
ponsel Diana bergetar di dalam slingbag nya kemudian dia lihat siapa yang menelepon nya
" Adrian?" ucap Diana pelan
" kenapa kamu liatin ajah ponsel mu itu? gak di jawab?" tanya Devan heran Diana hanya menatap layar ponselnya yang berdering tidak menjawab panggilan telepon nya.
" ah gak penting amat lah biarin ajah" ucap Diana acuh.
" siapa yang telpon mu ?"
' teman" sahut Diana
" pria?" selidik Devan
" iya" ucap Diana jujur
" kamu sudah makan na?" tanya Devan
" kebetulan belum mas" sahut Diana bahagia dapet tawaran makan dari Devan.
" kalau begitu kita cari cari makan, apa kamu tahu tempat makan yang enak di daerah sini?" tanya Devan.
" tau dong pastinya" ucap Diana lalu Diana dan Devan pun beranjak dari kantin mbak Sumi, setelah membayar untuk teh hangat nya.
" makasih ya mbak..saya permisi" ucap Diana sebelum keluar dari kantin mbak Sumi.
" iya non.. makasih juga sudah mampir ke kantin mbak,apa lagi bawa yang ganteng ganteng gitu.. bikin mbak semangat 45!" seloroh mbak Sum dengan senyum lebar nya.
" siap mbak!" sahut Diana semangat dengan mengacungkan jempol nya, dan mereka pun berlalu dari tempat itu, menuju mobil Devan yang terparkir di depan gerbang kosan Diana.
Diana pun mengajak Devan untuk mencari tempat makan.
dan setelah mereka selesai makan, Devan pun mengantar kembali Diana pulang ke kosan nya.
menjelang sore. Diana dan Devan keluar dari mobil nya.
__ADS_1
" mas mau balik ke hotel dulu untuk bersih-bersih badan.setelah itu langsung cek out dan balik langsung ke Surabaya" pamit Devan.
" baik lah mas hati hati ya di jalan" ucap Diana sambil meraih tangan Devan lalu mencium punggung tangan Devan,
" ya, kamu juga hati hati,jaga dirimu baik-baik, dan jangan lupa Minggu depan kamu harus pulang ingat!" di usap nya lembut pucuk rambut Diana dengan rasa sayang.
" iya mas.... aku akan pulang, apalagi hari itu hari ulang tahun bunda" ucap Diana pelan dengan bibirnya sedikit manyun.
melihat itu Devan pun tergelak.
" bagus kalau kamu ngerti, ya sudah mas pergi" kemudian Devan masuk ke dalam mobilnya,
dan mobil itu pun melaju menjauh terus hingga hilang dari pandangan mata Diana yang memandang sendu kepergian kakak lelaki nya itu.
" oh lagi sibuk ya? sampai telpon aku,chat aku tidak kamu balas?" ucap Adrian tiba-tiba saja datang menyapa dari dalam mobilnya yang baru tiba dan berhenti di depan Diana, yang bikin jantung Diana seakan mau loncat karena terkejut dengan kedatangan Adrian yang tiba-tiba saja.
" my God... Adrian! kamu bikin aku kaget ih!" sentak Diana sambil tangan kanannya memegang Dadanya.sedangkan Adrian menatap Dingin gadis itu, dengan pandangan yang tak terbaca.
lalu Adrian keluar dari mobilnya, mendekati Diana, " ayo ikut aku" Adrian menarik tangan Diana membimbing nya untuk masuk ke dalam mobil nya. dengan masih dalam mode terkejut nya Diana hanya menurut saja ajakan Adrian,dia pun masuk ke dalam mobil Adrian.
ketika Menyadari dirinya berada di dalam mobil Adrian Diana bingung.setelah mobil Adrian melaju jalan.
" mau kemana kita Adrian? mau kemana kamu membawa ku?" ucap Diana menatap tajam ke arah Adrian.
" pasang seatbelt mu Diana" ucap Adrian, melirik ke Diana yang belum memasang kan seatbelt nya. kemudian tatapan mata nya
lurus ke depan jalanan.
" tidak mau! ada apa dengan mu Adrian dengan tiba-tiba menyuruh ku masuk ke dalam mobil, dan membawa ku kemana, kamu gak bilang, hentikan mobil nya! aku mau turun, aku lelah Adrian..... ucap Diana dengan nada suara turun naik.
cittt
Adrian dengan tiba-tiba mengentikan laju mobil dan menepikan mobilnya.kemudian dia menarik tubuh Diana ke atas pangkuan nya.
AAWW.... teriak Diana sangat kaget sekaligus jantung nya terasa mau copot, karena Adrian menarik tubuh nya ke atas pangkuan Adrian, dan sekarang dirinya benar benar tidak berjarak dengan pria ini, kedua tangan Diana menekan dada Adrian untuk menahan nya agar tercipta jarak di antara nya.
__ADS_1
" a.. apa, mau apa kamu Adrian?" ucap Diana matanya membulat menatap Adrian.
sedangkan Adrian tersenyum tipis menatap lekat gadis yang ada di pangkuan nya.
" siapa lelaki tadi?" ucap Adrian pelan sambil tangan kanannya membelai lembut rambut Diana.
" lelaki yang mana?" sejenak Diana bingung dengan pertanyaan Adrian.
" oooh itu, lelaki itu? apa kamu melihat nya Adrian?" ucap Diana santai tersenyum menatap Adrian.
" kamu kok dengan santai ngomong nya sih?" ucap Adrian menyentil pelan kening Diana.
"auw.. sakit" Diana mencebik bibinya.
" kamu cemburu Adri?" ucap Diana menatap heran.
" menurut mu?" ucap Adrian lirih dan terus mendekat kan wajah nya terus, ke wajah Diana, sehingga Diana terus memundurkan tubuhnya hingga hampir berbaring di atas stir kemudi dan... tiiin... tubuh nya menekan tombol klakson mobil Adrian, dan refleks Diana menarik tubuh nya menimpa tubuh Adrian, kesempatan itu tidak di sia sia kan oleh Adrian untuk menyambar bibir merah Diana.
hmmmff.. Ad.. Diana berusaha bicara tapi sialnya bibinya sudah di bungkam dengan bibir tebal Adrian, dengan gairah yang bercampur marah karena cemburu menjadi satu. membuat Adrian melahap rakus bibir Diana, tanpa memberikan kesempatan Diana untuk protes. " Ad.. hhh.. suara desah nafas Diana tersengal sengal, kemudian kedua tangan Diana berusaha mendorong bahu Adrian dengan sekuat tenaga. " Adrian haaah"
ciuman itu akhirnya terlepas dan Diana menghela nafasnya yang memburu, menatap sayu Adrian.begitupun dengan Adrian menatap Diana dengan tatapan matanya yang berkabut.
" Adrian cemburu mu buruk sekali!" ucap Diana lirih " lelaki itu kakak ku Devan, datang dari Surabaya di suruh ayah agar aku pulang Minggu depan' ucap Diana menjelaskan ke Adrian, kemudian Diana mengusap pelan wajah tampan Adrian yang berkeringat, walaupun AC mobil menyala tapi keadaan tadi menjadi mereka berkeringat.
" kakak mu? benarkah?" ucap Adrian pelan membalas sentuhan Diana dengan mengusap bibir gadis itu dengan jarinya perlahan, dengan tatapan matanya tertuju pada bibir gadis itu.
Adrian bicara tanpa mengalihkan perhatiannya ke bibir mungil Diana. dia terus menyentuh bibir gadis itu perlahan, membuat Darah DIana mendesir hebat.
" i..iya dia Kakak ku Devan" ucap Diana terbata
dan menepis tangan Adrian yang berada di bibirnya, tapi bukan nya di lepaskan, tangan Adrian meraih dagu Diana dan bibir itu kembali menyatu dengan bibir Adrian, Sapuan Sapuan lembut Adrian membelai lembut setiap inci bibir gadis itu hingga mengexplor hingga kedalam, dan terus menerobos mencari kehangatan di dalam mulut gadis itu,tak sampai di situ tangan Adrian mencoba menjelajah ke punggung mulus Diana dibalik tisert yang di pakai Diana.membuat Diana terkesiap " Adrian " ucap Diana lirih di sela pautan bibir Adrian. tangan nya menahan tangan Adrian yang mencoba menjelajah ke dalam pakaian nya.
"
" T B C.
__ADS_1