Namaku Diana

Namaku Diana
aroma khas, dan keperkasaan.


__ADS_3

Harlan yang sedang fokus dengan kemudi mobil nya.kaget melihat posisi Jessica yang sangat menantang sehingga jiwa kelakiannya terpanggil agar tidak boleh menyia, nyiakan kesempatan yang ada di depan matanya.


"Jessica, jangan salah kan aku, dari tadi mati Matian aku menahan hasrat ku, kamu memang ja_la_ng yang tidak bisa di biarkan begitu saja"


ucap Harlan suara nya sudah memberat sorot matanya mengkilat Hasrat.


Harlan belum keluar dari area parkiran club dia kembali mencari tempat parkir untuk mobil nya, Harlan memarkirkan mobilnya di tempat yang lebih jauh dan berada di sudut, setelah merasa sudah cukup aman Harlan menarik Jessica ke bangku belakang mobil nya.dengan cepat dan tidak mau menunda lagi karena Hasrat nya sudah di ubun-ubun karena sudah sedari tadi dia menahan diri untuk tidak menerjang Jessica.Harlan mulai bergerak melucuti semua pakaian yang melekat pada tubuh Jessica,di pandangi nya sebentar tubuh polos Jessica dengan senyum syaiton nya.


lalu Harlan pun membuka ikat pinggang nya, dan hanya melepaskan celana saja, tanpa melepaskan kemeja nya.Harlan yang sudah di kuasai oleh nafsu memulai permainan panas nya.menarik Jessica agar duduk di pangkuan nya.dan..pria itu mulai melahap apa yang ada di depan wajah nya dua benda bulat nan kenyal milik Jessica menjadi sasaran pertama nya.


sedangkan Jessica yang masih di bawah pengaruh alkohol hanya melenguh nikmat, kadang tertawa lepas dengan Liar nya meladeni permainan Harlan.


"Jessica, kamu memang ja_la_ng!


permainan mu luar biasa" umpat Harlan di tengah permainan nya terus menghujam senjata nya ke dalam tubuh jessica.dengan nafasnya keduanya yang tersengal sengal,peluh membanjiri tubuh keduanya AC mobil sudah tidak berfungsi lagi.


di tengah kegelapan malam di sudut area parkiran club sebuah mobil Fortuner SUV warna hitam ikut bergoyang karena hentakan demi hentakan yang di ciptakan oleh sepasang manusia yang sedang di kuasai nafsu liar.hingga erangan panjang dari mulut Harlan dan Jessica bersamaan terdengar mengakhiri pergumulan panas mereka.Jessica yang masih berada di pangkuan Harlan terkulai lemas wajah nya tertumpu di atas pundak Harlan.


"sialan kau Harlan! kamu telah berani beraninya menjamah tubuh ku"maki Jessica nafasnya masih putus putus menatap sayu Harlan, rupanya perlahan pengaruh alkohol pada diri Jessica mulai berkurang, dan dia menyadari telah bercinta dengan Harlan.


dan Harlan hanya terkekeh merespon ucapan Jessica.


"salah mu sendiri, kamu yang memancing nafsu ku, tapi sepertinya kamu juga menikmati nya" ucap Harlan tersenyum sinis.


"sialan!!" umpat Jessica.


"apa kamu masih betah berada di atas pangkuan ku hm? mau ronde berikutnya hm?" tantang Harlan mereka berdua belum melepaskan diri nya masing-masing.


Jessica tersenyum menggoda merespon ucapan Harlan.


"apa kamu masih kuat ha?" tantang Jessica membuat Harlan kaget sekaligus senang mendengar tantangan Jessica.


"tentu saja aku masih kuat" balas Harlan dengan tatapan syaiton nya.


"kalau begitu tunggu apa lagi ha?"


Harlan menatap lekat wajah Jessica

__ADS_1


"kamu akan menyesali nya Jessica telah menantang aku"


"do it" bisik Jessica manja di telinga Harlan, sehingga membuat Harlan menggila dan merasakan senjata nya yang masih di dalam tubuh Jessica kembali turn on.


pergumulan panas itu pun terjadi lagi, Jessica di buat terus menjerit oleh Harlan dengan Hujaman mautnya.


"gila kamu Jessica! tubuh mu terasa sangat nikmat" racau Harlan di di sela permainan nya yang semakin liar dan menggila.


"kalau begitu nikamati sepuas mu bedebah!" maki Jessica lalu membalas permainan Harlan dengan menyambar bibir tebal lelaki yang sedang menghujam dirinya.


sepasang manusia yang sudah kehilangan akal sehat dan tak tahu tempat karena nafsu itu, terus bergerak liar di dalam mobil.hingga beberapa kali permainan panas itu terulang.


malam yang panjang benar benar tidak di sia sia kan oleh Harlan untuk terus menggarap kenikmatan dari tubuh Jessica.hingga pagi dini hari.


akhirnya Harlan menyudahi kegiatan panas nya kerena Jessica sudah menyerah wanita itu benar benar habis tenaganya terkuras oleh Harlan


walaupun Harlan nampak lelah juga, tapi sepertinya pria itu terlihat baik baik saja.hanya nafasnya saja masih memburu, tak karuan.sedangkan Jessica sudah tergeletak di samping tubuh Harlan dengan tubuh polos nya.


"bagaimana baby, apa kamu puas ha?" ucap Harlan sinis merasa puas melihat Jessica terkulai tak berdaya karena ulah nya.


Harlan tergelak merespon ucapan Jessica.


"apa arti nya kamu mengakui ke perkasaan aku hm?"


Jessica tidak menjawab ocehan Harlan dia hanya melirik sekilas dengan senyum tersungging di bibirnya.


"iya, kamu memang sangat perkasa dari pada bandot,bandot itu"


"bagaimana dengan Reno? apa kah aku lebih perkasa dari dia?"


pertanyaan Harlan tentang Reno langsung saja membuat Jessica diam


menatap tajam ke arah Harlan.


Jessica menegakkan tubuhnya.


"tentu Reno tetap yang terbaik dari pria yang pernah aku jumpai, termasuk diri mu Harlan" ucap Jessica tersenyum remeh pada Harlan.

__ADS_1


Harlan hanya tersenyum tipis merespon ucapan Jessica.


"walaupun begitu, aku tetap bisa membuat diri mu tidak berdaya, dan menjerit berkali-kali karena nikmat dengan permainan aku,iya kan?"


balas Harlan.membuat Jessica menatap Harlan dengan pandangan penuh arti.lalu wanita itu hanya diam, memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil.


"aku lelah, aku benci dengan hidup ku sendiri, aku benci dengan semua orang yang hanya menginginkan tubuh ku saja pada akhirnya aku hancur di dalam nya." lirih Jessica


Harlan menautkan kedua alisnya melihat sikap Jessica yang tiba-tiba menjadi aneh menurut nya.


"kenapa kamu?"


"tidak apa-apa, ayo kita pulang, aku ingin membersihkan tubuh ku, rasanya sangat lengket, karena tubuh ku bau dengan aroma tubuh mu Harlan!" kambali Jessica meninggikan suara nya bicara pada Harlan.


"bau dengan aroma khas bercinta baby"


"sialan kau" umpat Jessica.


Harlan terkekeh geli mendengar segala umpatan Jessica pada dirinya.


tidak ada rasa kesal pada hati Harlan mendengar Jessica terus mengumpat


.jessica memungut pakaian nya yang berserakan di dalam mobil Harlan, kemudian di pakai nya kembali baju yang kurang bahan itu.


begitu juga dengan Harlan merapikan kembali penampilan nya.lalu pindah ke kedepan ke kursi kemudi mobil nya.


"aku antar kamu pulang Jes, terima kasih untuk malam ini" Harlan tersenyum menatap lekat Jessica, membelai sebentar rambut panjang jessica.lalu pria itu melaju kan mobil nya keluar dari area parkir club.


Jessica hanya diam tidak ada respon apapun untuk menimpali sikap Harlan


permainan semu, berakhir semu juga.


seperti menggapai sebuah fatamorgana, seperti kisah yang tak pernah mencapai ujung nya.


"


...to be continued......

__ADS_1


__ADS_2