
lama mereka saling berpelukan, saling menyalurkan rasa cinta yang mereka rasakan. Diana melepaskan dekapan Adrian pada dirinya,
"aku bahagia Adri.."lirih Diana menatap lekat wajah Adrian.
"aku lebih bahagia sweaty.. akhirnya aku bisa bersama mu dalam ikatan pernikahan," kemudian Adrian menangkup wajah Diana dan mencium kening Diana cukup lama.
khemm!
terdengar suara deheman dari arah tangga, membuat kedua sejoli itu kaget dan menoleh ke arah suara deheman tadi.
" Ayah?,, mamah?" ucap Adrian dan Diana bersamaan kehadiran kedua orang tua Diana yang tiba-tiba saja muncul membuat mereka kaget, seakan baru sadar dari larutnya dalam gelora cinta, Adrian dan Diana seketika melepaskan diri dari dekapan mereka masing-masing dan wajah mereka pun merah merona karena malu karena kehadiran ayah Bagas,serta mamah ayu lalu Ayah Bagas dan mamah ayu berjalan ke arah Diana dan Adrian.
"sabar anak muda,, kendalikan diri mu.. karena tinggal hitungan jam saja, kalian akan menjadi pasangan halal" ucap ayah Bagas, menepuk pundak kokoh Adrian, tersenyum miring menatap calon mantu nya itu.lalu Ayah Bagas jalan begitu saja melewati mereka berdua menuju ruang kerja nya yang berada di lantai satu. kontan saja ucapan serta sikap calon mertua nya itu membuat Adrian merasa dirinya malu, karena kedapatan sedang memeluk dan mencium kening Diana.Adrian merutuki dirinya sendiri karena bisa bisa nya lupa di mana dia berada sekarang ini. Adrian tidak mau calon mertua nya itu menilai dirinya sebagai pria mesum, yang berbuat seenaknya dengan anak gadis orang.
padahal sih emang iya..! cuma karena sekarang kepergok camer ajah. rasain!
Diana hanya mengulum senyum menatap Adrian yang nampak salah tingkah di depan Ayah nya.Adrian melihat expresi wajah Diana seperti mengejek dirinya, pria itu pun mengacak lembut rambut Diana.
"seperti nya kamu seneng liat Aku tertekan begini sweaty" rajuk Adrian
"habis nya lucu,, baru kali ini aku melihat mu seperti maling kepergok karena mencuri"akhirnya Diana tidak bisa lagi menahan diri untuk tertawa.gadis itu pun tergelak. menurut nya wajah Tampan Adrian menjadi menggemaskan.
sedangkan Adrian tersenyum tipis melihat Diana tertawa lepas..
ya Tuhan.. indah sekali pemandangan di depan ku ini.melihat gadis yang telah mengisi hati ku, yang akan menjadi milik ku, tertawa, membuat ku melupakan semua masalah yang ada. seakan sirna hanya melihat mu tertawa ana.batinAdrian memuja.
Diana menautkan kedua alisnya menatap Adrian yang sedari tadi menatap dirinya dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
"kenapa kamu Adri?" tanya Diana melihat ekspresi Adrian yang seperti itu.
"is oke" ucap Adrian lembut.
"baik lah Sweaty,, aku akan pulang dulu, untuk menemui kedua orang tua ku.. karena seperti nya aku tidak bisa lama-lama berdekatan dengan mu"
"oh, baik lah.. tapi apa maksud mu tidak bisa lama-lama berdekatan dengan ku? apa kamu bosan ha?! belum juga hidup bersama sudah merasa bosan ?!" tanya Diana dengan polosnya dengan nada merajuk. Adrian tersenyum tipis merespon ucapan Diana lalu Adrian perlahan melangkah mendekati Diana wajahnya di dekatkan ke wajah kekasihnya itu.
" kamu salah paham sweaty,,mana mungkin aku bosan pada mu.. itu tidak akan terjadi..,tapi karena rasanya aku tidak tahan untuk melahap mu Sweaty"bisik Adrian di telinga Diana membuat mata gadis itu membola, sekaligus merasakan dirinya meremang karena terpaan hangat nafas nya Adrian.
"Adrian Nicholas Abimanyu"
ucap Diana pelan sedikit menekan.
dengan cepat mendorong tubuh Adrian yang condong ke arah dirinya itu.karena dia merasa takut kalau kalau ada yang melihat kelakuan Adrian yang mesum itu.
"baiklah sweaty,,aku pulang dulu ya, kita akan bertemu lagi besok di depan penghulu" ucap Adrian lembut,kontan membuat Diana tersenyum, tersipu malu. gadis itu pun mengangguk pelan menatap lekat pria yang akan menjadi suami nya dalam hitungan jam lagi. kemudian Adrian pun berlalu dan meninggalkan Diana di ruangan itu, untuk pulang ke rumah keluarga nya di magelang.sebelum pulang Adrian tak lupa berpamitan dengan Ayah Bagas dan mamah ayu yang sedang berada di ruang kerjanya.
keesokan harinya di sebuah gedung serbaguna yang mewah di kota Surabaya.tempat pernikahan, Diana dan Adrian di gelar.
pernikahan yang seharusnya di laksanakan satu Minggu lagi, akhirnya di laksanakan hari ini. dan itu di siapkan dalam hitungan belasan jam untuk mewujudkan perhelatan pernikahan kedua anak pengusaha terkenal di Indonesia.
maka tak heran pernikahan itu bisa langsung siap dengan kerja keras orang orang yang mempuni di bidangnya, untuk terlaksananya acara pernikahan itu. uang dan pengaruh bicara!
kartu undangan yang sudah terlanjur di sebar di mana tertulis di undangan itu, kalau pernikahan Diana dan Adrian akan di laksanakan satu Minggu lagi.
maka itu undangan di sebar ulang dengan bentuk undangan digital. jadi bisa di sebar dalam hitungan menit dengan mudah nya melalui aplikasi dengan ikon yang berbentuk bulat berwarna hijau. jaman dan teknologi yang sudah maju sekarang ini, memudahkan segala nya.tanpa harus repot mengantar kan kartu undangan dari pintu ke pintu dan tidak perlu Repot lagi mencetak ulang kartu undangan pernikahan.
__ADS_1
di dalam gedung pernikahan, Adrian nampak gagah dan sangat tampan dengan wajah nya yang manly sekali, rahang nya yang tegas,alis nya yang tebal, hidung nya yang mancung, serta bibir nya yang tipis menjadi kombinasi lengkap dan nyaris sempurna untuk pria 27 tahun itu sudah siap, duduk di depan penghulu dengan memakai stelan tuxedo hitam.menyempurnakan penampilan nya saat ini.
pernikahan belum di mulai karena masih menunggu calon mempelai wanita yang belum hadir.
"apa mempelai wanita nya sudah siap?" tanya penghulu pada ayah Bagas selaku wali dari mempelai wanita.karena lama Diana belum juga muncul. dan itu membuat raut wajah Adrian yang tadi terlihat tenang menjadi khawatir dan gugup.pikiran nya jadi bercabang kemana mana.
para undangan yang hadir pun terdengar kasak-kusuk karena sudah cukup lama sang calon mempelai wanita itu belum nampak.
ketika rasa khawatir melanda pada orang orang yang hadir di acara pernikahan itu, terutama sang calon mempelai pria. muncul dari pintu yang ada di tengah tengah gedung itu wanita cantik bak bidadari yang turun dari khayangan, wajah nya yang cantik, dengan riasan wajah yang tidak terlalu tebal dan mencolok namun pas, membuat kecantikan wajah nya ter expos sempurna. rambutnya yang di sanggul dengan di bentuk jalinan rambut seperti kepangan, yang di lipat ke dalam sanggul, dengan dua rangkaian bunga melati tertancap posisi menyamping tersemat di atas sanggulan itu, menjuntai kedepan bahu sebelah kiri. serta Tiara bertahtakan berlian tersemat di rambut bagian depan nya, menambah kecantikan Diana. dengan memakai kebaya pengantin modern warna peach dengan bentuk sederhana namun di hiasi tebaran batu sworsky menambah kilau pada gaun kebaya pengantin yang di pakai oleh Diana, menjadikan gadis itu bak bidadari. elegan dan mewah itu yang pantas di katakan untuk gaun pengantin yang di pakai oleh Diana. gadis itu.jalan perlahan di apit oleh kedua wanita cantik paruh baya, berjalan menuju altar pernikahan. gadis itu tersenyum manis menatap lurus ke arah pria tampan yang duduk di depan penghulu dan ayah nya sebagai wali nya.yang sudah menunggu nya cukup lama.
sedangkan Adrian terpaku menatap lekat ke arah wanita cantik bak bidadari yang sebentar lagi menjadi istri sah nya. karena terpesona dengan keindahan dan kecantikan sang calon istri sampai sampai Adrian tidak sadar kalau calon istri nya itu sudah duduk di sampingnya.Adrian masih saja betah menatap lekat gadis cantik mempesona membuat dirinya terhipnotis. gadis cantik yang sebentar lagi akan menjadi istri sah nya.
"Adrian" terpaksa papah Rudi menyikut tangan Adrian yang masih saja menatap lekat wajah Diana. hingga sikutan tangan papah nya menyadarkan dirinya karena terpesona dengan kecantikan calon istri nya.
"oh iya,ada apa pah?" Adrian malah bertanya dengan terbata karena kaget.dengan sikutan tangan papah Rudi. dan mereka yang melihat tingkah Adrian yang seperti itu hanya tersenyum simpul.sedangkan Diana menundukkan wajahnya karena diapun tak tahan ingin tertawa melihat tingkah calon suami nya yang salah tingkah.dan tentu saja wajah Adrian merah merona karena malu dengan sikap nya sendiri.dia pun mendekatkan wajahnya ke telinga Diana.
"seperti nya kamu selalu senang melihat ku tertekan sweaty, lihat saja nanti,, kamu akan aku buat menjerit"
bisik Adrian sangat pelan.hingga membuat Diana gugup, dan wajah nya terasa panas, Diana tidak bodoh juga.dia mengerti maksud dari ucapan Adrian tadi. DIana meringis lalu melotot menatap Adrian.
sedangkan Adrian tersenyum iblis,dia merasa puas bisa membuat diana tertekan dengan ucapan nya.
mereka berdua tidak sadar, tingkah laku nya telah menjadi perhatian semua orang yang ada di altar pernikahan nya itu.
"baiklah kalau begitu mari kita mulai acara izab Kabul nya,, bagaimana kedua calon mempelai sudah siap?" tanya penghulu memastikan kesiapan pada kedua calon mempelai. ucapan penghulu itu sekaligus menyadarkan interaksi antara Adrian dan Diana.
*** T B C ***
__ADS_1