Namaku Diana

Namaku Diana
bab_13


__ADS_3

" kok mas Devan tahu kalau aku sudah putus sama Reno? tau dari mana ? perasaan ana belum ngomongin soal aku putus dengan Reno !" ucap Diana heran.


" waktu melihat kamu berdebat dengan Reno di dalam toko buku tadi.


flash back on


*Devan baru tiba di Jogja , untuk urusan pekerjaan dan langsung mengunjungi tempat kos kosan Diana adik nya, karena selain kangen dengan Adik perempuan satu satunya itu , Devan juga mendapat amanah dari ayahnya untuk menyuruh Diana pulang ke Surabaya.


Devan sampai di depan gerbang kosan Diana ,dia tidak bisa masuk ke kosan adiknya itu, karena memang di larang pria untuk masuk ke kosan yang Diana tempati, karena sudah peraturannya tanpa terkecuali.


Devan pun menelpon adiknya agar dia keluar dari kosan nya.tapi setelah beberapa kali di telpon Diana tidak menjawab telepon dari Devan, tentu itu bikin Devan khawatir.lalu Devan mencari kontak teman Diana , akhirnya dia memutuskan menelpon vita, karena Diana sering membicarakan vita bila sedang curhat ke dirinya, jadi Devan memutuskan untuk menelpon vita. tak lama telpon pun tersambung ke vita. dan tebakan Devan terbukti, sekarang vita sedang bersama Diana .


setelah berbicara sana, sini dengan vita , Devan pun meminta sareloc tempat toko buku yang di kunjungi dua gadis itu.setelah mendapatkan sarelok tempat toko buku itu, Devan pun menuju ke arah toko buku yang di tunjukkan vita. hanya butuh 30 menit kurang lebih, Devan pun sampai di toko buku yang di tuju.setelah Devan memarkir kan mobil nya dia pun masuk ke toko buku itu untuk mencari keberadaan Diana .dia terus masuk lebih dalam ke ruangan, toko buku itu. di antara rak rak buku Devan mengedar kan pandangan ke semua sisi rak buku.dan langkah kaki nya terhenti saat dia melihat dua orang lelaki dan perempuan yang sedang berbicara penuh keseriusan, sesekali perempuan itu bicara dengan nada tinggi , dengan posisi Devan yang berada di balik sisi rak di sebelah tidak jauh dari kedua manusia yang sedang bertengkar mungkin? menurut Devan. dia bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas. dengan gemeretak giginya dan tangan nya yang mengepal kencang, sehingga otot otot tangan nya ikut tertarik terlihat timbul di kulit Devan. karena dua manusia itu Adalah Diana Adik nya dan Reno kekasih nya yang dia tahu selama 2 tahun ini.


dan akhirnya nya perdebatan itu selesai , Devan pun mengikuti Diana , dan ketika Diana ke kasir untuk membayar satu buku yang di pegang Diana,Devan memilih keluar duluan dari toko buku itu dan menuju mobilnya yang berada di parkiran . ketika dia melihat Diana keluar dari toko buku dan mendekati motor nya , terlihat Diana berjongkok di samping motor nya itu sambil menangis, Devan yang melihat adik nya seperti itu hendak turun kembali dari mobil Nya tapi di urungkan niat nya


Devan tidak mau melihat Diana malu, dan tertekan dengan kehadiran nya, jadi dia membiarkan Diana meluapkan emosi nya .


sungguh Devan emosi sekaligus sedih melihat adik perempuan nya menangis untuk seorang lelaki brengsek seperti Reno, di pukul nya stir kemudi mobil nya berkali-kali hingga tangan Devan memerah. akhirnya dia pun melihat Diana sudah berhenti dari tangisnya dan menjalankan motor nya untuk pulang, dia pun sama mengikuti Diana pulang dan malah berusaha untuk sampai lebih dahulu dari Diana di kosan nya.


flash back of


Diana pun cengo mendengar kan penuturan Devan yang tanpa sengaja mengetahui dirinya sudah putus dengan Reno, dari perdebatan nya dengan Reno di toko buku itu .Diana hanya diam dan menundukkan kepalanya dengan kedua tangannya di atas meja, Devan mengeser tubuh nya rada condong ke depan, tangan nya mengelus elus lembut pucuk rambut Adiknya itu.


" sudah jangan kamu larut dengan kesedihan mu.lelaki brengsek itu tidak layak kamu tangisi!" ucap Devan tegas.

__ADS_1


Devan meraih kedua tangan Diana, di genggam nya tangan adiknya itu dengan rasa haru.dan tiba-tiba ponsel Devan yang ada di saku celana nya bergetar.dia pun mengambil ponsel nya dan melihat siapa nama yang tertera di layar ponselnya itu.


" ayah" ucap Devan pelan sambil menatap Diana mengisyaratkan agar Diana diam.


Diana pun mengangguk pelan.


" hallo ayah" ucap Devan menyapa ayahnya di sebrang sana.


" kamu sudah bertemu dengan Adik mu Devan?" ucap ayah langsung di sebrang sana.


" sudah ayah , ini Devan sedang bersama Diana" sahut Devan .


" coba kamu loud speaker ponsel mu biar ayah bisa bicara dengan kalian berdua" ucap Bagas Suryadipa ayah mereka.


" baik ayah" kemudian Devan men loud speaker ponselnya dan di letakkan di antara Devan dan Diana di atas meja kantin.


" iya ayah, ana di sini mendengarkan ucapan ayah" ucap Diana sambil wajah nya di condong kan ke arah ponsel Devan.


" bagus kalau begitu, dengar ayah, Minggu depan kamu harus pulang ke Surabaya untuk acara ulang tahun bunda sekaligus bertemu dengan keluarga teman ayah, kamu harus datang! karena mereka datang jauh-jauh dari Magelang untuk bertemu dengan putri ayah yang cantik" ucap ayah tegas dengan nada perintah.


" baik ayah ana akan pulang ke Surabaya" sahut


Diana dengan raut wajahnya yang muram, karena dia tahu apa tujuan ayahnya menyuruh dia pulang untuk bertemu keluarga teman ayah nya, apa lagi ulang tahun bunda nya yang menjadi alasan Diana untuk benar-benar harus pulang kerumahnya.


" baik lah kalau begitu sampai ketemu nanti Minggu depan ana " ucap Ayahnya, langsung memutuskan sambungan telepon di sana.

__ADS_1


" loh kok ayah gak bicara lagi ke mas Devan sih? maen di putusin ajah sambungan telepon nya?" ucap Diana heran.


Devan hanya mengedik kan bahu nya.


" biarin ajah, ayah sih udah bosen ngomong sama mas, wong tiap hari ketemu dan bicara secara live kok" ucap Devan acuh.dan meminum teh hangat nya yang sudah tidak hangat lagi karena terlalu lama di biarkan.


" berapa lama mas Devan di Jogja?" tanya Diana. " besok sore setelah urusan pekerjaan mas sudah selesai, mas langsung balik,apa kamu bareng mas saja besok pulang nya?" ucap Devan mengajak.


" ih gak bisa ngedadak gini dong.. ana harus minta ijin cuti dulu ke kampus,dan ada tugas yang sedang kejar tayang nih" seloroh Diana merengut menatap Devan.


" hahaha..iya,iya mas ngerti " Devan terbahak, mengacak gemes puncak rambut Diana.


" issh... Diana mendesis tak senang rambut nya di acak acak oleh kakak nya, lalu dengan cepat dia pun merapikan kembali rambutnya dengan kedua tangannya. Devan pun kembali tertawa.


Drrtt


Drrtt


Ponsel Diana yang di dalam slingbag nya bergetar, diapun mengambil ponselnya dan melihat siapa nama yang tertera di layar ponselnya.


" Adrian ? ucap Diana pelan.


"


"

__ADS_1


* T B C.


__ADS_2