kehidupan ku sekarang ini" ucap Diana lirih menatap sendu wajah tampan suaminya. lalu dia menyentuh rahang kokoh milik suaminya itu perlahan di belai lembut pahatan sempurna yang di miliki pria yang sudah menjadi suami nya itu.


"kamu yakin? apa kamu nanti tidak penasaran?"


Adrian mencoba meyakinkan istrinya walaupun itu bukan sesuatu yang baik untuk nya.


"iya, Aku yakin, aku tidak mau ada yang tersakiti lagi karena diriku, aku tidak peduli dengan perasaan dia sekarang seperti apa, karena yang penting sekarang adalah perasaan ku ke pada suami ku ini, aku akan menjaga hati dan diri ku hanya untuk Suami ku"


Adrian tersenyum lebar Mendengar ucapan cinta istrinya .hatinya bahagia dengan keputusan istrinya yang tidak mau menemui adik nya sekaligus mantan kekasih nya.


Diana benar benar sudah menutup masa lalu nya yang ada cinta pertama nya.lalu Adrian memeluk erat tubuh istrinya.


"terimakasih sayang, aku mencintaimu"bisik Adrian di telinga istrinya.


"aku juga mencintaimu ku Suami ku"

__ADS_1


larut dengan kedua rasa cinta yang melebur menjadi satu pasangan yang telah sah menjadi suami istri itu saling berpelukan menyalurkan rasa sayangnya.


Adrian melepaskan pelukannya pada istrinya karena getaran ponsel yang ada di saku celana nya,dia mengambil ponselnya itu.


"mamah Eva telpon, sebentar aku jawab dulu ya"


Diana mengangguk pelan lalu Adrian menjawab panggilan telepon dari Mamah Eva.


iya mom?~Adrian


apa kamu sudah siap? kalau sudah siap turun lah, acara resepsi sudah mulai,kami semua menunggu mu Adrian~ucap mamah Eva di sana


baik mom,aku dan Istriku ku akan turun~Adrian


lalu Adrian memutuskan panggilan telepon nya dengan mamahnya Eva.


"kita sebaiknya turun sayang, acara resepsi sudah di mulai, mereka sudah pada menunggu"


"baik lah,ayo!" ajak Diana lalu


tangan nya meraih tangan kokoh suaminya kemudian di selipkan jemari lentik nya ke jemari kokoh milik suaminya, dengan senyuman manis terulas di wajah nya yang cantik, Adrian pun tersenyum wajah nya terpancar kebahagiaan. Diana


yang sudah menyandang status sebagai nyonya Abimanyu itu melangkah kan kakinya bersama Adrian berjalan menuju lantai satu di mana di gelar nya acara resepsi pernikahan nya.


****


di kediaman keluarga Abimanyu.


Reno yang sedang berdiri di balkon kamar nya nampak jelas di wajahnya tercetak rasa kegelisahan, sesekali dia melihat ponselnya yang ada di genggaman nya. sedangkan satu tangan nya lagi menggenggam sebatang rokok yang menyala dengan sesekali di hisap nya sebatang zat nikotin itu, hingga mengepul asap keluar dari mulut Reno, penampilan pria itu sudah tak karuan, rambut yang acak-acakan, dengan memakai celana jeans panjang, dengan resleting celana nya yang di biarkan terbuka sehingga celana boxer nya nampak terlihat, lalu kemeja biru langit yang di pakai nya semua nya tidak terkancing di biarkan terbuka begitu saja, sehingga nampak lah jelas pahatan body atletisnya terlihat.dinginnya malam tidak dirasakan, angin yang berhembus sedikit kencang menerpa tubuhnya pun di biarkan saja.


PRAKK!


"sial!!"


Reno meletakkan kasar ponselnya ke atas meja kecil yang ada di balkon kamar nya. kemudian di hempaskan bokong nya duduk di sofa kecil.matanya menatap gelisah menembus gelap nya malam.


"Ana"gumam nya dengan suara bergetar "kenapa kamu tidak membalas pesan ku, kamu tidak mau bertemu dengan ku Ana? aku hanya ingin bertemu dengan mu untuk terakhir kalinya sayang, apa aku salah?" lirih Reno yang masih saja mengharapkan agar dia bisa bertemu dengan sang mantan pujaannya itu.


Reno benar benar terkena karma nya karena sudah menyia nyiakan cinta tulus seorang perempuan.hingga membuat dirinya terperosok jatuh sedalam dalamnya sampai susah untuk bangkit kembali,Reno terperangkap dengan cinta yang telah dia buang. sedangkan cinta itu sudah tidak bisa di raihnya kembali, karena sang pemilik cinta sudah di miliki oleh lelaki lain yang sialnya orang yang mengambil cinta nya itu kakak nya sendiri, kakak kandung nya.tidak mungkin Reno terus merangsek maju, karena ada tembok besar yang menghalangi langkah nya.dan itu sudah dia coba melangkahi tembok penghalang itu yang hasilnya sudah dia rasakan sendiri sekarang.

__ADS_1


"apa aku harus melepaskan diri mu Ana? apa aku bisa?" lirih nya lagi matanya terpejam karena merasakan panas pada kedua matanya mencoba menahan sesuatu yang ada di dalamnya agar tidak keluar.


\*\*\* ***T B C*** \*\*\*


__ADS_2