
jantung Jhon rasa nya jadi dag, Dig dug.di tatap oleh Reno, dengan tatapan membunuh.
Reno berdecak, tersenyum miring melihat gelagat Jhon yang aneh.
"orang kalau punya salah ya begini sikapnya"cibir Reno tetap dengan tatapan membunuh nya.
"siapa yang punya salah boss?" tanya Jhon berusaha tenang.
Reno diam tidak menimpali ucapan Jhon pria bermata jeli itu berdiri dari duduknya berjalan mengitari meja kerja nya, mendekati Jhon yang duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Reno.
tambah tak karuan hati Jhon, Reno mendekati dirinya.dan kini Reno berdiri menjulang di samping Jhon yang duduk di kursi tunggal.
dengan kedua tangannya di lipat di dadanya Reno menatap tajam Jhon.
"ayo katakan pada ku Jhon" ucap Reno santai tapi terkesan dingin.
"katakan hal apa bos?"
"Jully, dan jangan bilang kamu tidak tahu apa-apa tentang Jully" Reno sedikit berbisik di telinga Jhon, membuat pria bule itu merinding karena Reno berbisik di telinga nya.
dan langsung saja Jhon mengusap usap kasar telinga nya karena geli bin jijik.dia berpikir kalau seorang gadis sih nggak apa-apa berbisik di telinga nya,tapi ini? bos nya Jhon pun bergidik.
"duh, jangan pake bisik di telinga bos"protes Jhon.
"jawab Jhon.. jangan mengalihkan pembicaraan" Reno mendorong kursi yang di duduki Jhon hingga bergeser ke tengah ruangan nya. yang memang kaki kursi nya ber roda, sehingga dengan mudah nya Reno menggeser kursi yang Jhon duduki hingga sampai ke tengah ruangan karena di dorong Reno.sampai, sampai kedua tangan Jhon berpegang erat di kedua sisi kursi.dan kalau sudah begini Jhon jadi ngeri dengan bos nya yang benar benar dalam mode membunuh.
"oke,oke aku akan katakan"ucap Jhon akhirnya.
"semua nya! jangan ada yang kamu tutupi sedikit pun!" ucap Reno tegas.
"oke!" ucap Jhon lagi memastikan.
"bagus, ayo mulai"
Reno tetap berdiri bokong nya di sandarkan di depan meja kerja nya dengan kedua tangannya di lipat di dadanya.menatap tajam ke arah Jhon
sang asisten pun mulai menceritakan A, sampai Z siapa Jully.
Rano diam menyimak setiap perkataan yang diucapkan oleh Jhon.
__ADS_1
senyuman tersungging di bibir tipis Reno, pria itu menggeleng kan pelan kepala nya.rasanya dia tidak percaya Diana benar benar mempunyai saudara kembar dalam pikiran nya seperti itu.hingga Jhon selesai dengan cerita nya.
"dunia memang sempit untuk ku, seperti nya tuhan sedang menguji ku,di saat aku ingin melupakan wajah itu, tapi Tuhan mempertemukan aku dengan kembaran nya" ucap Reno ada nada getir di ucapan nya.
"sebenarnya yang melarang aku bercerita tentang Jully, perintah dari Mamah Eva, karena beliau ingin hati mu sembuh dari masa lalu mu"
"bagaimana aku sembuh! kalau aku kembali di pertemukan dengan wajah yang sama, walaupun dengan jiwa yang berbeda, tapi tetap saja, bagi ku sama saja, apa aku harus pergi jauh dari sini pindah ke tempat lain di belahan bumi ini!?" ucap Reno mendramatisir keadaan.
Jhon menatap iba Reno. Jhon tahu kalau Reno di kurung rasa bersalah yang amat dalam, dan sial nya kesalahan itu di lakukan pada wanita yang di cintai nya.
"doble kill"gumam Jhon
"apa kamu bilang Jhon?"
"eh? apa? aku tidak ngomong apa-apa?" kilah Jhon tidak sangka boss nya punya pendengaran super.
Rano hanya tersenyum tipis merespon sikap Jhon lalu di ambil nya sebuah pena dari atas meja kerja dan..
"mengumpat lah Jhon sepuas mu kalau itu bikin kamu lega"
ucap Reno datar seraya melempar kan sebuah pena ke arah Jhon.
hap!
pena itu berhasil Jhon tangkap, kalau tidak, pasti mengenai wajah nya.
Reno tersenyum puas karena bisa menggertak Jhon yang terlihat garang kalau dengan orang lain, tapi tidak dengan nya.Reno selalu berhasil membuat seseorang Jhonatan mati kutu kalau melihat Reno marah.
"mau kemana boss?" tanya Jhon melihat sang boss berjalan ke arah pintu keluar ruangan nya.
"bukan kah mamah ingin melihat aku move on dari Diana? katakan pada mamah ku tercinta Jhon!! kalau putranya ini kembali jatuh pada tempat yang sama tapi dengan warna yang berbeda"ucap Reno seraya terus melangkah keluar.
"maksud mu apa boss?" tanya Jhon tak mengerti dengan perkataan Reno.
tapi sayang nya Reno tidak menjawab pria tampan itu terus melangkah.
"ya Tuhan.. kenapa aku seperti sedang mengasuh anak kecil yang kehilangan mainan nya" ucap Jhon pelan.memandangi kepergian Reno hingga menghilang di balik pintu lift yang persis berada searah dengan pintu ruangan kerja Reno.
__________
__ADS_1
di sini lah sekarang Reno di sebuah resto yang berada di pinggir danau,di luar kota Melbourne. Dengan taman bunga di sekeliling nya dengan pencahayaan yang tidak begitu terang,Reno duduk di sebuah meja makan tak jauh dari danau dengan lilin kecil menjadi penghias di atas meja.penampilan Reno malam ini terlihat sangat tampan dan berkelas, dengan memakai stelan jas tuxedo jenis suit jacket atau mantel tebal dengan kemeja berkerah bewarna putih membuat setiap mata yang memandang nya pasti betah dan berdecak kagum.apalagi dengan tatanan rambut nya yang tersisir rapi ke belakang membuat sangat manly sekali.
Reno sengaja datang lebih awal, menunggu seseorang yang sangat dia tunggu.
dengan rasa penasaran yang tinggi,Reno terus melihat jam tangannya, seolah waktu berjalan begitu lama.sehingga membuat nya tidak sabar menunggu.padahal Reno datang terlalu awal.pada waktu yang sudah di tentukan.
setelah cukup lama Reno menunggu, akhirnya seseorang yang dia tunggu tunggu muncul juga.pandangan nya terpaku tak kala tatapan nya tertuju pada seorang wanita yang muncul di depan nya.berdiri anggun menatap ke arah Reno dengan senyum khasnya.
senyuman yang manis terulas di wajah gadis yang Reno tunggu.
pria bermata jeli itu tak putus nya menatap sosok Jully yang hampir sempurna merubah tampilan nya seperti Diana, sesuai permintaan nya meminta Jully berpenampilan layaknya seperti gadis yang pernah dia puja. gadis yang telah membuat hati nya jungkir balik.
Reno meraih tangan Jully lalu mengecup lembut punggung gadis itu
lalu Reno mendekati Jully dan menarik sedikit kursi untuk di duduki oleh Jully.
"duduk lah" ucap Reno pelan mempersilakan Jully duduk di kursi yang sudah Reno siap kan.
Rano diam menatap lekat wajah Jully yang berpenampilan layaknya Diana.
"bagaimana? apa kamu sudah puas dengan penampilan ku tuan Reno?"
"panggil aku Reno, tidak usah kamu sebut tuan segala, jengah aku" protes Reno.
Jully tersenyum
"baik lah Reno"
"itu lebih baik, dan aku puas dengan penampilan mu.benar benar tidak ada bedanya kecuali suara mu, dan tanda kecil di pipi kanan mu itu"
"eh, apa kamu melihat nya?" tanya Jully tidak menyangka Reno melihat tanda lahir nya di di pinggir pipi kanan nya walaupun sangat kecil.
"tentu aku melihat nya dengan tanda lahir mu itu, orang tua asli mu pasti tahu kalau kamu ini anak nya" ucap Reno santai.tapi tidak dengan Jully, gadis itu terkejut dengan setiap ucapan Reno.
"orang tua asli ku? apa kamu juga mengetahui nya?" tanya Jully dengan wajah nya yang penasaran.
"
to be continued.
__ADS_1