Namaku Diana

Namaku Diana
Bab_25 peran ganda Diana


__ADS_3

***


Diana memarkirkan mobilnya di halaman parkir Juanda internasional airport.kemudian gadis itu turun dari mobilnya,Diana seperti biasanya berpenampilan kasual nya berjalan santai ke lobby kedatangan pesawat x dari Jakarta, lalu dia mendekati sebuah kursi panjang yang ada di bandara tempat menunggu. Diana sekilas memperhatikan sekitar suasana di bandara yang terlihat tidak terlalu ramai seperti biasa nya, mungkin karena dalam keadaan pandemi? entahlah, mungkin seperti itu.


setelah satu jam kurang lebih, Diana duduk menunggu pesawat yang membawa kedua orang tuanya dari Jakarta ke Surabaya, akhirnya dia mendengar pengumuman kedatangan pesawat yang di tunggu Nya dari satu jam yang lalu. " akhirnya" gumam nya.


gadis itu pun berdiri mendekati pintu kedatangan penumpang pesawat x tak lama para penumpang pesawat pun terlihat berdatangan menuju pintu keluar. gadis itu memperhatikan satu persatu orang yang muncul dari dalam bandara. " kemana sih ayah dan Mamih ayu,,belum nongol juga" gumam Diana tak sabaran karena ayahnya dan mamih nya belom nampak, hampir semua nya seperti nya sudah keluar. Diana merasa khawatir, gadis itu tatapannya terus mengedar lebih kedalam.


kemudian gadis itu mencoba menelpon ke ponsel Ayahnya dan ternyata tidak aktif, begitu juga ponsel mamih ayu tidak aktif. raut wajah Diana terlihat khawatir wajah meringis tangan kanan nya memegang ponsel di telinga Nya, sambil mengigit jari telunjuk tangan kiri nya, perasaan nya tak menentu.


" Ana ngapain celingukan gitu?" tepukan pelan menepuk pundak gadis itu dari belakang.


dan gadis itu pun kaget lalu berbalik melihat siapa yang menepuk pundak nya.


" Mamih!.. ayah..!" pekik Diana melihat kedua orang tua nya yang muncul tiba-tiba dari arah belakang. langsung Diana berhambur ke Mamih ayu dan memeluk wanita paruh baya itu.


"kenapa kamu ini?" mamih ayu tentu saja heran melihat tingkah anak gadis nya itu yang terlihat exciting, berlebihan...


"mamih dan ayah baik baik saja kan?" Diana mengurai pelukan nya dan men, scan tubuh kedua orang tuanya itu.


"iya,mamih dan ayah mu baik baik saja why?" ucap mamih ayu yang masih menatap anak gadis nya dengan tatapan heran.


" CK,,ana khawatir tau mam,, dari tadi Ana menunggu orang yang keluar dari pesawat yang mamih dan ayah tumpangi,tapi kalian berdua tidak muncul juga,, dan hampir semua penumpang sudah keluar semua,tapi mamih ayah nggak kelihatan..kan Ana jadi khawatir" ucap Diana dengan nada protesnya.


Ana bicara sambil terus berjalan di ikuti oleh kedua orang tua nya menuju parkiran mobil


" lagian kenapa juga ponsel mamih n ayah dua duanya gak aktif sih? bikin tambah khawatir dong?!" diana mencebik karena kekhawatiran nya.


" iya maafin Mamih yaah,, ponsel kita berdua Belun di aktifkan setelah turun dari pesawat tadi, dan kebetulan mamih ke toilet dulu sayang" ucap mamih ayu membelai Surai milik Diana, wanita paruh baya itu tersenyum manis melihat tingkah anak gadis nya itu.


" kenapa kamu tidak bersama pak Badri Ana?" tanya ayah Bagas ternyata Ana hanya sendiri datang menjemput nya ke bandara.


" loh, bukan nya ayah yang bilang ke BI sumi nyuruh Ana sendiri yang jemput?" gadis itu menjadi heran dengan pertanyaan sang ayah.

__ADS_1


" tidak,, Ayah tidak menyuruh mu menjemput sendiri ke bandara sendiri?" kembali Ayah Bagas menjelaskan.


" loh jadi siapa yang nyuruh ke bi Sumi mengatakan itu" ucap Diana merasa jengkel jadi nya.


" sudah, sudah.. Mamih yang bilang ke BI sumi ke kamu buat jemput sendiri ke bandara" ucap mamih ayu menyela perdebatan Diana dan Ayah Bagas dengan Santai nya.


"aish,, mamih..... ucap diana dengan nada sedikit tinggi dan panjang wajahnya terlihat merengut menatap manja ke arah Mamih ayu.


" kenapa?...


" kamu nyesel?"


" kamu gak mau jemput Mamih dan Ayah mu sendiri heum?!" ucap mamih ayu mencecar Diana sambil menjembil pipi anak gadis nya itu.


" issh,, sakit mam!" pekik Diana menepis pelan tangan mamih ayu yang masih menjembil pipi nya hingga terlihat merah karena jembilan Mamih ayu. mereka pun sampai di parkiran mobil di mana Diana memarkirkan mobilnya di situ.


" sudah ayo masuk ke mobil," ayah Bagas menginterupsi perdebatan ibu dan anak gadis nya itu. mereka pun masuk ke dalam mobil mini Cooper warna merah milik Diana. ketika Diana hendak masuk ke pintu kemudi mobil itu


" biar ayah yang bawa" tiba-tiba saja Ayah Bagas menghampiri Diana.


" nggak apa-apa,,ayah masih kuat, sudah sana duduk di bangku belakang dengan Mamih mu" ucap Ayah Bagas tetep dengan keputusan nya.


" baik lah kalau begitu terserah ayah' akhirnya Diana mengalah membiarkan Ayahnya membawa mobilnya.Diana pun membuka pintu mobil bagian belakang dan dan duduk di dalam nya di samping Mamih ayu.


mobil mini Cooper bewarna merah itu pun melaju jalan membawa mereka bertiga keluar dari halaman parkir bandara Juanda.


" loh ini bukan arah ke rumah kita mam?" Diana bingung karena ternyata Ayah Bagas melajukan mobilnya bukan arah pulang, DIana tidak tahu arah ke mana yang dituju oleh ayahnya.


Mamih ayu hanya mengedik kan bahu kanan nya merespon ucapan Diana.


"tanya ayah mu" ucap mamih ayu santai.


kemudian Diana memajukan tubuhnya mendekati Ayahnya yang sedang menyetir mobilnya.

__ADS_1


" mau kemana kita Ayah?" tanya Diana


" kita mau ke gudang penyimpanan logistik kita dulu sebentar karena nanti kamu akan memegang perusahaan ayah di bagian logistik itu" ucap Ayah Bagas jelas.


" apa?! mata Diana membola merespon ucapan Ayah Bagas.


"loh aku kan kuliah ayah,, dan kuliah ku di Jogja, bukan di sini,di Surabaya.. itu tidak mungkin karena jarak yang jauh" protes Diana dengan keputusan Ayah nya.


" tentu saja jauh kalau kamu masih kuliah di Jogja, sedikit lagi kan kamu akan sidang skripsi jadi tidak lama lagi iya kan" ucap Ayah Bagas dengan tegas.


"iya Ayah,, jadi aku belum bisa pegang perusahaan ayah yang disini.. jadi tunggu Ana selesai kuliah dulu" ucap Diana


"ga masalah, yang penting kamu sekarang ini tahu dulu, seperti apa perusahaan yang akan kamu hadapi nanti" ucap Ayah Bagas


"tapi nanti kan Diana akan menikah dan menjadi seorang istri ayah?!" ucap mamih ayu menyela pembicaraan Suaminya dan anak gadis nya.


" loh memang kenapa kalau Ana sudah menikah dan menjadi seorang istri mam?" tanya Diana heran dengan ucapan Mamih ayu.


" ya mungkin nanti kamu akan kesulitan setelah menikah nanti,, karena kamu itu akan mengurus rumah tangga mu dan melayani suami mu, mungkin itu hal yang sangat berat bagi seorang wanita bila harus bekerja di luar juga Ana... apa kamu sanggup sayang?" mamih ayu merasa khawatir dengan peran ganda yang di emban anak gadis nya nanti menjadi wanita karir sekaligus ibu rumah tangga, sungguh bukan tugas yang ringan untuk seorang wanita yang sudah bersuami.


" kalau begitu di tunda dulu nikahnya ya mam" ucap Diana tanpa beban.


plakk


auww.. sakit mamih... tangan mamih ayu melayang ke pundak kecil Diana.


"kamu tuh ya,,jadi anak gadis bicara jangan sembarangan..pake bilang nunda nikah,, hati hati kalau bicara Ana!" ucap mamih ayu sengit menatap tajam anak gadis nya itu.


Diana meringis menatap mamih ayu


" eh iya mam,, habis nya kata Mamih kan berat kalau seorang wanita yang sudah menikah dan kerja juga pula" ucap Diana lirih bibir nya sedikit manyun.


"

__ADS_1


" T B C.


__ADS_2