
Eva melepas pelukannya pada Adrian, wanita paruh baya itu beralih memeluk hangat Diana.kemudian melepaskan pelukannya, dan merangkul Diana, membawa nya ke ruang keluarga.
"mamah senang kamu berkunjung kesini, sudah satu bulan pernikahan kalian tapi baru sekarang kalian berkunjung, itu pun karena papah Rudi memanggil Adrian kesini"
Eva sedikit merajuk dengan wajah nya di buat memelas.mendengar kata mamah Eva, Adrian datang karena di panggil oleh papah Rudi,Diana langsung menatap tajam ke arah suaminya. seakan dari tatapan nya itu bertanya pada Adrian apa benar dia kesini karena di panggil oleh papah Rudi, dan kenapa Adrian tidak ngomong ke dirinya.Adrian hanya tersenyum dan mengangkat ke dua bahunya, merespon tatapan tajam istrinya itu.
"sudah, sudah, gak usah di permasalahkan..mamah tahu kalian itu sibuk dengan urusan kalian masing masing" ucap Eva tiba tiba seakan tahu arti saling tatap anak dan menantunya itu.membuat Diana tersenyum kikuk.
di ruang tengah sudah ada Rudi duduk santai sambil menikmati tayangan sepakbola di televisi walaupun sesekali lelaki yang sudah berusia 65 tahun itu berteriak karena keseruan.
"ya ampun pah, suara teriakan nya sampai kedengaran ke luar loh" ucap Eva lalu ikut nimbrung, duduk di samping suaminya.
di ikuti oleh Adrian dan Diana duduk berseberangan dengan kedua orang tua nya karena sofa nya itu berbentuk L.
"lawan mana nih pap?" tanya Adrian yang ikut nonton sepakbola salah satu channel di televisi swasta.TV ber, layar besar yang menempel di dinding kini menjadi perhatian anak dan bapak itu, hingga mengabaikan dua wanita yang ikut duduk di samping dua lelaki beda usia itu.
"Praya lawan Praba"ucap Rudi(nama klub bola di samar kan tidak memakai nama klub yang sebenarnya takut menyinggung fans fanatiknya 🙏)
"wah, Seru nih,praba lawan yang kuat"
"nggak lah, Praya pasti unggul dari Praba"ucap Rudi meyakinkan dirinya sendiri.
"oh begitu ya pap" sahut Adrian tersenyum tipis tidak tidak mau merusak mood papah nya.
"hmm" Rudi hanya ber gumam.matanya tetap fokus ke layar televisi.
kalau begitu gimana kalau kita taruhan pap?" tantang Adrian tersenyum alisnya turun naik.
"boleh!! siapa takut!" ucap Rudi semangat dan yakin.
"oke kalau begitu, papah tahu kan, apa taruhan nya! seperti biasa ya pap!" tantang Adrian sekali lagi menegaskan apa jenis taruhan nya.
"oke!! siapa takut!" Rudi dengan semangat menyanggupi tantangan Adrian.
kedua pria yang berbeda usia itu asik dengan tontonan nya, hingga terus berteriak, sampai sampai Rudi mengumpat saking kesalnya karena klub favorit nya praya gawang nya kebobolan, sedangkan Adrian mentertawakan papah nya yang kesal karena kalah taruhan dengan Adrian yang memihak klub Praba
__ADS_1
mau tahu apa yang menjadi taruhannya pemirsah? yang kalah membuka baju nya satu persatu, hingga hanya memakai celana boxer nya saja.dan sekarang Rudi sudah melepas kaosnya. pria itu kini bertelanjang dada.dan itu membuat Diana membelalakkan matanya, karena terkejut seorang Rudi yang biasanya dia kenal diam, tidak banyak bicara, berwibawa.seketika imej itu lenyap sudah entah ke mana,
karena yang Diana lihat sekarang ini pria itu terus berteriak seru, kadang mengumpat,terbawa alur permainan sepak bola yang sedang di tonton nya bersama Adrian. yang parah nya meladeni keseruan papah nya itu.
Diana jadi salah tingkah dan malu sendiri melihat papah mertuanya yang bertelanjang dada karena kalah taruhan dengan Adrian. walaupun umurnya sudah senja, tapi tubuh pria tua itu masih kelihatan kekar terawat, istilah lain nya, masih kelihatan hot!
Eva hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan bapak sama anak yang tidak berubah kalau urusan taruhan.
"seperti nya Suami ku lupa niat nya memanggil Adrian kesini"gumam Eva.Rudi melirik istrinya karena mendengar ucapan istrinya itu walau pelan.dan permainan sepak bola pun berakhir, dan yang jadi pemenang nya adalah klub pilihan Adrian Praba.otomatis Rudi kalah taruhan dan sesuai peraturan Rudi harus melepaskan seluruh pakaiannya, kecuali ****** ***** nya.
Adrian gelisah, merutuki dirinya sendiri karena papah nya akan melepaskan pakaian nya di depan nya sedangkan ada istri nya di dekat nya.
melihat raut wajah Adrian yang khawatir Eva mengulum senyum mengerti.
"ayo Ana,kita kedapur bantu Mamah menyiapkan makan malam bersama bi ipah"
Eva menarik pelan tangan Diana untuk ikut ke dapur.sekaligus menghindari kelakuan gila anak sama Bapak.yang sedang bertaruh.
"oh, baik mam"sahut Diana
Diana pun mengerti dan mengikuti langkah mamah mertuanya ke dapur.
Rudi benar benar melepaskan semua pakaiannya di depan Adrian, karena kalah taruhan. dengan wajah masam nya. Adrian tersenyum lebar merasa puas melihat klub kesayangan papah nya kalah.
"praya susah untuk menang kalau lawan Praba pah"
"aah gak bisa! karena Praba maen nya kasar itu!" sungut Rudi tidak terima Adrian merendahkan klub favorit nya.
"loh, enggak lah, memang sudah segitu kemampuan mereka! bukti nya,bisa papah lihat, kan hasil nya?!" sanggah Adrian tak mau kalah.
Adrian terkekeh geli melihat papah nya yang terus menyangkal tak mau kalah.dan dia terus tersenyum lebar melihat papah nya sudah tidak berpakaian lengkap lagi hanya memakai ****** ***** saja.kemudian Rudi berlalu begitu saja meninggalkan Adrian menuju arah kamar nya di lantai dua dengan hanya memakai ****** *****.
"tunggu! ada yang papah mau bicarakan nanti Adrian! sekarang papah mau mandi dulu" ucap Rudi sedikit lantang sambil terus berjalan menaiki anak tangga tanpa menoleh ke arah Adrian.
"siap pah!" teriak Adrian karena papah nya sudah menjauh.
__ADS_1
tak lama Diana dan Eva kembali dari dapur.
"kalian istirahat lah dulu sana, Adrian bawa istri mu ke kamar mu"
"iya mam" sahut Adrian.
mamah Eva kemudian naik ke lantai dua menyusul suaminya.
Diana berjalan mendekati suaminya dan duduk di samping suaminya itu.
"astaga mas... aku baru tahu sisi lain keluarga mu ini"ucap Diana matanya membola.
"ya, begini lah kami, para pria keluarga Abimanyu kalau sedang kumpul, banyak ide gila kalau sudah menyangkut soal taruhan, apa lagi dulu waktu Reno kalah taruhan lebih parah lagi, di leher nya di gantungin dua buah durian pake tali plastik, tanpa memakai baju"mata Adrian nampak berembun, mengingat kisah keseruan nya bersama adik lelaki nya itu.
hatinya merasa sedih,bila mengingat pertikaian nya dengan Reno karena seorang perempuan.
"mas"lirih Diana tangan nya meraih lengan kokoh suaminya merapatkan tubuhnya dengan tubuh suaminya, lalu Adrian melebarkan tangan kanan nya dan merangkul mesra istrinya. hati Diana merasa tercubit mendengar Adrian menyinggung nama Reno yang notabene nya adalah mantan kekasih nya.
"ya, sayang?"
"apa kamu menyesal karena telah bertikai dengan adik mu karena diriku?!"tanya Diana lirih terdengar.
"tidak, karena ini sudah menjadi pilihan ku, pilihan untuk kebahagiaan hidup ku, karena aku juga berhak untuk bahagia" ucap Adrian lalu mencium kening Diana.
"apa kamu bahagia sekarang dengan ku?" tanya Diana lagi.
"untuk saat ini aku meyakini pilihan ku, aku bahagia dengan pilihan ku.dan kebahagiaan aku adalah kamu sayang, semoga tuhan selalu menjaga cinta kita agar selalu utuh, dan kebersamaan kita hingga akhir hayat nanti"
hati Diana merasa tentram mendengar ucapan suami nya.
"baik lah, sebaiknya kita istirahat di kamar ku sayang" Adrian melepas pelukannya pada istrinya dan menatap lekat wajah istrinya, lalu berdiri dan menarik pelan tangan istrinya.
"
"
__ADS_1
"
to be continued.