
"kamu jangan asal bicara Aniara.. kalau aku tidak punya hati, mungkin aku bisa begitu saja bisa melupakan cinta ku pada kembaran mu itu" jelas Reno tidak terima dengan tuduhan Aniara.
gadis itu terdiam sejenak karena ucapan Reno.dalam hati nya membenarkan apa yang di katakan oleh Reno.
Aniara menatap dalam manik mata pria tampan yang kini posisi wajah nya sangat dekat sekali dengan wajahnya sampai-sampai terpaan nafas kedua nya bisa di rasakan oleh Reno dan Aniara.sadar dengan posisi nya yang masih dalam dekapan Reno
Aniara mendorong tubuh tegap Reno di saat tangan Reno mulai mengendor pada pinggang nya.
"lepasin tangan mu Reno!" hardik Aniara mencoba untuk melepaskan diri dari dekapan Reno.dan kali ini pria itu membiarkan Aniara lepas dari dekapan nya.
"hei,mau kemana kamu?!" tanya Reno melihat Aniara yang langsung melangkah untuk pergi setelah dia melepaskan dekapannya. dengan cepat Reno kembali mencekal lengan Aniara.
gadis itu melotot ke arah Reno.
"lepasin tangan mu Reno! apa sih,mau mu?!" ucap Aniara dengan emosi nya yang sudah di ubun-ubun.
Reno menghela nafasnya dan dengan menatap dalam wajah Aniara.
"kamu mau jadi gadis ku Aniara?" ucap Reno tanpa beban.
"what?? are you kidding me?!!"
sahut Aniara menatap tidak percaya pada apa yang dia dengar.
"No, i'm not" ucap Reno dengan yakin dalam hati berkata. mungkin ini lah jalan nya untuk menyembuhkan hati nya dari kekecewaan.
"kamu gila Reno!" sahut Aniara menekankan kata-kata nya sedikit menurunkan nada bicaranya tapi tetap saja terdengar ada amarah di situ.
Reno kembali tertawa karena julukan itu kembali dia dengar ya, sering kali dia di bilang gila karena cintanya pada Diana.
"mungkin aku gila! Aniara, maka itu aku ingin sembuh dari kegilaan ku ini karena itu aku mau kamu menjadi gadis ku untuk mengobati kegilaan ku ini"
"kamu egois Reno, kamu pikir aku ini apa? Hanya sebagai pelampiasan mu saja ha?!" sahut Aniara tidak terima.
"bukan, kamu adalah obat ku, obat yang akan menyembuhkan kegilaan ku ini Aniara. mari kita coba berhubungan Aniara" pinta Reno penuh dengan permohonan pada gadis yang berwajah sama dengan Mantan kekasih nya.
Aniara menatap ke dalam manik mata jeli milik Reno dia ingin mencari kebohongan atau ketidak tulusan dari semua yang Reno ucapakan pada dirinya tadi.
tapi Aniara tidak menemukan nya yang ada, sorot mata yang penuh luka yang dia dapat dari tatapan Reno.
__ADS_1
"tiga bulan"
"tiga bulan? maksud mu?" tanya Reno. tidak paham dengan maksud ucapan Aniara.
"aku beri tiga bulan kesempatan ke kamu untuk bisa melupakan kenangan mu pada kakak ku" jawab Aniara.
Reno tercenung dengan ucapan Aniara."tiga bulan?" gumam nya.
"apa aku bisa hanya tiga bulan?
enam bulan?" tawar Reno ragu.
"tidak, empat bulan, itu kesempatan mu atau tidak sama sekali" final Aniara.
"baiklah, aku terima.empat bulan aku coba berhubungan dengan mu" ucap Reno akhirnya.
Aniara tersenyum miring Reno menyetujui tawaran nya.dan sungguh dirinya ikut menjadi gila karena mau-maunya menerima berhubungan dengan Reno hanya untuk pelarian pria itu.
*aku melakukan ini juga demi rumah tangga kembaran ku, agar tidak merasa terusik lagi dengan keberadaan Reno di keluarga Abimanyu* batin Aniara mengasihani diri nya sendiri.dan mematri hati nya.
"ya sudah, kalau begitu.lepaskan tangan ku, aku mau masuk"
"tidak, aku mau masuk.aku mau istirahat" tolak Aniara.
"ayolah Aniara.. please" bujuk Reno terus saja dengan wajah yang di buat memelas.
"kamu jadi orang maksa banget sih!" sungut Aniara
"karena aku memang pemaksa" ucap Reno dengan mengedipkan matanya pada Aniara.
"issh, genit"
"biarin,genit sama kamu nggak apa-apa kan" kilah Reno.
gadis itu mendengus kasar menatap tajam Reno. yang sedang menampilkan senyum lebar nya.
"ya sudah, aku temani kamu, cepat mana lihat pekerjaan mu?"
balas Aniara dia tidak mau lama-lama melihat kenakalan Reno yang membuat diri nya jadi salah tingkah.
__ADS_1
Reno sangat bahagia karena Aniara menuruti keinginan nya lalu dengan cepat dia menautkan jemari nya pada jemari Aniara melangkah ke arah gazebo yang ada di area teras tersebut.
Aniara hanya pasrah saja mengikuti langkah Reno.ada perasaan aneh yang menjalar ke seluruh tubuh nya manakala jemari nya bertaut dengan jemari kekar Reno.
sekilas Aniara menoleh ke arah wajah Reno yang terlihat senang pria tampan itu mengukir senyum di wajah nya yang sedari tadi belum luntur.
ada perasaan tersendiri pada dirinya saat melihat wajah bahagia Reno dan tak sadar, Aniara menarik sudut bibir nya.
Reno dan Aniara duduk dengan santai di gazebo tersebut tampak Reno serius menatap layar laptop nya.sesekali pria tampan itu bertanya pada Aniara bagaimana pendapat nya tentang bisnis dan proyek yang sedang di jalan kan oleh perusahaan BLUE SKY. yang di pimpin oleh Reno dan benar saja dengan adanya Aniara di samping pria itu membawa dampak positif bagi Reno hingga pria itu bisa menyelesaikan pekerjaan nya lebih cepat dari yang dia perkirakan.
Reno tersenyum menatap Aniara merasa takjub dengan kemampuan Aniara yang sangat menguasai dunia bisnis.dan mungkin karena didikkan Jhonson frederic orang tua angkat Aniara seorang pengusaha sukses di Australi.
"kamu hebat Aniara" puji Reno
"cih, baru tahu kamu ha?! memang nya siapa yang mengembangkan perusahaan milik Jhonson corp.
AKU!" ucap Aniara membanggakan diri nya.
Reno mengangguk kan kepala nya dengan mengulum senyum nya.
"ya,ya.. aku akui itu.memang Perusahaan milik orang tua angkat mu itu memang besar dan berpengaruh" ucap Reno membenarkan.
"ya sudah, pekerjaan mu sudah selesai kan? sekarang aku mau ke kamar ku, aku mau mandi juga" lalu tanpa menunggu jawaban dari Reno gadis itu beranjak dari tempat duduknya tapi sebelum Aniara benar-benar berdiri, lagi-lagi Reno mencekal lengan Aniara hingga gadis itu jatuh terjerembab ke atas pangkuan Reno.
"RENO!!" pekik Aniara kaget dirinya jatuh ke atas pangkuan Reno gadis itu menatap tajam Reno dan dengan cepat berusaha bangun dari pangkuan Reno.
"sebentar Aniara" ucap Reno tanpa beban dan dosa.menahan tubuh Aniara dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang gadis itu.
"mau apa lagi kamu Reno....awas! aku mau bangun!!!" pekik Aniara merasa risih berada di pangkuan Reno.
"baiklah aku akan melepaskan mu, tapi sebentar dulu"
"apa?! awas ya Reno, kamu jangan kurang ajar!" sungut Aniara
"pedes banget sih, ini bibir" ucap Reno seraya menekankan satu jari telunjuk nya di bibir ranum Aniara yang tadi baru dia rasakan dan rasa nya sungguh manis.
*
to be continued...
__ADS_1