
"baik lah sebaiknya kita pulang ke rumah mu, pasti keluarga mu dan kedua orangtuanya mu khawatir kamu belum pulang" Adrian menatap lekat wajah Diana yang masih dalam dekapan nya. Diana pun mengangguk pelan, tersenyum menatap Adrian.
lalu Adrian melepaskan dekapannya pada gadis nya, berganti menggenggam tangan gadis itu lalu dengan kedua tangan mereka yang saling terjalin, mereka melangkah pergi dari tempat itu.tapi tiba tiba Diana menahan tangan Adrian dan menghentikan langkahnya.
"ada apa Ana?" alis Adrian bertaut menatap heran Diana karena berhenti langkahnya.
sejenak Diana terdiam, menatap lekat Adrian dengan terpaksa akhirnya dia beranikan diri untuk bertanya pada kekasih nya itu.
"kenapa Ana? apa ada yang akan kamu tanyakan hm?"
"bagaimana dengan adik mu Adri?" ucap Diana lirih menatap sendu lelaki yang menjadi kekasih nya itu.
"kamu mengkhawatirkan lelaki brengsek itu hm?!" dengan sorot mata yang tajam Adrian bertanya pada Diana.
"lelaki brengsek itu Adik mu Adrian! aku tentu khawatir karena semua ini adalah karena diriku,, karena diriku kamu dan Adik mu itu bertikai, sungguh aku merasa bersalah pada keluarga mu, apa aku harus pergi dari kalian berdua.. agar hubungan mu dengan adik mu Reno tidak bermasalah.. aku rasanya.... belum selesai bicara Diana.
"Ana! apa yang kamu katakan ha?! kenapa kamu masih saja menyalakan dirimu atas kejadian ini, aku sudah katakan semua masalah yang sudah terjadi ini bukan salah mu,, perasaan itu datang begitu saja..membawa kebahagiaan di dalam nya, dan pergi pun begitu saja dengan meninggalkan luka tanpa memperdulikan yang di lukai. dan apa?! kamu akan pergi dari kami ha?! ya, memang harus pergi,tapi dari kehidupan Reno.. tapi tidak dari kehidupan ku!" Adrian kemudian kembali menarik tubuh Diana kedalam pelukannya.
"jangan pernah kamu berpikir untuk pergi dari ku sweaty,, aku tidak akan membiarkan kamu meninggalkan ku, tidak! kamu adalah hidup ku, Dunia ku" lirih Adrian lalu dia mengurai pelukan nya agar bisa melihat wajah Diana kemudian Adrian mengecup lembut bibir gadis itu, ******* nya, mencium nya tanpa ada tuntutan yang berlebih, Adrian mencium dengan lembut bibir Diana dengan rasa sayang nya,mata Diana terpejam merasakan lembutnya ciuman Adrian pada bibir nya tanpa terasa mengalir cairan bening dari sudut mata Diana turun membasahi pipinya.
beberapa menit kemudian Adrian melepaskan ciuman nya dan menatap dalam dalam wajah kekasihnya itu.
__ADS_1
"ayo kita pulang,, kamu tidak usah khawatir tentang keadaan Reno,dia urusan ku oke?!" Adrian berusaha meyakinkan Diana pria itu tersenyum menatap diana.
"baiklah aku percaya padamu" Diana mengangguk pelan.
lalu mereka pun berjalan menuju mobil Adrian yang terparkir di halaman villa Reno kemudian Adrian membukakan pintu mobil untuk Diana. "masuklah"kemudian gadis itu masuk ke dalam mobil Adrian. di ikuti oleh Adrian yang juga masuk ke dalam mobil dari pintu di sebelah nya.lalu mobil BMW sport bewarna hitam itu pun melaju jalan meninggalkan villa milik Reno yang berada tidak jauh dari pantai.
di sepanjang jalan Adrian maupun Diana hanya terdiam tidak ada yang bicara.hanya sesekali Adrian melirik ke arah kekasih nya itu yang memejamkan matanya tersender di kursi mobil nya.di lihat nya wajah cantik Diana tertutup separo rambut Diana yang jatuh tergerai.dan itu, membuat Adrian gemas. rasanya ada dorongan yang menggebu untuk menyentuh wajah cantik nan ayu kekasih nya itu. pada akhirnya tangan kanan Adrian tak tahan untuk bergerak, menjulur ke arah wajah Diana hanya untuk merapikan rambut yang menutupi bagian wajah kekasihnya itu. "tidurlah sweaty,, kamu pasti lelah" terulas senyum lembut di wajah manly nan tampan itu menatap dengan penuh cinta pada kekasih hati nya yang duduk dengan mata terpejam di kursi mobil nya yang ada di samping nya.
***
di kediaman keluarga Rudi Abimanyu
PLAKK!
BUG!
tamparan keras serta pukulan keras menghantam telak ke tubuh Reno dari papah Rudi, dengan tatapan marah serta kecewa lelaki paruh baya itu menatap nanar anak lelaki bungsunya. yang duduk terkulai di lantai karena hantaman demi hantaman yang di terima dari papah Rudi, tanpa berani melawan lelaki yang telah memberikan kehidupan pada nya itu. Reno hanya tertunduk,diam tanpa ingin menatap ke arah papah Rudi dia hanya meringis ketika menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
"kamu,Reno! sudah bikin malu keluarga Abimanyu..di mana harga diri mu ha!!!?" dengan sorot mata yang memerah karena kemarahan nya pria itu menunjuk nunjuk ke arah Reno, sedang kan mamah Eva yang sedari tadi berdiri di belakang suaminya itu hanya bisa menatap iba, pada anak bungsu nya itu. Eva menutup mulutnya dengan tangan nya menahan tangisnya karena tidak tega melihat anak bungsu nya babak belur di hajar suaminya.dan ternyata emosi Rudi tidak sampai di situ saja, dia kembali melangkah mendekati Reno yang sudah babak belur. dan ketika kaki Rudi kembali terangkat, mengambil ancang-ancang untuk menendang ke arah Reno dengan cepat Eva melangkah ke arah Rudi dan memeluk tubuh besar suaminya itu dari belakang untuk menahan agar suami nya itu tidak lagi menyakiti anak bungsu nya.
"CUKUP,, Jangan kamu sakiti lagi Reno pah" Eva mendekap erat tubuh besar suaminya dengan isakan tangisnya dia memohon agar suami nya itu tidak lagi menghajar Reno
__ADS_1
tangan Rudi mengepal kuat menahan emosi nya.
"tapi dia telah menyakiti dan mempermalukan keluarga ini sayang,, kenapa kamu jadi begini Reno"lirih papah Rudi perlahan kepalan tangannya mengendor lalu dia menggenggam tangan istrinya yang melingkar di tubuh nya lalu perlahan Rudi melepaskan dirinya dari dekapan istrinya itu. dia melirik sekilas Eva .kemudian dia berjalan menjauh dari Reno. Rudi menghempaskan tubuhnya ke atas bangku besar yang ada di sudut ruangan itu.dia menatap nanar anak lelaki bungsunya itu.
sedangkan Eva mendekati Reno, berjongkok di depan Reno yang terduduk di lantai.
"bangun lah nak" kedua tangan Eva memegang kedua bahu kokoh Reno dengan penuh sayang, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu memapah Reno untuk berdiri.
Reno pun mengikuti gerakan mamahnya itu untuk berdiri.
"maafkan aku mam"ucap Reno terdengar lirih menatap sendu mamah Eva.
Eva tidak menjawab ucapan Reno,dia hanya terus membimbing tubuh Reno untuk duduk di sofa.kemudian Reno dan mamah Eva duduk berdampingan dengan posisi Eva menghadap ke arah Reno menatap iba anak lelaki nya itu.
"kenapa kamu lakukan ini semua nak, kenapa kamu menyakiti Diana? ..dia itu calon kakak ipar mu! bahkan kamu mencoba... ucapan Eva tertahan rasanya Eva tidak sanggup mengatakan kata yang menurut nya memalukan untuk di ucapkan.
"aku mencintai nya mam,,Diana itu kekasih ku yang dulu" tanpa beban Reno menjelaskan pada mamah Eva.
.
*** T B C ***
__ADS_1