
Reno pun tersenyum puas karena berhasil membuat Diana mau menyantap makanan yang dia bikin susah payah. nampak Diana makan dengan lahap dua sandwich itu.
jujur, dalam hati nya Diana merasa kalau Reno benar benar masih ingat makanan kesukaan nya itu. dan memang dirinya sangat lapar sehingga dua sandwich itu habis di lahap nya dengan rakus.
" nampak nya kamu memang benar benar lapar sayang" Reno tersenyum pria itu melangkah maju mendekati Diana yang duduk di sofa.
Diana yang melihat Reno mendekati nya menjadi was was. mata gadis itu memperhatikan gerak gerik mantan nya itu.
tanpa permisi lagi Reno duduk di sofa tepat di samping Diana, dan tentu saja gadis itu dengan cepat menggeser duduknya menjauhi Reno untuk memberikan jarak dirinya dengan Reno. tapi sayang nya tangan Reno dengan cepat merangkul erat bahu Diana, menahan agar Diana tidak duduk menjauh dari nya.
" diam lah Ana,, mau kemana kamu" Reno menatap sendu wajah Diana.
" aku pingin ke toilet" elak Diana terlihat gugup
" benarkah?" selidik Reno membaca gelagat aneh Diana.
" iya beneran,,masa aku bohong sih.. kalau gak percaya, kamu mau ikut aku ke toilet?" Diana tak sadar efek ucapan nya itu.
" ayo,, dengan senang hati" dengan antusias Reno menerima tawaran Diana untuk bersama ke toilet.dengan senyum iblis nya Reno menatap Diana yang terlihat gelagapan. gadis itu merutuki dirinya sendiri karena berucap menantang Reno.
"dasar mesum!" Diana langsung bangun dari duduknya dan berjalan menuju ruang tempat buang hajat besar dan kecil yang ada di dalam kamar itu.
" kenapa sayang,, apa perlu aku antar ha?!" Reno dengan tatapan jahil nya pada Diana pria 25 tahun itu pun tergelak merespon tingkah Diana.
di dalam kamar mandi Diana tidak melakukan apa-apa melainkan dia hanya duduk di atas kloset duduk yang tertutup. Diana terdiam, otak nya sedang berpikir, bagaimana cara dia pergi dari tempat konyol ini, dan pergi dari cengkraman Reno.
" ya Tuhan tolonglah aku,, bagaimana mana aku harus pergi dari tempat ini" gumam Diana, kedua tangannya menutupi wajahnya.tubuh gadis itu bergetar karena menahan emosi sekaligus tangisnya.
tok
tok
" Ana..Ana.. kamu belum selesai?" terdengar pintu kamar mandi di ketuk pelan oleh Reno yang memanggil namanya. Diana pun kaget. dan buru buru dia memencet tombol keluar air dari kloset.seakan akan Diana menyiram kloset bekas buang hajatnya. dia tidak ingin Reno curiga kalau dia hanya duduk di kamar mandi.
"i_iya , sebentar lagi"
dan akhirnya Diana keluar dari kamar mandi. nampak Reno berdiri di depan pintu kamar mandi, dengan tatapan mata tidak terbaca ke arah Diana.
__ADS_1
" kamu tidur di dalam kamar mandi Ana?" cibir Reno.
Diana tidak merespon ucapan Reno.dia berlalu melewati pria itu yang masih diam berdiri di depan pintu kamar mandi.
" kamu sebaiknya tadi sekalian mandi Ana,,biar tubuh mu segar" Reno melangkah mengekori Diana menuju ke arah sofa.
"aku tidak ada baju salin" jawab Diana singkat lalu gadis itu menghempaskan tubuhnya ke atas sofa kembali.
sedangkan Reno nampak berjalan menuju lemari besar yang ada di kamar itu. dia membuka sebuah lemari pakaian yang besar nya sepanjang dinding sebelah kanan kamar itu. dan Reno nampak mengambil satu stel pakaian wanita dari lemari pakaian itu.lalu Reno mendekati Diana yang duduk di sofa
" ini pakaian mu,, apa kamu lupa sayang kalau ini tempat kita pulang, selama kamu dan aku di Surabaya dan tentu saja kamu menyimpan pakaian mu di sini" pria itu tersenyum dan memberikan satu stel pakaian ke pada Diana yang menatapnya dingin.
*sial aku lupa memang dulu aku selalu menyimpan baju ganti di tempat ini batin Diana.
"tidak, Aku belum mau mandi!" sahut Diana ketus.
padahal badan ku memang sudah bau keringat gini, rasanya pingin mandi tapi aku takut, lagi batin Diana berbisik.
" baik lah terserah kamu, tidak masalah bagi ku, kamu mandi atau tidak buat ku tubuh mu tetap.. Reno menjeda ucapan Nya menatap intens Diana.
" Reno, Aku ingin pulang.. orang tua ku pasti mencari ku karena aku belum pulang" pinta Diana dengan wajah melas.
" aku tidak peduli itu sayang,, sekarang yang terpenting bagi ku kamu berada di sisi ku saat ini, aku tidak mau kamu jauh dari ku Ana.. kamu harus tahu itu" ucap Reno dengan suara nya yang parau.
Reno mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu. dan melihat itu Diana memundurkan tubuhnya. tapi Reno kembali meraih pinggang ramping gadis itu dan menarik tubuh Diana hingga mendekat ke tubuh Reno.
" Reno mau apa kamu ha?!" mata gadis itu membola kedua tangannya menahan dada Reno agar tidak terlalu dekat dengan nya.tapi Reno terus menekan kuat tubuh Diana ke dalam pelukannya.lalu Reno mendorong tubuh Diana hingga gadis itu terbaring di sofa dan tubuh Reno sudah mengukung nya.
" Reno mau apa kamu!!! jerit Diana gadis itu melotot tajam menatap Reno yang sekarang berada di atas tubuh nya.
"mungkin aku harus menanamkan benih ku dahulu di sini agar bisa memiliki mu seutuhnya sayang" tangan Reno meraba perut rata Diana dengan seringai di wajah nya.
" tidak Reno! kamu jangan gila!! aku tidak mau kamu melakukan itu, lepaskan aku Reno!!" jerit Diana memohon. Diana menatap nanar mantan kekasih nya itu.
" tapi aku harus memiliki mu Ana.. kamu itu milik ku, bukan milik orang lain"
" kamu benar benar tidak waras! aku akan benar benar membenci mu seumur hidupku, kalau kamu melakukan nya Reno" DIana terus meronta-ronta dalam dekapan Reno yang terus tangan nya bergerak di tubuh Diana, seakan tidak peduli teriakan,kata permohonan dari mulut Diana. butiran bening akhirnya keluar dari sudut mata gadis itu.
__ADS_1
mata dan hati Reno rupanya sudah tertutup dengan gairah dan ambisi ingin memiliki kembali mantan kekasih nya itu.hingga akal sehat nya sudah tidak di pakai nya lagi.
Diana kembali terkejut karena Reno menggendong dirinya, dan membawa nya ke atas ranjang . tanpa di beri kesempatan untuk Diana bergerak Reno langsung mengukung tubuh Diana dan mencumbu gadis itu dengan Liar jeritan Diana seakan tidak terdengar di telinga Reno, pria itu terus bergerak perlahan tapi pasti.lalu Reno membuka kancing kemeja yang di pakai Diana.
" Reno tidak.... aku mohon pada mu,, jangan lakukan ini" gadis itu terus merintih, memohon pada Reno. dengan nafasnya yang tersengal sengal menatap nanar Reno yang juga menatap dengan sorot matanya yang berkabut gairah. dan tiba-tiba saja pintu kamar terbuka paksa.
BRAKK!!
suara tendangan keras membuat Reno menoleh kaget ke arah pintu,
dan pintu kamar itu pun terbuka lebar dua orang lelaki berdiri di depan pintu kamar satu dari lelaki itu langsung berlari maju dan langsung lompat ke atas ranjang tepat ke arah Reno, menarik paksa tubuh Reno yang masih berada di atas tubuh Diana.
BUG!
Bogeman mentah melayang ke wajah Reno bersamaan umpatan dari pria itu
"KEPARAT!!
"BAJINGAAAAN!!!
lalu dengan cepat pula pria itu menarik kerah baju Reno dan membanting nya ke lantai. Reno terkapar di lantai, ketika Reno hendak berusaha untuk berdiri, dengan sigap pria itu langsung menekan tubuh Reno dengan dengkul kaki kiri nya sedangkan tangan kirinya memberikan kembali Bogeman ke arah wajah Reno hingga tak ayal lagi darah segar mengalir di sudut bibir Reno, dan lebam di wajah tampan nya
Diana menutup mulutnya dengan kedua tangannya matanya membulat sempurna melihat kejadian yang ada di hadapannya ini. dia merasa lega karena Adrian datang. hingga dia selamat dari cengkeraman Reno, Diana juga sangat takut dengan kekalapan Adrian yang membabi buta mengajar Reno, yang notabene nya adalah adik nya sendiri. ternyata Adrian yang datang. wajah pria itu merah padam, kemarahan nya sudah di ubun-ubun melihat calon istri nya akan di perkosa oleh adik nya sendiri. hingga dia menjadi kalap, menghajar habis habisan Adik lelaki nya itu, tanpa ampun. Diana tidak percaya apa yang di lihat nya sekarang,dua lelaki bersaudara, satu darah. baku hantam karena dirinya. mungkin pertama Reno masih tidak bisa melawan hantaman dari Andrian, karena tubuh nya masih belum pulih dari hasrat gairah yang menguasai dirinya, hingga badan nya lemas karena kaget.tapi kelamaan akhirnya Reno bisa menguasai dirinya dan bisa meladeni hantaman pukulan dari kakaknya itu. dan
BUG!
Reno menendang keras perut kakak nya hingga Adrian terjungkal jauh ke belakang . mereka berdua adalah lawan seimbang sebenarnya.karena kedua nya sama menyandang sabuk hitam taekwondo.karena Ayah nya Rudi sudah mendidik keras dan disiplin kedua anak lelaki nya itu, salah satu nya dengan bela diri taekwondo dan masing-masing Reno maupun Adrian memegang sabuk hitam. Reno memperlihatkan senyum iblis nya menatap sinis Adrian yang terjungkal karena tendangan bebas nya. Reno mengusap sudut bibirnya dengan jari jempol nya yang terasa anyir dengan darah.
" kamu telah mengganggu kegiatan ku kak, karena aku akan menanamkan benih ku pada kekasih ku!" Reno tertawa sinis ekor matanya melirik ke arah Diana. yang masih duduk di atas ranjang dengan wajah yang pucat.
" bajingan kamu Reno!! dia itu calon istri ku, calon kakak ipar mu, bukan kekasih mu!" dengan mata merah Adrian bangkit berdiri tangan kiri nya memegang perutnya yang tadi di tendang Reno.
wah bisa mati konyol ini urusan nya kalau begini, dua lelaki bersaudara ini, kalau gak ada yang melerainya.karena dua lelaki bersaudara ini lawan yang seimbang.
dengan kedua postur tubuh mereka yang sama-sama tinggi tegap tentu nya. benar benar gen unggul dari papah Rudi.
🥴
__ADS_1
* ** T B C ***