
Reno dengan gemas menatap tajam Diana.pria itu menatap dalam diam gadis yang ada di hadapannya itu. sedangkan Diana terlihat meringis karena cengkeraman Reno yang amat kuat.
"Re_Reno, lepasin tangan mu.. kamu menyakiti ku" Diana terdengar merintih karena sakit kedua tangan Reno yang kuat mencengkram kedua bahunya. Diana mencoba melepaskan diri dari cengkeraman tangan Reno, tapi tangan pria itu terlalu kuat untuk nya.
" tidak akan aku lepaskan dirimu Ana... aku ingin dirimu di sisiku Sayang, maafkan lah aku, yang telah mengkhianati cinta mu, maafkan lah aku,, yang dengan bodohnya melepaskan dirimu dari sisi ku Ana.. dan sekarang,aku ingin kita memulai lagi dari awal sayang.. ayo kita menikah Ana,, kamu akan menikah hanya dengan ku Ana,, bukan orang lain atau siapapun !!"
"Reno!!" pekik Diana menatap nanar ke arah Reno.
"kenapa sayang?!" tangan kanan Reno naik ke wajah gadis itu dan membelai lembut pipi Diana yang sudah basah dengan air mata gadis itu. di seka nya air mata itu dari pipi nan kenyal milik Diana. dan ketika jemari kokohnya hendak menyentuh bibir Diana, dengan cepat gadis itu menepis kasar tangan Reno.
" kamu benar benar sudah tidak waras Reno!!"
"aku bukan tidak waras Ana,, aku begini karena aku sangat mencintaimu sayang"
"ini bukan cinta Reno,,tapi ini adalah ke egoisan mu,kau tahu kenapa Reno?! karena kamu tidak terima melihat Aku lebih bahagia daripada kamu,apa lagi yang akan menikahi ku itu adalah kakak mu sendiri! dan tentu kamu tidak terima itu.. benar kan Reno Abimanyu?!" gadis itu tersenyum sinis menatap tajam Reno
"tidak,, itu tidak benar sayang.. aku tidak mau kamu menikah dengan siapapun.. karena aku tidak rela! karena aku masih mencintaimu sayang, karena itu kamu harus menikah hanya dengan aku.. berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku benar benar mencintai mu,, dan ini bukan obsesi Ana" Reno meraih kedua tangan Diana,di rangkum nya kedua tangan Diana lalu di hujani kecupan ringan hingga Diana menatap Risih dengan tingkah Reno yang aneh itu.
"issh! ada apa dengan mu Reno.. biar kan aku hidup dengan masa depan ku sendiri,, kamu sudah bertunangan dengan Jessica,dia seperti nya wanita yang baik,, dan tentu saja wanita yang sangat cantik pula"
" tapi Ana,, kecantikan wanita itu tidak mampu menyingkirkan diri mu dari pikiran ku, dan hati ku.. kenyataan nya kamu telah menguasai hati dan pikiran ku, kamu berhasil mengalihkan duniaku sayang"
Diana terduduk lemas di tepian ranjang, dia tertunduk diam, rambutnya yang berantakan menutupi sebagian wajahnya.
" aku lelah" suara gadis itu terdengar lirih
Reno pun berjongkok di depan Diana pria itu tersenyum, menatap dalam wajah cantik Diana tangan nya membenarkan rambut Diana yang terlihat berantakan.
" maka tenang lah,, tetap berada di sisi ku sayang" ucap Reno dengan suara nya yang terdengar parau.
__ADS_1
gadis itu hanya menatap tajam Reno.
dalam diam, entah bagaimana lagi dia harus menghadapi sikap Reno yang terobsesi dengan dirinya.
*Adrian.. bagaimana dengan pria itu? pasti dia mencari cari ku, maafkan aku Adri aku sungguh tidak berdaya.batin Diana yang tiba-tiba saja teringat dengan Adrian yang dia tinggalkan di butik Tante maya, dan mungkin saat ini pria itu sedang mencari nya? entahlah.
" Ana,, makan lah dulu, ini aku bawakan roti sandwich isi tuna dan keju, kesukaan mu" Reno memberikan piring ke Diana, yang berisi dua buah roti sandwich isi tuna kesukaan nya.
" aku tidak lapar!" Diana mendorong pelan piring yang berisi dua sandwich yang di berikan Reno ke padanya.
"makan Ana,, kamu pasti lapar, kamu boleh marah pada ku tapi kamu harus makan setidaknya hanya ini yang bisa aku buat karena aku tidak bisa masak" dengan tatapan penuh cinta,Reno tetap menyodorkan roti sandwich itu ke Diana. gadis itu memalingkan wajahnya dari Reno,dia tidak ingin hati nya goyah melihat wajah tampan mantan kekasih nya itu.apa lagi tatapan mata pria itu yang sangat menghujam jantung nya.dia tidak ingin hati nya berdebar lagi menatap tatapan itu.
"sayang.. lihat Aku"
tapi Diana tetap tidak mau menatap Reno yang ada di hadapannya dengan posisi masih berjongkok, melihat gadis itu masih memalingkan wajahnya,Reno pun tersenyum tipis dan pria itu berdiri.kemudian dia duduk di samping gadis itu di tepian ranjang.
" aww Reno... ap_ apa yang kamu lakukan!" pekik Diana matanya membola, karena kaget.tiba tiba saja tubuh nya terangkat ke atas pangkuan Reno.
" apa kamu mau aku hukum Ana?"
"apa maksud mu?!" Diana mencoba melepaskan diri dari dekapan Reno untuk turun dari pangkuan pria itu.
" kalau kamu bergerak terus,, aku tidak jamin keselamatan mu sayang" dengan suara terdengar berat Reno menatap intens Diana.
dan gadis itu pun paham apa maksud ucapan Reno.dan Diana pun diam tidak bergerak lagi di atas pangkuan Reno. dan pria itu pun tersenyum miring melihat tingkah Diana.lalu Reno kembali meraih piring yang berisi dua buah roti sandwich yang dia letakkan di nakas tadi.dan di ambil nya satu sandwich itu.
" makan sayang" Reno mengarah kan sandwich itu ke mulut Diana. tapi di tahan oleh tangan Diana.
" aku tidak lapar Reno!"
__ADS_1
"Ana" Reno menatap gemas Diana.
" baik lah kalau begitu, kamu yang meminta sayang.. aku tadi sudah memperingatkan mu"
"apa?" Diana memicing matanya menatap Reno
Reno pun tidak menggubris perkataan Diana. piring yang berisi dua sandwich itu di letakkan kembali di samping nya,di atas ranjang, lalu tanpa aba-aba lagi Reno langsung menyambar bibir merah Diana dan melahapnya dengan rakus. dan tentu saja membuat Diana gelagapan sekaligus terkejut
mmfpp..Re__ di sela ciuman Reno yang liar itu Diana berusaha bicara,tapi sialnya bibinya sudah di bungkam oleh bibir tipis Reno.kedua tangan Diana berusaha mendorong dan memukul bahu Reno, tapi pria itu seakan tidak peduli dengan pukulan tangan mungil Diana.
dengan sigap Reno menahan kedua tangan Diana dengan satu tangan besarnya, sedangkan tangan satunya lagi merangkul erat pinggang Diana hingga kedua tubuh mereka tidak ada jarak yang tercipta. Reno terus menciumi bibir gadis itu walaupun gadis itu terus berusaha menghindari nya tapi Reno terus memperdalam ciuman nya.hingga akhirnya Diana pasrah, karena sudah lemas kehabisan nafas dan tenaga karena cengkeraman tangan Reno yang sangat kuat mendekapnya.
setelah begitu intens nya Reno mencumbu Diana,Reno melepaskan ciuman panas nya Reno menatap lekat wajah Diana dengan manik mata yang gelap.senyuman tersungging di bibir pria itu.sedangkan Diana menatap nanar Reno dengan nafasnya yang tersengal sengal.
' bibir mu masih belum berubah rasanya sayang,, masih manis seperti dulu waktu aku pertama kali mencium bibir mu" ucap pria itu dengan suara parau nya.
dengan wajah yang terlihat kesal Diana mengusap kasar bibir nya menghapus jejak ciuman panas Reno.
reno hanya tersenyum puas melihat Diana yang terlihat kesal itu membuat nya merasa gemas dengan tingkah gadis itu.
" apa sekarang kamu masih tidak mau makan sayang? karena kalau kamu tidak mau makan,,maka aku akan benar benar yang memakan mu!" Reno berbisik di telinga Diana, hingga Terasa hembusan hangat nafas Reno di telinga nya membuat dirinya meremang.
Diana terlihat gugup dengan ucapan Reno yang terdengar fulgar itu, dan dengan cepat gadis itu turun dari pangkuan Reno.
kali ini Reno membiarkan Diana turun dari pangkuan nya.pria itu malah terkekeh geli melihat tingkah gadis itu.
" iya aku makan!" Diana langsung menyambar piring yang berisi dua buah roti sandwich isi tuna dan keju yang di buat oleh Reno, Diana berjalan menuju sofa yang ada di kamar itu, lalu Diana duduk di sofa dengan piring berisi dua sandwich di tangan nya.
*** T B C ***
__ADS_1