
Diana tersenyum malu sadar mereka bersikap mesra di depan mamahnya dan Aniara.
"waah..wangi apaan nih, seperti nya enak" tetiba mamah Eva muncul.
"pagi mam"sapa Adrian dan yang lainnya"
"pagi semua nya" sahut Eva
"jadi tidak enak nih,tamu sarapan duluan" ucap Ayu tak enak hati
"eh, nggak apa-apa besan,malah saya minta maaf karena terlambat.kan nggak mungkin semua nya nunggu saya, bisa-bisa perutnya lapar" balas Eva juga tak enak hati.tak lama datang Rudi dan Devan bersamaan.
"seperti nya pagi ini meja makan kita penuh nih"
"pagi papah" sapa Adrian dan Diana
Rudi tersenyum merespon sapaan Anggota keluarga nya.
"Reno mana?" tanya Eva mencari Reno belum juga datang untuk sarapan. tak lama yang di bicarakan datang.
"aku di sini mam"Reno dengan gaya khas nya yang cuek dan dingin berjalan santai lalu menarik kursi dekat meja makan di sebelah Aniara.
"good morning Jully"sapa Reno setengah berbisik di telinga Jully
membuat gadis itu sedikit menjauh kan wajah nya karena wajah Reno terlalu dekat.dengan tenang nya pria itu tersenyum tipis merespon sikap Jully. tak sadar menjadi perhatian oleh anggota keluarga nya yang ada di meja makan Jully tersenyum canggung sedang kan Reno bersikap santai walaupun ekor matanya melirik ke arah Diana. gadis itu terlihat acuh tak peduli. sibuk mengoleskan selai strawberry kesukaan nya ke atas selembar roti tawar di tangan nya.
"sayang, ikut mamah ke mal ya" pinta Eva ke Diana memecah kecanggungan di meja makan.
"hum? oh iya mam boleh,mamah Ayu Aniara ikut?" ajak Diana.
"oh,iya besan ikut? Aniara juga?"tanya Eva
Aniara dan Ayu saling pandang.
"boleh" balas Ayu menyetujui
"kamu ada waktu Adrian?" tanya Eva
"kenapa mam?"
"Antar kami nanti ya, mamah nggak mau di anter supir"
"baik lah mam, aku bisa" ucap Adrian menyanggupi. walaupun ragu karena dia sedang ada pertemuan di perusahaan tapi bisa di tunda lah pikir Adrian begitu.
tapi baru saja berpikir seperti itu
Drrtt..
__ADS_1
Drrrtt
ponsel nya yang ada di saku celana nya bergetar.
Adrian pun menerima panggilan telepon nya.
"ya, Brandon? oh oke kalau begitu aku akan segera datang"
ucap Adrian menjawab panggilan telepon nya pada Brandon.
lalu memutuskan panggilan telepon nya.dan..
"maaf mam, seperti nya aku tidak bisa mengantar kalian" ucap Adrian dengan nada kecewa dan tak enak hati.
"mm..ya sudah nak, urusan perusahaan lebih penting pergilah"
"biar aku saja yang mengantar kalian" ucap Reno tiba-tiba bicara .
"baik lah kalau begitu kamu yang mengantar kami Reno" jawab Eva menyetujui.
Diana menatap Adrian seolah bertanya apakah Adrian mengizinkan nya pergi. karena Reno yang akan mengantar mereka.
Adrian mengangguk pelan dan tersenyum membalas tatapan istrinya.
"kalau begitu aku berangkat ya sayang, jaga diri mu ya" ucap Adrian lembut lalu mencium kening istrinya dengan sayang dan dalam membuat yang hadir di meja makan tersenyum simpul melihat kemesraan mereka terkecuali Reno pria itu langsung memalingkan wajahnya ketika Adrian sudah mendekat kan wajah nya ke Diana.
"malang sekali nasib mu Reno*batinnya.tersenyum getir.
"aku berangkat ya sayang, aku permisi semuanya" ucap Adrian yang di angguki oleh semua nya.
________
di kantor pengacara Harlan Fadhillah SH.
Harlan yang sedang sibuk dengan setumpuk berkas yang ada di atas meja kerja nya tidak memperdulikan Jessica yang terus-menerus mengoceh meminta pertolongan pada Harlan.
"Har! kamu mengabaikan aku sih?!" ucap Jessica dengan nada tinggi.
BRAKK!
Harlan menggebrak meja kerja nya hingga Jessica terkejut dan hampir berdiri dari duduknya.
"sialan kau Harlan!! buat aku kaget saja!"
Harlan mengendur kan dasi nya dan membuka satu kancing kemeja nya
menatap tajam ke arah Jessica.
__ADS_1
"apa mau mu Jessica?!"
"aku mau kamu membantu ku"
"bantu apa lagi ha?!"
"aku mau Adrian hancur dan si ****** DIana menderita"
Harlan tergelak geli mendengar ucapan Jessica.
"ya ampun Jessica... apa kamu tidak kapok ha?! kamu tahu siapa yang kamu ganggu itu ha?! Adrian itu keluarga Dari Abimanyu.. pengusaha terkenal dan berpengaruh di negara ini, bahkan di luar negeri, sekarang kamu berani-beraninya mau berulah untuk menyinggung mereka, tidak mati saja kamu sekarang mestinya sudah bersyukur paham kamu!!?"
jelas Harlan tak habis pikir dengan niat Jessica yang tidak ada takut nya atau bisa di bilang sudah gila tidak mengukur kemampuan siapa yang sedang dia lawan.
"aku tidak peduli dia siapa yang penting aku mau lihat mereka hancur dan menderita!" geram Jessica.
"tapi aku masih peduli dengan hidup ku, aku masih sayang dengan dengan karir ku, aku tidak akan menyinggung keluarga Abimanyu, dan perlu kamu ketahui, apa kamu yakin yang menyebarkan video mesum mu itu adalah Adrian ha? aku rasa bukan!"
"itu pasti Adrian sialan itu yang menyebar kan video itu siapa lagi, karena dia mau balas dendam pada ku" Keukeh Jessica.
Harlan tergelak merespon ucapan Jessica.
"bodoh, benar-benar wanita bodoh!! apa kamu sudah cek website sumber si penyebar video mesum mu ha?! itu berasal dari luar negara ini!"
"HARLAN!!!" pekik Jessica tak terima dirinya di bilang bodoh.jessica berdiri dan
BRAKK!
kali ini Jessica yang menggebrak meja kerja Harlan.membuat pria itu kaget hingga menarik mundur tubuh nya.
"perempuan sinting!! pergi kamu dari hadapan ku!, nggak Sudi aku melihat mu lagi, kamu telah menjebak ku, Manarik aku ke permasalahan mu yang sangat rumit!!"
"bedebah kau! setelah puas menikmati tubuh ku, sekarang kamu mau membuang ku ha?!" ucap Jessica tak terima.
Harlan tersenyum miring mendengar ucapan Jessica.
"oh ya? apa hanya aku saja yang menikmati tubuh mu ha? bukan kah banyak lelaki yang sudah menikmati tubuh Jessica? jadi kamu minta tolong lah pada lelaki yang sudah kamu kasih tubuh mu itu, bukan hanya aku saja yang kamu cecar cuih! bisa-bisa nya Diana kamu bilang wanita ******, bukan kah kamu yang paling tepat menyandang gelar itu!?" ucap Harlan menatap remeh Jessica.
"pergilah kau dari hadapan ku, aku menyesal telah mengenal mu, ternyata kamu tidak pernah mau menyesali perbuatan mu, dasar wanita murahan, pantas saja kamu di campakkan oleh Reno, aku tahu siapa Reno kamu bukan levelnya! dia bisa bersama mu karena jebakan mu, karena tanpa itu kamu bukan lah tipe nya" kata-kata Harlan terasa pedas dan menusuk, menghujam jantung Jessica wajah wanita itu merah padam mendengar kata-kata Harlan yang sangat menghinanya.jessica berdiri dari duduknya
"baik lah kalau begitu, kamu akan menyesal segala ucapan mu tadi Harlan, dan aku sendiri yang akan menghancurkan Adrian dan membuat Diana menderita"
setelah bicara seperti itu Jessica melangkah keluar dari kantor Harlan.
"kamu nanti yang akan menyesal Jessica... berani berurusan dengan keluarga Abimanyu!" teriak Harlan ketika Jessica hendak melangkah keluar.
*
__ADS_1
to be continued..