Namaku Diana

Namaku Diana
level teratas.


__ADS_3

"kamu sudah bangun rupanya sayang" sapa Adrian yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrob, dengan kedua tangannya sedang mengeringkan rambut basah nya dengan handuk kecil. berjalan ke arah sofa yang ada di dalam kamar itu.


Diana tersenyum melihat suaminya.


"iya,tau-tau udah di atas ranjang" ucap Diana dengan polosnya.


"wah, hebat sekali ya, beberapa waktu yang lalu kamu sedang tidur di dalam mobil, sekarang sudah ada di atas ranjang"


lalu Adrian duduk di sofa serta menyandarkan tubuhnya pada sofa, menatap istrinya yang duduk bersandar di headboard ranjang.


"seperti nya ada yang nggak iklas nih"


cibir Diana melirik tajam Adrian.


Hahaha.. Adrian pu tertawa lepas


tak tahan dari tadi dia menahan tawanya.


"aissh!" Diana mencebik bibir nya.


Adrian berdiri, kemudian melangkah mendekati Diana, lalu duduk di sisi Diana di tepi ranjang.


Adrian menatap dalam dalam wajah cantik istrinya itu.terlihat ada sesuatu yang aneh dari tatapan Adrian.


Diana yang menyadari itu.


"ada apa mas? apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan?!" tanya Diana dengan penuh selidik.


"sayang.. kalau sudah begini, aku.. Adrian tidak melanjutkan ucapannya.


dan Adrian terlihat sedikit gugup dengan pertanyaan istrinya.


"ternyata benar? ada sesuatu yang kamu sembunyikan mas?"


Diana langsung to the poin karena sikap Adrian yang gugup seakan menjawab seolah benar.


"katakan mas! ada apa? kalau sudah begini aku jadi penasaran"


cecar Diana menatap tajam Adrian, kemudian kedua tangannya menggenggam erat tangan kokoh suaminya itu.


bukan nya menjawab pertanyaan istrinya, Adrian melepas genggaman tangan Diana.


"mas?!" Diana kaget Adrian malah melepaskan tangan nya.


"sebentar sayang"


Adrian berdiri dari duduknya dan berjalan menuju arah celana jeans yang barusan dia pakai, yang dia letakkan begitu saja di atas sofa. kemudian dia ambil celana jeans tersebut, satu tangannya merogoh kantong saku celana itu ternyata Adrian mengambil ponselnya.


Diana yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik suaminya dengan tatapan aneh.


lalu Adrian kembali melangkah mendekati istrinya.duduk di sisi Diana, sedikit ragu Adrian membuka layar ponselnya nampak Adrian mencari sesuatu di folder ponsel nya.

__ADS_1


Diana hanya diam menunggu apa yang akan di sodorkan pada nya.


melihat raut wajah Adrian yang sangat serius.tak perlu menunggu lama, Adrian memberikan ponselnya pada istrinya.


"lihat lah" ucap Adrian dengan nada hati-hati memberikan ponselnya, menunjukkan sebuah video pada istrinya dan Diana mengambil ponsel suaminya itu.


"video?"


"iya"


"video apa? kamu jangan macam-macam ya mas?!" Diana sudah tegang duluan belum lagi lihat video itu.


"sayang, lihat dulu video nya.. baru kamu bicara, tapi tolong.. aku harap kamu bisa berpikir jernih setelah melihat video ini" ucapan Adrian tambah bikin hati Diana was was


menatap lekat wajah suaminya itu.


lalu perlahan Diana meng, klik video yang ada di ponsel Andrian.


sedetik.


dua detik.


mata Diana terbelalak satu tangan nya menutup mulutnya.sudut matanya nampak sudah menggenang cairan bening yang siap turun.


melihat reaksi Diana yang seperti itu Adrian panik, langsung menangkup wajah istrinya itu.


"sayang... tolong tenang.. aku terpaksa harus memperlihatkan video ini ke pada mu, aku tidak ingin kamu mengetahui nya dari orang yang ingin menghancurkan hubungan kita"


dan setelah selesai, Diana menatap nanar Adrian.menyeka kasar buliran bening yang sempat jatuh membasahi pipinya.


"terus pada malam itu kamu kemana?


kenapa tidak pulang?! bukan kah harus nya dalam keadaan seperti itu kamu butuh pelampiasan?!


dan di rumah mu ada istri mu!!


kemana kamu mas??!!"


ucap Diana histeris,


ternyata apa yang di usulkan oleh pria gila itu ( Brandon) benar, mestinya dirinya pulang menemui istrinya.bukan akhirnya dapat penyiksaan dari Brandon dengan di gantung di tengah tengah kolam renang lalu di jejali air lemon. hingga lemas kehabisan tenaga.walaupun itu berhasil membuat dirinya terlepas dari pengaruh obat Perangsang yang sangat hebat. sialan kau Brandon!


batin Dirinya benar benar tersiksa malam itu hampir mati.


"mas pulang ke apartemen Brandon, mas berpikir kalau pulang menemui diri mu dalam keadaan di bawah pengaruh obat sialan itu, aku takut akan menyiksanya mu sayang" ucap Adrian pelan.


"menyiksa ku? maksud mu?"


"kamu tahu sendiri kan.. di video itu aku sedang dalam pengaruh obat Perangsang.dan kamu tahu? bagaimana tenaga orang yang bercinta dengan pengaruh obat sialan itu kamu mau merasakan nya hm?"


tanya Adrian dengan nada menggoda istri nya matanya menatap nakal.

__ADS_1


"ma_mana aku tahu! memang nya aku pernah menghadapi orang seperti itu!?


eh! apa kamu pernah melakukan nya dalam keadaan pengaruh obat sialan itu ha!!?" tiba-tiba Diana meradang menatap tajam Jari telunjuk nya mengarah ke wajah Adrian.


tentu saja membuat Adrian gelagapan.dengan tuduhan istrinya itu.apalagi wajah nya di tunjuk tunjuk oleh istri nya.dengan cepat Adrian menggenggam jari telunjuk istrinya yang mengarah ke wajah nya, lalu meremas nya lembut, dan mengecup lembut jemari lentik milik istrinya.


membuat Diana meremang, lalu dengan cepat menarik tangan nya dari genggaman suaminya.


Adrian tersenyum berhasil membuat istrinya bereaksi dengan sentuhan nya tadi.terlihat dari wajah Diana yang memerah.dan memalingkan wajahnya.lalu perlahan Adrian meraih dagu istri nya itu agar kembali menghadap ke arah nya.


"sayang... tentu aku tidak pernah melakukan nya Dengan siapapun, apa lagi dalam keadaan pengaruh obat sialan itu.. tidak pernah"


ucap Adrian lembut membantah tuduhan istrinya.


"oh ya? lalu kok kamu bisa tahu efek obat sialan itu?"


"ya.. aku tahu dari orang yang pernah melakukan nya" jawab Adrian dengan entengnya.


"benarkah? siapa?"tanya Diana wajah penasaran nya.


"Brandon" jawab Adrian singkat dan jelas.


membuat mata DIana membola.


"Brandon? benarkah!? astaga.. kok bisa?!" cecar Diana membuat Adrian menjadi risih untuk menjawab nya.


"iya, waktu itu dia dikerjai oleh ***_*** yang terus mengejar nya.karena hamil dengan orang lain, wanita itu menginginkan Brandon yang bertanggung jawab atas kehamilan nya.tentu saja wanita itu salah sasaran, kamu tahu pria gila itu tidak mudah di tipu" jelas Adrian panjang lebar terpaksa dia menceritakan aib sang asisten gila nya itu, kalau tidak..dia akan kena amuk istrinya, karena masalah obat sialan itu.


Diana hanya diam, setelah mendengar kan penjelasan dari suaminya walaupun Brandon yang menjadi contoh cerita.Diana menatap lekat wajah tampan suaminya.


"apa maksud semua dari perbuatan Jessica ini mas? kenapa dengan kejam nya dia berbuat menjijikkan seperti itu..andai saja kamu datang sendiri,Andai saja Brandon tidak masuk tepat waktunya ke ruangan itu... aku..aku.. tidak tahu harus bagaimana"


Diana langsung memeluk erat tubuh suaminya itu menangis di dalam pelukan suaminya.dirinya merasa kan ketakutan yang amat sangat terlihat tubuh nya bergetar hebat di dalam pelukan suaminya karena tangisnya.


Adrian membalas pelukan istrinya itu tak kalah erat nya. pria itu terdiam.dalam hatinya bercampur segala perasaan, antara sakit melihat istrinya menangis karena tersakiti oleh kejadian itu.


emosi karena dendam dengan perbuatan Jessica dan parah nya lagi yang di dukung oleh Harlan orang yang dia kenal baik, juga menipu nya dan ikut menjebak nya.Adrian mengecup lembut surai milik istrinya yang berada di pelukan nya.berusaha memberikan ketenangan pada istri nya.


tanpa Diana ketahui wajah Adrian merah padam, matanya memerah.


karena amarah nya yang sudah level teratas.


*kamu harus membayar semua ini ja_lang!* batin Adrian.


"


"


to be continued.


hai para reader.. jangan lupa untuk like n comen nya ya 😊😊.

__ADS_1


__ADS_2