Namaku Diana

Namaku Diana
Donita Armani.


__ADS_3

"baik lah kita istirahat di kamar ku, kamu pasti lelah"lalu Adrian berdiri dan menarik pelan tangan Diana.


mereka berjalan menuju kamar Adrian yang berada di lantai dua.


tiba didepan kamar nya, Adrian membuka perlahan pintu kamar dan masuk ke dalam nya,di ikuti oleh Diana.Adrian mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar nya yang sudah lama tidak pernah dia tempati.hampir lima tahun Adrian tidak pernah lagi tidur di kamar nya ini.karena setelah kepulangan nya dari study nya di London,dia memilih pulang ke apartemen nya yang ada di Jogja, hingga akhirnya dia menemukan gadis yang dia cintai nya di kota itu, yang sekarang sudah dia miliki seutuhnya. karena kalau dia tinggal di rumah nya ini, yang ada di paksa papah nya untuk memegang perusahaan keluarga nya.Adrian berjiwa lepas, tidak mau bekerja di dalam kantor dengan setumpuk berkas berkas proyek dan kroni kroni nya.yang memusingkan kepala nya.


makanya dia lebih menekuni pekerjaan yang sekaligus menjadi hoby nya sekarang ini.


"ini kamar mu mas?"Diana berjalan mendekati ranjang besar yang terbuat dari kayu jati terlihat kokoh, dan clasic.kemudian duduk di tepi ranjang kedua tangannya mengelus elus kasur empuk yang berbalut cover bad berbahan sutra yang sangat lembut.


"nyaman"ucap nya pelan


Adrian yang sedari tadi masih berdiri di dekat pintu, kedua tangan kokoh nya di lipat di dadanya.asik memperhatikan gerak gerik istrinya tersungging senyuman di bibirnya.


lalu dia berjalan mendekati istrinya yang duduk di tepi ranjang, dan katika berdiri di hadapan Diana, Adrian membungkuk kan badannya supaya wajahnya sejajar dengan wajah Diana dengan kedua tangannya tertumpu di atas kasur, alih-alih mengukung istrinya, sehingga tubuh Diana menjorok ke belakang.


"bagaimana kalau kita mencoba kasur ini, kamu akan tahu seberapa nyaman nya berbaring dan bergerak di atas ranjang ini sayang"ucap Adrian dengan suara nya yang sudah terdengar berat menyapu hangat wajah Diana. Lalu Adrian merebahkan tubuh istrinya di atas kasur empuk itu perlahan lalu mengukung nya.


"mas"


"hm"


"mau apa kamu?"


"mau kamu"


"nggak ah, nanti di cariin papah Rudi"


"biarin aja, mereka pasti ngerti" bisik Adrian di telinga Diana, lalu mengecup lembut cuping istrinya, lalu turun ke leher jenjang nan mulus, menyesap nya, membuat gigitan kecil, hingga membuat lenguhan terdengar dari mulut Diana.


"mas"rintih Diana tak tahan dengan sentuhan yang di berikan oleh suaminya.


"Diam lah sayang, nikmati saja hm"


tangan, dan bibir Adrian terus bergerak lembut di tubuh istrinya


nafas kedua nya memburu seiring gairah yang sudah menguasai mereka berdua.ketika Adrian akan melepaskan kancing kancing kemeja yang di pakai Diana.


tok


tok

__ADS_1


"kak Adrian...buka pintu nya, papah menunggu mu di ruang kerjanya!"


suara ketukan pintu dan seseorang memanggil Adrian.membuat kedua insan yang sedang bergulat panas itu kaget.dan permainan itu pun terhenti sejenak.


"mas, itu, suara perempuan memanggil mu"ucap Diana dengan nafasnya yang tersengal sengal karena pergulatan panas nya.


"sial! umpat Adrian emosi karena ketukan dan teriakan seseorang di depan pintu kamar nya mengganggu kegiatan nya.


Diana tersenyum menatap sayu suaminya.lalu kedua tangannya mencoba mendorong tubuh Adrian yang berada di atas tubuh nya.


tapi Adrian tidak mau bergerak dari atas tubuh nya.


"kak Adrian...


sekali lagi suara itu memanggil Adrian dengan suara lantang.dan Adrian mengenali suara siapa itu.


"pergilah! nanti aku ke bawah"


teriak Adrian


"tapi kak"


kali ini Adrian berteriak dengan keras.yang akhirnya suara itu.


satu menit


dua menit


tiga menit


tidak lagi terdengar. Adrian pun menghela nafasnya, di lihat nya wajah istrinya yang sedang tertawa pelan karena lucu dengan kejadian tadi.


"kenapa tertawa hm? apa kamu senang melihat aku tersiksa begini?"


Adrian merajuk.


"tidak mas..." Diana langsung mengatup kan bibinya, melihat suaminya diam hanya menatap dirinya tak bergerak, tapi masih betah di atas tubuh nya, membuat Diana gemas, lalu dia menarik tengkuk leher Adrian dan memberikan ******* di bibir tipis suaminya, membuat gairah Adrian yang sempat redup, kembali tersulut lagi.dan langsung mengambil alih permainan pada istri nya.


dan pergulatan panas pun akhirnya terjadi juga,walau sempat ada drama tadi yang men,cut kegiatan panas mereka.dan....yang terjadi, ya terjadi lah.


di ruang makan

__ADS_1


seorang wanita cantik berusia 27 tahun duduk di ruang makan, menikmati makan malam yang terhidang di atas meja.mamah eva datang dan ikut bergabung duduk, bersama wanita cantik itu duduk dan makan.


"kemana kakak mu dan kakak ipar mu Donita? bukankah tadi mamah suruh kamu memanggil kakak mu di kamar nya?"


"sudah aku panggil tadi,tapi malah dapet bentakan dari kak Adrian!" ucap wanita itu yang ternyata Donita Armani adik kedua Adrian.


"loh, memang kenapa? kamu bisa di bentak oleh Adrian? tanya Eva penasaran.


"ya ampun mamah...kaya gak ngerti ajah sih, mereka itu kan masih terbilang pengantin baru"


"lalu?" tanya Eva tidak mengerti


"oh ya ampun, mamah ini seperti tidak pernah muda saja, sudah ah! aku tidak mau membahas nya lagi,, nanti juga kalau sudah selesai mereka turun, sudah mam jangan tanya lagi!" wajah Donita merah merasakan malu sendiri,dia menyesal telah datang ke kamar kakaknya tadi.


mamah Eva terdiam sejenak, lalu wanita paruh baya itu pun tersenyum tipis lalu menepuk pelan bahu putri nya itu.Donita hanya mencebik sebal karena mamahnya baru sadar.


tak lama kemudian Adrian dan Diana turun dari lantai dua.penampilan mereka terlihat segar dengan rambut basah.


berjalan menuju meja makan di mana sudah ada mamah Eva dan Adik perempuan nya.Donita menoleh ke arah Diana dan Adrian yang baru saja datang.


"hai kak, apa kabar mu? hai kakak ipar"sapa Donita pada kedua kakak nya itu,tapi Adrian menatap tajam ke arah Donita.rupanya Adrian masih emosi dengan ulah Donita tadi yang hampir saja menggagalkan acara nanjak nya. yang di tatap menampilkan cengiran kuda nya tanpa dosa.


"hai Donita"balas Diana tersenyum pada adik iparnya itu.sedangkan Adrian masih setia dengan ke bisuan nya lalu duduk di kursi yang ada di dekat meja makan begitu pun Diana menarik kursi dan duduk di samping suaminya itu.


"maaf mam, terlambat turun nya"ucap Diana tersenyum kikuk tak enak hati pada mertua nya itu,


"tidak apa-apa sayang, santai saja..buat senyaman mungkin diri mu di sini, karena ini juga rumah mu juga kan?"ucap Eva dengan suara lembut nya. Adrian hanya diam saja, lalu Diana melayani suami nya itu,di isi piring suaminya dengan makanan.mereka pun makan dalam diam.hanya suara dentingan garpu dan sendok saling beradu dengan piring terdengar.


"papah mana mam?"


ucap Adrian mulai bicara, setelah menyelesaikan makan nya. menanyakan keberadaan papah nya.


"papah mu sudah menunggu mu dari tadi di ruang kerjanya,sana samperin!" titah Eva pada Adrian.


Adrian mengangguk lalu dia pun berdiri, berjalan ke arah ruang kerja Rudi.


"


"


#to be continued.

__ADS_1


__ADS_2