Namaku Diana

Namaku Diana
bab_16


__ADS_3

cubitan kecil kembali menghampiri pinggang Adrian tepat sasaran, membuat teriakkan tertahan terdengar dari mulut pria itu.


" baik lah istirahat kamu ana " ana sudah sampai di depan kosan nya dan turun dari mobil Adrian, kemudian sebelum ana turun dari mobil Adrian.pria itu mencium kening Diana lembut dan lama, seakan menyampaikan rasa sayang nya untuk gadis nya.


" ih udah ah" ucap Diana wajah nya di buat merona dengan perlakuan Adrian ke pada dirinya.Adrian pun terkekeh pelan.dan menatap Diana yang keluar dari mobilnya dengan tatapan mata yang penuh cinta.


Diana pun melambai kan tangan nya ke arah Adrian di iringi dengan senyuman manis nya.


kemudian Adrian pun membalas dengan senyuman khasnya ke arah Diana, dan mobil Adrian pun berlalu dari hadapan Diana.


****


Drrtt


Drrtt


ponsel Diana bergetar, Diana yang lagi sibuk mengepak beberapa bajunya untuk di masukkan ke dalam koper kecilnya.kemudian dia menghentikan kegiatan nya dan menyambar ponselnya yang berada di atas kasur nya,di lihat nya nama orang yang tertera di layar ponselnya.diana menyunggingkan senyumnya melihat nama Adrian yang muncul di layar ponselnya.


' ya Adrian.. aku sudah siap, kamu sudah masih di jalan?" ucap Diana ke Adrian di sebrang sana.


hari ini Diana akan pulang ke Surabaya bersama Adrian, seperti yang sudah di rencanakan mereka berdua.Diana sengaja pulang ke Surabaya bersama Adrian . untuk menjadikan alasan, menolak perjodohan kalau itu benar terjadi saat Diana pulang ke rumah keluarga nya di Surabaya.


" aku sudah di depan kosan mu Ana" sahut Adrian.Diana kaget pria itu sudah ada di depan kosan nya " baiklah 10 menit lagi aku sudah beres" kemudian Diana menutup panggilan telepon nya dengan Adrian.


lalu dia pun menyelesaikan urusan packing bajunya dan segera keluar menemui Adrian yang sudah menunggu nya di depan kosan nya.


di depan kosan Diana Adrian sedang berdiri bersender di samping mobil nya. sedang menelepon seseorang, terlihat di raut wajahnya


Adrian nampak tegang,rahang wajah nya mengeras.tampak menahan emosi.


" sudah berapa kali aku tidak akan menyetujui rencana kalian, dan tidak akan terjadi! dan lupakan .. aku akan tinggal di Singapura Adrian tegas bicara dengan orang yang sedang di teleponnya " Adri?" tiba tiba Ana sudah berdiri di samping Adrian dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. dan membuat Adrian kaget , lalu dia langsung memutuskan panggilan telepon nya.di masukkan ponselnya langsung ke dalam saku depan celana jeans nya.

__ADS_1


" bicara dengan siapa Adrian? wajah mu terlihat tegang begitu, siapa yang menelepon mu tadi?"


cecar Diana . karena merasa heran.


" ah tidak apa-apa, tadi tidak penting " ucap Adrian menjelaskan ke Diana.


" kamu sudah siap ? ayo kita berangkat !" ucap Adrian semangat mengalihkan pembicaraan. Diana pun menyadari nya dan gadis itu pun tak mau memperdebatkan lagi karena masih menghargai privasi Adrian.


lalu Adrian meraih koper kecil milik Diana dan menaruh nya di bagasi belakang mobil nya. kemudian Adrian membukakan pintu mobil untuk Diana, gadis itu pun masuk ke dalam mobil, kemudian Adrian memutari mobil nya lalu ikut masuk kedalam mobil BMW seri terbaru bewarna hitam itu.lalu duduk nyaman di balik stir kemudi mobil mewah nya.kemudian mobil itu pun melaju jalan membawa dua insan manusia yang sedang berusaha merangkai hatinya masing-masing,


setelah menempuh perjalanan dari Jogja ke Surabaya tempat tinggal Diana tepat nya, kurang lebih 6 jam waktu perjalanan.cukup lama, tapi bagi Adrian justru waktu 6 jam itu Terasa sebentar, karena selama perjalanan nya di temani oleh gadis yang dia cintai dan itu tidak membosankan dirinya. jadi perjalanan menuju Surabaya yang lumayan menguras tenaga itu tidak berarti apa-apa buat Adrian.


mereka pun sampai di depan rumah yang cukup besar dengan halaman yang cukup luas, dan lumayan mewah dengan gaya bangunan khas Jawa timur kental mendominasi bentuk rumah kediaman keluarga Bagas Suryadipa.


pengusaha kuliner terkenal di Indonesia dan usaha nya itu sudah tersebar di seluruh Indonesia, hingga sampai ke luar negri.


Diana tiba di kediaman keluarga nya bersama Adrian sore hari.setelah Adrian memarkir kan mobil nya di halaman rumah Diana.


" kamu yakin dengan rencana mu Ana?" tanya Adrian memastikan diri Diana berharap tidak berubah pikiran.


" bagaimana mana bila keluarga mu marah, dan memaksa mu, apakah kamu tetap dengan pendirian mu Ana?"tanya Adrian lagi dengan menggenggam kedua tangan Diana dengan tatapan harap cemas ke dalam manik mata gadis nya.


sejenak Diana diam dengan menatap dalam wajah pria tampan yang ada di hadapannya itu.kemudian Diana melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Adrian,dan jemari lentik nya menelusuri rambut halus yang ada di sekitar rahang kokoh Adrian, dan itu membuat darah pria itu mendesir. " stop Ana!" Adrian menahan laju jemari mungil Diana yang menelusuri rahang kokoh wajah nya.


" kenapa?" tanya Diana tanpa dosa


" kalau kamu seperti ini, kamu bisa bahaya!" ucap Adrian pelan dengan suara tertahan.


" bahaya?" ucap Diana lagi merasa tidak mengerti apa maksud dari perkataan Adrian itu.


" iya bahaya! kamu bisa membangkitkan singa yang sedang tidur!" ucap Adrian lagi dengan sorot matanya yang gelap.sambil dagu nya di gerakkan menekuk ke bawah ke arah antara dua paha kaki nya.

__ADS_1


Diana pun dengan polosnya mengikuti arah tatapan Adrian itu dan...


" ADRIAN..... mata Diana membulat sempurna, kaget karena sesuatu terlihat membesar di balik celana jeans Adrian yang berada di antara kedua paha Adrian.dengan spontan Diana menarik tangan nya dari wajah Adrian, dan memukul bahu Adrian berkali-kali dan itu membuat Adrian tergelak sambil menahan kedua tangan Diana.


" mesum!" cibir Diana dengan matanya melotot kearah Adrian.


" iya, itu karena ulah mu!" ucap Adrian lembut


" kamu harus tanggung jawab!" sambung Adrian kemudian menarik tengkuk leher gadis itu dan langsung menyambar bibir merah Diana, ******* rakus bibir gadis itu.


ciuman Adrian yang tanpa permisi itu membuat Diana hanyut dengan belaian lembut bibir tebal Adrian yang tanpa jeda terus ******* bibir Diana dan menerobos kedalam rongga mulut Diana. dan Adrian menghentikan kegiatan nya ketika Diana menepuk nepuk dadanya karena gadis itu sudah kesulitan bernafas akibat Adrian membungkam bibinya.


" kamu Tidak tahu tempat Adrian!" sungut Diana kerena memang mereka berdua berada di dalam mobil Adrian yang terparkir di halaman depan rumah keluarga Diana. dengan nafasnya yang belum teratur.


" makanya jangan cari gara gara" ucap Adrian pelan dengan suara nya yang masih berat menetralkan hasratnya , jemari kokohnya menyisir lembut bibir Diana membersihkan sisa-sisa salivanya yang masih membasahi bibir gadis nya itu.Adrian tersenyum puas melihat bibir DIana sedikit terlihat bengkak akibat ulah nya.


" sebaiknya kamu perbaiki ulasan lipstik di bibir mu yang sudah memudar itu' ucap Adrian lembut.


" karena ulah mu!" cibir Diana lalu Diana mengambil sebuah lipstik berwarna merah muda di dalam slingbag nya.kemudian dia menarik sebuah kaca kecil yang terlipat di atas langit langit dalam mobil adrian.lalu Diana memposisikan wajahnya di depan cermin kecil yang ada di dalam mobil Adrian,dan memoles tipis bibir seksi nya dengan lipstik nya itu.


Adrian memperhatikan lekat, gerakan Diana yang sedang memoleskan lipstik ke bibir gadis itu dengan tersenyum tipis.


" ih kenapa sih menatap aku seperti itu!" ucap Diana mencebik merasa risih dengan tatapan Adrian.


" cantik! itu salah mu.. memiliki wajah cantik, hingga aku tidak bisa memalingkan mata ku dari kamu" ucap Adrian pelan dengan senyuman tersungging di bibirnya.


" ya ampun Adrian.. gombal sekali bicara mu! seperti nya kamu sudah terbiasa berbicara manis dengan seorang wanita" cibir Diana tanpa menoleh ke arah Adrian, tangan nya sibuk merapikan isi tas nya yang berantakan di atas pangkuan nya.


" tidak, aku tidak pernah memuji seorang wanita selain dirimu" ucap Adrian dengan raut wajahnya yang serius.


"

__ADS_1


"


" T B C.


__ADS_2