Namaku Diana

Namaku Diana
Bab_40 SAH!


__ADS_3

Adrian dan Diana pun tersadar dari tingkah nya masing-masing hingga membuat keduanya malu. wajah Adrian seketika berubah serius,mati Matian membuat dirinya tenang, dia tidak mau menjadi gugup saat mengucapkan ijab Kabul. sedangkan Diana masih terlihat senyuman tipis di wajah nya. tapi seketika raut wajahnya berubah, netra nya nampak berkaca kaca, ketika mendengar Adrian mengucapkan kata demi kata ijab Kabul dari bibir nya, dengan penuh keyakinan hingga lancar sampai penghujung kata sakral itu. yang akhirnya menjadikan mereka berdua sah sebagai suami istri.


"SAH!? gimana saksi?"


"SAH!"


"Alhamdulillah... ucap semua yang hadir.


"silahkan kedua mempelai memasang kan cincin pernikahan pada pasangan nya" titah pak penghulu. lalu Adrian menyematkan cincin pernikahan bermata safir pada jari manis kanan Diana dengan pandangan tak putus ke arah wajah Diana yang kini sudah sah, menjadi istri nya.begitupun sebaliknya Diana menyematkan cincin pernikahan ke jari manis kanan Adrian seulas senyuman terhias di wajah Diana menatap wajah tampan suaminya.rasa bahagia terpancar dari tatapan mereka berdua. kemudian Adrian mencium lembut kening istrinya, lalu Adrian mengangkat kedua tangannya memegang kedua sisi kepala istrinya, dan meletakkan telapak tangan kanan nya di atas ubun-ubun istrinya dengan membacakan Doa.air mata Diana pun luruh membasahi kedua pipinya.rasa haru serta bahagia jadi satu rasa di hati nya.


setelah acara ijab Kabul selesai dan menjadikan Adrian dan Diana sebagai pasangan suami istri.mereka kembali ke kamar pengantin yang sudah di sediakan langsung di gedung itu. untuk beristirahat sebentar dan mengganti pakaian.karena malamnya akan di adakan acara resepsi pernikahan nya.


setelah sampai di dalam kamar pengantin Adrian duduk di sofa untuk sekedar merilekskan tubuh nya. dengan masih memakai tuxedo nya yang belum di lepas begitu pun sepatunya masih belum lepas dari kakinya.


sedangkan Diana masuk ke dalam kamar mandi untuk membuka baju pengantin nya, sekaligus membersihkan tubuh nya yang sudah terasa lengket. lama Adrian memejamkan matanya, perlahan dia membuka matanya, pandangan mengedar mencari keberadaan istrinya.dia membuka jas dan semua atribut yang ada di tubuh nya serta melepaskan sepatu yang masih dia pakai.


"sayang kamu di mana?" lalu Adrian bangun dari duduknya dan berjalan menuju arah kamar mandi.Adrian menebak istrinya ada di dalam kamar mandi.Adrian mencoba membuka pintu kamar mandi dan ternyata pintu itu di kunci dari dalam.tapi Adrian tidak mendengar suara apapun apalagi gemericik air. tidak terdengar sama sekali.


DUG


DUG


"sayang,, apa kamu masih di dalam?!" Adrian mengetuk pintu kamar mandi,


dan memanggil istrinya.

__ADS_1


namun tidak ada jawaban dari istri nya yang berada di dalam kamar mandi.


"sayang" sekali lagi Adrian memanggil istrinya yang dia duga ada di dalam kamar mandi.rasa khawatir merambat di hati nya. akhirnya Adrian terpaksa menggedor paksa pintu kamar mandi hingga akhirnya terbuka dan mata Adrian terbuka lebar.. pria itu tersenyum miring sambil menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang sedang berendam di bathtub hingga tertidur pulas sampai sampai tidak terusik walaupun tadi Adrian menggedor pintu kamar mandi dengan keras.


"ya Tuhan... sayang,, begini ternyata kamu kalau sudah tertidur, seperti orang pingsan" bisik Adrian di telinga istrinya lalu Adrian meraih tubuh Diana yang berada di dalam bathtub, dan menggendong nya sebelum nya dia mengambil handuk untuk membungkus tubuh istrinya itu.Adrian menelan saliva nya berkali-kali melihat tubuh polos istri nya yang putih mulus dengan bentuk tubuh yang padat,tepat pada tempat nya.Adrian membawa istrinya keluar dari kamar mandi.Adrian berjalan perlahan menuju ranjang, tubuh Adrian bergetar karena sedang menahan gejolak hasratnya yang luar biasa rasanya karena menggendong tubuh istrinya yang dalam keadaan polos. lalu perlahan Adrian membaringkan tubuh Diana di atas tempat tidur yang berukuran besar itu.


"ya ampun sayang, kamu telah menyiksa ku"ucap Adrian dengan suara nya yang semakin berat terdengar.Adrian menyelimuti tubuh Diana yang hanya berbalut handuk.kalau saja tidak ingat nanti malam ada acara resepsi, Adrian tidak akan membuang kesempatan untuk bercinta dengan istri nya saat ini juga.terpaksa Adrian menahan hasrat nya karena kalau dia meminta hak nya sekarang juga pada istri nya, Adrian yakin Diana tidak bisa keluar kamar karena susah berjalan.maka dari itu Adrian mati Matian menahan hasrat nya agar tidak menerjang istrinya.


Adrian duduk di tepi ranjang,di samping tubuh diana.di pandangi wajah istrinya yang cantik nan ayu.


perlahan tangan kokohnya membelai lembut pipi yang sedikit chuby milik istrinya. tak tahan rasanya Adrian ingin mencium bibir istrinya yang merah merekah yang seolah terus menggodanya.lalu Adrian mendekatkan wajahnya ke arah wajah Diana, lalu dalam hitungan detik bibir nya sudah menyatu, menyesap bibir atas dan bawah istrinya, Adrian terus mencumbu Diana yang dalam keadaan tertidur, Adrian sudah tidak peduli.karena dia sangat menginginkan bibir nan ranum itu untuk di cumbu nya. akhirnya Diana menggeliat, melenguh, merasa ada sesuatu yang dingin dan kenyal menyentuh bibir nya.


gadis itu pun akhirnya membuka matanya perlahan Diana mengerjapkan matanya berkali-kali hingga akhirnya dia benar benar sadar apa yang sedang berlaku sampai dia terbangun dari tidurnya.


Diana terkejut melihat suaminya yang sudah berada di atas tubuh mengukung dirinya dan sedang melahap bibir nya dengan liar nya.


Adrian melepaskan cumbuan panas nya pada istri nya. di saat istri nya itu sudah kesulitan bernafas.


nafas kedua nya menderu tak karuan Adrian tersenyum menatap dalam manik istrinya, sedangkan Diana dengan tatapan sayu nya serta nafasnya yang masih belum stabil.


"ya ampun Adri,, kamu ini sedang memperkosa ku ha?" lirih Diana bibir nya mengerucut protes pada suami nya itu.


Adrian terkekeh mendengar ucapan Diana lalu jemari kokohnya menyeka lembut sisa saliva yang ada di bibir Diana yang nampak bengkak akibat perbuatannya itu.


"aku ini sudah menjadi suami mu sayang... mana ada aku memperkosa mu" ucap Adrian lembut kemudian dia mencium kening Diana lama.Diana memejamkan matanya menikmati kecupan ringan Adrian di kening nya.

__ADS_1


"kalau saja tidak ada acara resepsi nanti malam,maka tadi aku sudah meminta hak ku atas diri mu sayang..


dan satu yang aku baru tahu dari dirimu, kamu kalau sudah tertidur sudah seperti orang pingsan!" Adrian menjawil dagu istri nya.


Diana hanya diam dia menggaruk kening nya.rupanya Adrian sudah tahu sifat Diana yang satu itu.karena seingat nya tadi dirinya sedang berendam di bathtub,


apa aku tadi tertidur di kamar mandi?


dan Adrian menggendong dirinya ke ke ranjang dan.. ooh ya Tuhan batin Diana menjerit.


dia baru ingat tadi dia sedang mandi dan tentu saja tubuh nya dalam keadaan polos di dalam air dengan cepat Diana mengangkat selimut Nya sedikit mengintip tubuh nya yang ada di balik selimut dan seketika wajah nya merah merona karena panik sekaligus malu.melihat tubuh nya hanya terbalut handuk dan di lapisi selimut dan di balik nya tentu saja tubuh nya tidak memakai sehelai benang pun,alias bugil.


apakah.. apakah.. Adrian telah melihat nya semua batin Diana panik


Diana melirik ke arah suaminya yang sedang menatap nya sedari tadi dengan senyuman nakal nya.


"Adri.. apa kamu yang membawa ku dari kamar mandi ke atas ranjang ini?!" tanya Diana ingin memastikan


"menurut mu?"


"jadi... wajah Diana benar benar merasa panas. dia menarik selimut nya lebih keatas hingga menutupi saparuh wajah nya.


"memang nya kamu tidur sambil berjalan dari kamar mandi dan berbaring di ranjang hm?" dengan santai nya Adrian berucap menarik sudut bibirnya.


"jadi kamu sudah melihat.... ucapan Diana tertahan dia tidak sanggup untuk terus berkata karena merasa malu.

__ADS_1


\*\*\* ***TBC*** \*\*\*


__ADS_2