
"iya Tante, saya sudah tahu kisah Reno walaupun sedikit,dia sudah bercerita pada saya"
Eva tersenyum memandangi dalam-dalam wajah Jully.
"menurut mu Reno bagaimana?" tanya Eva
"Reno? maksud tante?" Jully bingung dengan pertanyaan Eva
"maksud tante.. Reno itu orang nya bagaimana menurut mu?"
Jully terdiam sesaat
"mm..Reno.. orang nya asik sih, tapi cuek, dingin" jawab Jully sekenanya karena saat ini memang seperti itu yang dia tangkap dari sikap Reno selama beberapa Minggu dia mengenal Reno.
Eva tersenyum mendengar penuturan Jully.
"begitu ya, rupanya sedikit nya kamu sudah tahu sifat Reno walaupun sedikit"
Jully menatap heran Eva
"ah,ya sudah nggak usah di bahas lagi, ayo kita masuk ke dalam" Eva membimbing Jully untuk masuk ke dalam.
"kamu akan tinggal di sini?" tanya Eva terus ketika mereka terus melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah mewah tersebut.
"saya hanya dua hari di sini Tante, berikut nya saya akan ikut pulang ke Surabaya untuk bertemu dengan ayah" ucap Jully.
"oh begitu, Baiklah Tante turut senang kamu bisa bertemu dengan keluarga mu yang sebenarnya"
Jully mengangguk senang.
"BI Surti.. tolong bawa tamu kita ke kamar mereka masing-masing biar mereka bisa istirahat dan membersihkan diri"
Eva memerintahkan ART Nya untuk menyiapkan kamar tamu. ada empat kamar tamu yang tersedia di lantai satu dan dua.
dan setelah kamar tamu sudah siap mereka pun masuk ke kamar yang sudah di siapkan.ketika Ayu mau masuk ke dalam kamar tamu Yang akan ia tempati di lantai satu.
"mam, boleh Aniara tidur dengan mamah?" pinta Jully penuh harap.
Ayu tersenyum menatap sendu Jully
"tentu saja sayang..mamah tentu senang.sini" Ayu menjulur kan tangan nya agar Jully mendekati nya.dengan raut wajah yang senang Jully mendekati Ayu dan ikut masuk kedalam kamar mereka.
Diana yang juga belum melangkah masuk kamar nya tersenyum bahagia melihat kebahagiaan yang ada di depan matanya.
lalu gadis itu pun naik ke menuju kamar nya bersama Adrian.pria itu merangkul mesra bahu istrinya.
__ADS_1
pemandangan itu tak luput dari perhatian sepasang mata jeli yang sedang berdiri di depan pintu kamar lantai dua paling sudut di sebelah kanan.Reno hanya menghela nafas berat apa yang dia lihat tadi.Reno yang awalnya ingin turun mau mengambil tas nya yang berisi barang barang pribadi nya yang tadi dia letakkan di atas sofa ruang tengah urung, karena melihat Diana yang dan Adrian menapaki anak tangga menuju arah kamar mereka.
Adrian yang menyadari Reno sedang memperhatikan ke arah nya, tepat nya ke arah Diana.Adrian merubah posisi berdiri nya pindah ke sebelah kanan istrinya nya dan sedikit maju dengan tujuan, menutupi arah pandang Reno.
ketika mereka sudah tiba di depan pintu kamar nya.Adrian dengan cepat menarik handle pintu itu lalu mendorong pelan istrinya agar lekas masuk ke dalam kamar tersebut.
setelah mereka masuk ke dalam kamar itu.
Reno tertawa lepas tapi terdengar hambar.merasa lucu sekaligus mengasihani diri nya sendiri.serta tingkah Adrian yang terlihat seolah takut kalau dirinya akan merebut Diana.
"ya Tuhan.. takdir apa yang sedang aku jalani sekarang ini" gumamnya.
kemudian dengan langkah gontai Reno turun ke bawah untuk niat awalnya mengambil tasnya.
di dalam kamar Adrian dan Diana.
Diana berjalan ke arah kamar mandi
sedangkan Adrian duduk di tepi ranjang kemudian dia rebahan di kasur empuk itu dengan kaki panjang nya masih menjuntai di lantai.
"sayang kamu mau mandi?" tanya Adrian.
"iya, badan ku rasanya berkeringat, lengket"
Adrian dengan cepat bangun dari rebahan nya.
"ada apa?"
"badan kamu masih berkeringat jangan mandi dulu, nanti masuk angin.sini sebentar, hilang kan dulu keringat mu baru mandi" jelas Adrian seraya menepuk nepuk kasur agar Diana duduk di sebelah nya.
"tapi mas, aku sudah nggak betah, badan ku benar-benar lengket" Keukeh Diana.
Adrian hanya tersenyum tipis merespon ucapan DIana lalu pria itu berdiri dan mendekati istrinya.
kemudian menuntun istrinya ke arah ranjang.
"jangan membantah sayang.. nanti kamu sakit kalau mandi dalam keadaan berkeringat. sini duduk dulu dingin kan dulu tubuh mu biar hilang keringat nya, baru mandi"
dengan terpaksa akhirnya Diana menurut apa kata suami nya dan mereka duduk di tepi ranjang.
"mau aku pijit sayang?" tawar Adrian
Diana diam sesaat menatap Suaminya.
"kamu bisa pijit?"
__ADS_1
"bisa dong, gampang itu sih,apa lagi memijat istri ku, tentu aku bisa" timpal Adrian antusias.
dengan wajah yang terlihat senang Diana menyandarkan tubuhnya pada headboard ranjang. lalu Adrian dengan sedikit menaikan tubuh nya memulai memijat kaki istrinya dengan lembut dan telaten.
DIana tak putus nya memperhatikan suaminya itu yang sedang memijat kaki nya dengan tatapan penuh arti.
"enak sayang?" tanya Adrian.
"hm" Diana tersenyum, mengangguk.
"kamu punya bakat memijat mas" puji Diana.
"tentu, tapi bakat ku ini khusus untuk istri ku saja" ucap Adrian dengan tatapan mata yang menggoda.
"dan aku tidak keberatan untuk memijat bagian yang lain nya juga" sambung Adrian sedikit memajukan duduk nya lebih mendekatkan diri nya pada istrinya.
"yang lain nya?" tanya Diana
"iya, seperti memijat bagian ini" dengan cepat Adrian memindahkan tangan nya yang tadi sedang memijat kedua kaki istrinya kini tangan nya naik ke arah dua benda bulat nan kenyal milik istrinya.
Adrian meremat pelan kedua benda bulat kenyal itu.
"mas...nakal ih" protes Diana dengan suara yang sedikit men_de*sah efek rem*ma*san tangan suaminya pada aset favorit suaminya itu.
"kenapa sayang hm" tanya Adrian tanpa dosa dengan nada menggoda.dia tahu istri nya bereaksi dengan sentuhan nya.
"kamu mijat apaan kalau gini"
"pijat plus plus, sehat" sahut Adrian enteng.
tangan nya terus bermain di dada kenyal milik istrinya itu
"issh sehat apa nya, itu sih kamu mas" gerutu Diana.
"tapi kamu suka kan?"
Adrian tersenyum syaiton.
kemudian kedua tangan Adrian mulai membuka kancing baju longdress istrinya perlahan satu persatu hingga sekarang tubuh istrinya yang putih mulus terpampang jelas di depan matanya menampakkan bra bewarna putih dengan kedua isi nya yang besar seolah sesak terhimpit oleh bra tersebut serta segi tiga pengaman nya dengan warna senada.
kalau sudah begini Diana hanya pasrah, mengikuti keinginan suaminya itu yang tidak bisa di tolak.kemudian tangan Adrian menelusup ke belakang punggung istrinya untuk melepaskan pengait bra tersebut dan otomatis kedua benda kembar nan kenyal itu menyembul bebas dari sarang nya
sesaat Adrian terpaku memandangi keindahan ciptaan Tuhan yang ada di depan matanya. dengan sorot mata yang sudah bergairah.
*
__ADS_1
to be continued..