Namaku Diana

Namaku Diana
terpesona.


__ADS_3

saat ini Jully benar benar membutuhkan sebuah ruang untuk hati nya yang penuh dan sesak


gadis itu berjalan gontai ke arah kamar nya.menghempaskan tubuh nya kasar ke atas pembaringan kelopak matanya terbuka sayu menatap langit langit kamar


lelah jiwa,lelah pikiran kini yang sedang dia rasakan.hingga tak terasa perlahan sang mimpi menjemput dirinya menarik masuk ke dalam alam nirwana yang tak berujung.


memang terkadang kita selalu menyalahkan setiap kejadian yang terjadi, menyalahkan seseorang tanpa melihat dari segala sisi.sekalipun itu hal yang sangat menyakitkan serta yang memporak porandakan susunan kehidupan kita.yang seharusnya.


tapi kalau di pikir lagi, tuhan masih memberikan yang terbaik dalam kehidupan jully.walaupun itu bukan yang seharusnya yang dia dapat, tapi terlepas dari itu semua.jully mendapatkan kebahagiaan yang tak terhingga dari versi hidup nya saat ini.


______


setelah menenangkan diri selama tiga hari di apartemen nya. sore ini Jully akan melakukan perjalanan ke Indonesia bersama Reno.


untuk urusan proyek kerja sama perusahaan Jhonson corp dengan perusahaan perusahaan lain nya termasuk dengan BLUE SKY.saat ini Jully menyerahkan kembali pada papahnya dan di bantu oleh sepupu angkat nya Andreas.


gadis itu tampak sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjalanan panjang nya ke Indonesia kurang lebih sepuluh jam dirinya akan berada di dalam benda kapsul besi bersayap itu,menuju Jakarta. setelah merasa semua sudah siap, gadis itu melangkah menuju ke kamar mandi,untuk membersihkan tubuh nya berendam di bathtub dengan air hangat, memanjakan dirinya dengan aroma vanilla dari busa sabun sungguh menenangkan.di sandarkan tubuh serta kepalanya di bathtub dengan rilex nya matanya terpejam merasakan aroma terapi yang menyebar lepas masuk ke dalam penciuman nya.


hingga suara bel apartemen nya terdengar di tekan berkali-kali.


gadis itu membuka kelopak mata nya perlahan seketika wajah nya menjadi gusar karena suara bel yang tak kunjung berhenti.


"menyebalkan! siapa sih?! nggak sabaran banget!" gerutunya


yang akhirnya Jully harus menyudahi sesi berendam nya gadis itu beranjak dari dalam bathtub lalu dengan cepat menyambar bathrob bewarna putih yang tergantung di dalam kamar mandi nya.berjalan keluar menuju pintu apartemen nya yang sedari tadi bel nya berbunyi tak sabaran.


setelah Jully mencapai depan pintu di tarik nya handle pintu lalu


Cklekk.


pintu itu terbuka dan seorang pria tampan bermata jeli, bertubuh tinggi tegap berdiri kokoh di depan pintu apartemen nya dengan tatapan tajam terhunus ke arah Jully siapa lagi kalau bukan Reno.

__ADS_1


"kamu? bisa nggak sih, tekan bel sekali ajah" protes Jully tanpa dosa.


Reno tak bergeming dia masih diam menatap tajam Jully. perlahan pandangan Reno memindai tubuh Jully yang hanya memakai bathrob serta rambut panjang nya yang masih basah berarakan hingga menutupi saparuh wajah nya.mungkin karena dia tadi keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru.sampai-sampai tidak memperhatikan lagi penampilan nya yang memancing Reno untuk bersiul pelan kemudian tersenyum miring melihat pemandangan yang ada di depan nya Jully hanya memakai bathrob. dan Reno yakin di balik bathrob yang Jully pakai tidak ada lagi kain penutup alias polos.


sadar dengan tatapan Reno yang konyol terhadap dirinya.


"jaga mata mu Reno!" ucap Jully tidak senang.


"kenapa emangnya? apa aku harus menutup mata ku ha? apa kamu sudah terbiasa membukakan pintu untuk seorang lelaki hanya memakai jubah mandi mu ini ha?"


"enak saja kau,, ini karena aku tadi buru buru" sanggah Jully


tak di pungkiri Reno adalah pria dewasa dan jangan lupakan juga lelaki normal ketika melihat seorang gadis muda, cantik dan parah nya lagi wajah nya sama dengan mantan kekasih nya.hanya memakai jubah mandi tanpa ada kain yang lain yang menempel di tubuh gadis itu. dengan rambut yang masih basah tergerai bebas.membuat jiwa kelakiannya terpanggil untuk sekedar memandangi gadis yang terlihat menggoda di depan matanya.


karena tatapan Reno yang sedemikian rupa gadis itu memilih berbalik badan, berjalan cepat masuk ke dalam kamar nya.


pria 26 tahun itu hanya tersenyum tipis melihat tingkah Jully yang Reno yakini wajah nya merona karena malu.lalu Dengan santainya dan tanpa di suruh oleh sang pemilik tempat, pria itu melangkah santai masuk ke dalam apartemen Jully pandangan nya mengedar ke seluruh sudut ruangan apartemen Jully.


tak lama Jully keluar dari kamar nya sudah berpenampilan rapih dan cantik dengan rambut di kuncir kuda wajah nya di poles makeup tipis terlihat natural namun cantik.


wangi aroma vanilla dari tubuh Jully menyeruak masuk ke penciuman Reno.membuat pria itu memandangi wajah cantik Jully seperti terhipnotis.


diam terpaku.


Jully tersenyum tipis melihat wajah Reno seperti orang bodoh.


"dasar pria" gumam Jully.


kemudian gadis itu duduk di sofa tak jauh dari Reno duduk.


"aku haus" ucap Reno tiba tiba berkata haus karena tenggorokan nya kering Saliva nya habis di telan berkali-kali tadi.

__ADS_1


"apa?"tanya Jully


"aku haus Jully.. tolong beri aku air putih... sekali lagi Reno bicara meminta.


"oh, baik lah"


Jully Bangun dari duduknya berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum untuk Reno.mata jeli Reno terus memperhatikan gerak gerik Jully yang sedang menuang air dari dispenser.


"haruskah aku kembali pada rupa yang sama?" gumam Reno


Jully kembali dengan segelas air putih di tangan nya berjalan mendekati Reno.


"ini, minum mu.sepertinya kamu memang benar benar haus" ucap Jully Santai meletakkan segelas air putih di meja yang ada di depan Reno.


"iya, aku memang haus, karena rasanya gerah sekali udara di sini"


Jully memicingkan matanya mendengar ucapan Reno yang terasa ambigu.kemudian Reno meraih segelas air putih yang ada di atas meja itu.dan meminum nya sekali tenggak habis tak bersisa.


Pandangan Jully terpaku pada Jakun Reno yang bergerak turun naik di saat menenggak air putih tersebut.mata indah itu tak berkedip memandang nya.tiba tiba wajah nya terasa panas.


"oh, ya ampun, memang benar benar panas udara di sini" ucap Jully gugup kedua tangannya bergerak mengipas ke arah wajah nya.


"kenapa kamu? kamu kepanasan juga ha?!" tanya Reno tersenyum miring karena dia tahu tadi Jully memperhatikan dirinya minum dan dia sengaja memperlambat gerakan minum nya.


*kamu terpesona dengan Aku ternyata cih*


ucap Reno dalam hati


"


to be continued...

__ADS_1


terima kasih sudah mampir ke cerita saya 😊 jangan lupa untuk like n comen nya 😊🥰


__ADS_2