
pria besar nan tampan itu hanya terkekeh mendapat cubitan dari istri cantik nya yang menurut nya tidak ada rasa sakit sama sekali.
ketika Adrian hendak meraih tubuh Diana untuk di peluk, Diana menahan tangan besar suaminya itu.
"kenapa sayang?"
"aku mau mandi dulu, badan ku sudah lengket rasanya" Diana menggeser tubuhnya untuk turun dari ranjang tapi dengan cepat Adrian mencekal lengan istrinya itu.
"nanti saja, sini dulu aku ingin berduaan dengan mu, mumpung hari libur"rengek Adrian seperti anak kecil yang minta di kelonin ibu nya.
"tapi mas, badan ku rasanya pada lengket semua.. aku khawatir nanti ada mamah memanggil,kita masih keadaan begini"
"Ck, orang tua mu pasti mengerti sayang..kita kan masih pengantin baru"ucap Adrian tersenyum lebar, alisnya naik turun
"iss, pengantin baru dari mana, udah lewat!!"
"tapi aku rasanya masih seperti pengantin baru sayang, masih getol, pinginnya nanjak terus sama kamu"
"issh, itu sih mau nya kamu mas!"
"loh, emang nya kamu gak suka? kan enak sayang... Adrian tergelak senang melihat wajah istrinya yang merajuk terlihat imut menurut nya.
Diana jadi gemas melihat tingkah suaminya yang kalau bicara gak jauh soal syahwat alias mesum.
"ih, sudah ah, aku mau mandi dulu! gak betah" Diana menepis tangan suaminya, turun dari ranjang melangkah menuju kamar mandi.
"sayang, bagaimana kalau kita pindah rumah!"teriak Adrian setelah Diana sudah berada di dalam kamar mandi.
namun tidak ada sahutan dari Diana yang terdengar hanya suara gemercik air dari dalam kamar mandi.
bukan nya Diana tidak mendengar teriakkan suaminya, hanya saja dia tidak mau berteriak menimpali ucapan suaminya itu.
setelah dua puluh menit,Diana keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit di tubuh nya,serta handuk kecil yang membungkus rambut basah nya.Adrian menatap istrinya tak berkedip, lalu dia turun dari ranjang melangkah perlahan mendekati istrinya yang sedang membuka lemari pakaian yang besar dan panjang nya hampir separuh sisi ruangan kamar nya.di peluk nya tubuh istrinya dari belakang, menaruh dagunya di ceruk istrinya sesekali menyesap leher istrinya yang sangat harum di penciuman nya.
"sayang"
__ADS_1
"hm,issh,geli mas.. Awas ah, Aku mau ambil pakai baju dulu..sana mandi"
Diana mencoba mendorong tubuh Adrian dengan menyikut tubuh kekar suami nya.tapi tubuh besar itu tak bergeser sama sekali.malah tambah erat memeluk tubuh Diana.
"kita sebaiknya pindah ya sayang, Aku sudah mempersiapkan rumah buat kita berdua" ucap Adrian dengan suara yang parau.
"kenapa? kamu tidak betah tinggal di sini?"
"bukan begitu,kita kan sudah menikah, tentu nya setiap orang yang menjalani rumah tangga pasti harus mandiri, dan punya kehidupan nya sendiri, kalau kita masih hidup bareng orang tua.. gak mungkin kita merasakan hidup berumah tangga yang sesungguhnya.karena namanya orang yang sudah menikah pada akhirnya dia harus memisahkan diri dari orang tua demi terbentuk nya keluarga baru" ucap Adrian mencoba menjelaskan maksudnya.
Diana diam tak menjawab ucapan suami nya.lalu dia berbalik badan menghadap ke Adrian.kini mereka saling menatap.Diana menghela nafasnya.
"baik lah, kalau itu sudah keputusan mu, Aku sebagai istri hanya bisa mengikuti keputusan mu, kalau memang itu untuk yang terbaik buat hidup kita, membentuk keluarga baru"
mata Adrian berbinar bahagia karena ternyata istrinya mau menuruti keinginannya. Adrian kembali memeluk erat istrinya itu dan menghujani wajah Diana dengan kecupan ringan.
"geli mas... wajah Adrian di tahan dengan kedua tangan Diana.
Adrian terkekeh geli.melihat reaksi istri nya itu.
"keinginan kita mas, memang seharusnya kita harus keluar dari sini untuk hidup mandiri"
"mas, sangat mencintai mu sayang"
"aku juga mencintaimu mu Adrian Nicholas Abimanyu"
Adrian mengurai pelukan nya memberi jarak
"duh kalau gini jadi pengen lagi, sekali lagi ya sayang, tuh lihat si junior tegak lagi" Adrian menunjuk sesuatu yang tegak berdiri di dalam celana boxer nya.Diana melotot, dan menggeleng cepat kepala nya.
"nggak! aku udah mandi,,gak mau"
"gak apa-apa sayang, nanti kan,bisa mandi bareng..ya mau ya?"dengan senyum mesum nya Adrian terus mencoba merayu istri nya untuk nanjak lagi.
"nggak mau.... Diana mendorong tubuh Adrian kemudian lari menghindar dari suaminya itu, Adrian mengejar istrinya yang lari ke sisi tempat tidur, dan ketika Adrian sudah mendekat.
__ADS_1
"stop! diam di sana mas! kalau kamu masih ngotot mau nanjak lagi sekarang, seminggu kedepan tidak Aku kasih jatah nanjak ya!" ancam Diana, membuat Adrian berhenti melangkah mendekati istrinya.wajah pria itu langsung meringis mendengar ancaman istri nya yang tidak masuk akal menurut nya.
"astaga sayang, kok kamu tega banget sih sama suami mu ini ucap Adrian wajah nya memelas.
"kamu, atau aku yang tega ha?! kamu nggak mau ngerti kalau istri mu kelelahan, ingin istirahat sebentar..tapi mas gak mau tahu hanya mementingkan hasrat mas sendiri" Adrian terkejut dengan ucapan istrinya yang terdengar seperti keluhan,apa dia sudah keterlaluan soal urusan syahwat nya.
karena memang, kalau sudah minta nanjak Adrian gak cukup sekali.
hingga tidak mau tahu kondisi pisik istrinya.Adrian terpaku sesaat mencerna setiap perkataan istrinya itu.
"maafkan mas sayang"Adrian mendekati istrinya dan memeluk nya.di cium nya puncak rambut istri nya itu dengan penuh sayang.
"ya sudah aku mandi dulu ya"Adrian melepaskan pelukannya tersenyum menatap lekat wajah istrinya itu lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Diana terduduk lemas di tepi ranjang mata nya menatap kosong.
"apa aku sudah salah ngomong ya? apa kah Adrian marah? gumam Diana jadi merasa tidak enak hati dengan Adrian.padahal dia tahu kalau urusan syahwat seorang pria, gak bisa di cegah,bisa berabe, bisa merusak mood nya,nah kalau begitu semua gak akan berjalan dengan baik, pikir Diana seperti itu.
tak lama pintu kamar mandi terbuka, Adrian keluar dengan wajah yang sudah fresh dengan handuk yang melilit di pinggang nya, dengan bentuk tubuh yang liat, rambut nya yang masih basah, sungguh pemandangan yang indah setiap hari Diana dapat dari suami tampan nya.
"aku tahu suami mu ini memang tampan dan seksi sayang, sampai segitunya kamu lihat nya.. mata mu hampir mau keluar tuh" protes Adrian padahal hatinya merasa bahagia melihat istrinya memperhatikan dirinya seperti mau menelan dirinya.
setelah sadar Diana buru buru memalingkan wajahnya karena tersipu malu, kedapatan memandang suaminya tak berkedip.
khemm..Diana berdehem memecah kecanggungan nya.lalu dia mendekati suaminya.
"mas"
"hm"sahut Adrian yang sedang memakai kaos polos warna putih ke badan nya yang kekar,serta celana bahan sebatas lutut.tampilan yang sederhana namun membuat pria itu terlihat lebih muda dari usia nya.
"apa mas marah dengan ucapan ku tadi?"lirih Diana ragu.
"loh, kenapa aku harus marah?"
*** T B C ***
__ADS_1