Namaku Diana

Namaku Diana
senyum menggoda.


__ADS_3

"baik lah sayang, aku hanya berharap saja,semoga di rahim mu ini ada dua jagoan..tapi apabila Tuhan memberikan perempuan juga, tidak masalah buat ku.asal kamu dan anak kita sehat" ucap Adrian lembut.


tak lama kemudian, mobil yang membawa mereka pun tiba di sebuah supermarket, Adrian memarkirkan mobilnya di halaman parkir supermarket itu.


"ayo sayang turun" Adrian membukakan pintu mobil untuk istrinya dan dengan hati hati. dia membimbing istrinya untuk turun dari mobil.setelah itu mereka berdua berjalan menuju ke dalam supermarket.


setelah mereka berdua sudah ada di dalam supermarket, Adrian dengan sigap mendorong troli, berjalan menuju area rak susu untuk ibu hamil sambil tangan kanannya menggenggam tangan istrinya. Diana hanya tersenyum simpul melihat tingkah suaminya itu, yang lebih antusias berbelanja di banding dirinya.setelah berada di area khusus susu untuk ibu hamil..


"kamu mau rasa apa sayang? vanila? coklat? atau strawberry?" tanya Adrian,di kedua tangannya sudah memegang dua kardus susu untuk ibu hamil dengan berbeda varian matanya tampak fokus membaca kandungan yang terkandung di dalam susu yang tertera di balik label kemasan kardus itu dengan seksama.


"aku suka rasa strawberry mas"


"tidak pernah berubah rasa kesukaan mu rupanya" ucap Adrian pelan ada nada getir di ucapan Adrian.dan Diana menangkap itu, dengan tatapan heran melihat expresi wajah Adrian.


"kenapa mas? ada salah dengan rasa strawberry nya?" tanya Diana


"ah, nggak" sahut Adrian tersenyum berusaha biasa saja.


"aku mau coba rasa vanilla mas, seperti nya enak" Diana tersenyum, mengambil susu yang ada di tangan suaminya dengan rasa vanilla.Adrian diam, hati nya jadi tak enak dengan istrinya.Diana mengambil beberapa kotak susu hamil dengan rasa coklat dan vanilla.lalu di letakkan di dalam troli.


"ayo mas,kita ke tempat buah buahan di sana yuk" ajak Diana, jari telunjuk nya mengarah ke pusat buah-buahan


"oke"


Adrian pun kembali mendorong troli, sambil tetap menggenggam tangan istrinya.


"mas"


"hm?" Adrian menoleh ke arah Diana


"kita di lihatin orang tuh"


"kenapa emangnya?" tanya Adrian bingung dengan ucapan Diana


"ini, tangan mu" bola mata Diana bergerak ke arah tangan mereka yang saling menggenggam.dan akhirnya Adrian paham apa yang di maksud Diana.dia pun hanya terkekeh.


"biarkan saja, toh mereka punya mata sayang, tidak usah pedulikan.. mereka iri dengan kita" ucap Adrian dengan pede nya, membuat Diana mencebik bibir nya.


tiba-tiba ponsel Adrian yang ada di dalam saku celana nya berdenting karena sebuah notif pesan masuk


pria itu pun mengambil ponselnya dan melihat nya.


ketika dia melihat pesan masuk dari ponsel nya tiba tiba rahangnya mengeras setelah membaca pesan singkat itu.


(nomor tak kenal)

__ADS_1


seperti nya bahagia sekali rumah tangga mu kak Adrian,tapi bagaimana kalau istri mu


melihat foto ini pasti seru hihihi.


Adrian tahu pesan itu dari siapa, dengan cepat dia membalas pesan itu.


(Adrian)


*kurang ajar! berani kamu bermain dengan aku liat nanti, kamu akan dapat pelajaran dari ku, kamu salah orang untuk bermain ******!


setelah Adrian membalas pesan dari ponsel nya dengan cepat ponsel nya di masukkan ke dalam saku celana nya, beruntung Diana tidak memperhatikan nya, karena sedang sibuk memilah jeruk santang. lalu Adrian mendekati istrinya itu.


"kamu suka jeruk kecil begini sayang?" ucap Adrian ikut memilah jeruk santang untuk istri nya.


"suka, rasanya seger"


"kalau begitu beli yang banyak" ucap Adrian enteng.


"nggak perlu banyak juga mas,nanti lama habis nya jadi busuk' ucap Diana, tangan nya masih sibuk memilah.


"telpon dari siapa tadi mas?" tiba tiba Diana bertanya, membuat Adrian sedikit gugup.


"ah tidak, itu tadi pesan dari Brandon, orang kepercayaan papah, sekarang jadi assisten ku" jelas Adrian.


"hai Diana, apa kabar mu?" ucap wanita itu dengan suara yang sedikit di buat mendayu. Diana dan Adrian sontak menoleh ke arah suara itu.


dan kedua nya kaget melihat siapa yang menyapa mereka.


"Jessica?!" ucap Diana matanya membola melihat Jessica yang tiba-tiba muncul.begitu juga dengan Adrian tak kalah kaget, wajah nya merah padam, rahangnya mengeras menatap tajam ke arah Jessica.


"hai Diana,ingat aku?"


"tentu saja aku ingat kamu, bahkan selalu aku ingat" sarkas DIana, membuat Jessica terkekeh geli mendengar ucapan Diana.


"begitu kah? apa aku selalu mengingat kan mu dengan kenangan mu bersama Reno begitu?!" ucap Jessica dengan santai nya seolah sedang memancing emosi Diana.


sesekali wanita cantik itu melirik ke arah Adrian dengan senyum menggoda.hingga memaksa Adrian harus memalingkan wajahnya, enggan melihat wajah Jessica.sedangkan wanita itu hanya tersenyum simpul melihat tingkah Adrian yang seperti itu.


"ah, baik lah kalau begitu.. silahkan kalian teruskan belanja nya.. dan ooh.. nampak nya kalian pasangan yang sangat harmonis ya.. aku jadi iri"


setelah berucap dengan nada mendayu seperti itu, Jessica berlalu begitu saja sambil tersenyum aneh ke arah Adrian. membuat DIana memicingkan matanya menatap bergantian ke arah suaminya dan jessica.dengan tatapan selidik.


"ada apa dengan Jessica dan kamu mas?"


"kenapa dengan ku?" kilah Adrian.pura pura tak mengerti.

__ADS_1


"kenapa Jessica selalu menatap mu dengan tatapan yang aneh ku rasa kan begitu?"


"ah, sudah lah sayang, kamu tahu kan siapa Jessica.. jangan kepancing emosi mu.. karena itu yang dia harapkan dari mu, ingat anak kita yang ada di kandungan mu ini"Adrian mendekati istrinya dan mengusap usap lembut perut rata istrinya.Diana menundukkan tatapan nya mengikuti gerakan tangan suaminya yang sedang mengelus elus perut nya yang masih rata, terasa nyaman sekali dia rasakan di kala tangan besar suaminya itu ada di atas perut nya.


"jangan bikin stress pikiran mu, kasihan anak kita nanti ikut sedih, kalau mamah nya sedih" ucap Adrian lembut.Diana pun tersenyum.


"iya,papah.." ucap Diana dengan suara menirukan suara anak kecil seakan anak nya menjawab ucapan papah nya.


mereka berdua pun terkekeh bersama, hingga tak sadar menjadi pusat perhatian setiap orang yang ada di sekitar mereka, mereka senyam senyum dengan tingkah Adrian dan Diana.sehingga membuat Diana tersipu malu.


"mas sudah yuk, aku capek, kaya cukup, apa yang perlu kita beli sudah semua,ayo kita ke kasir" ajak Diana yang di anggukkan oleh Adrian.


mereka pun berjalan ke arah kasir, untuk membayar belanjaan nya.


dan setelah selesai membayar, Adrian kembali mendorong troli yang penuh dengan barang belanjaan ke mobil, yang ada di parkiran.setelah Diana sudah masuk ke dalam mobil.


"tunggu sayang, aku mas mau telpon Brandon dulu ya sebentar ada urusan yang harus aku urus dengan dia" ucap Adrian meminta Diana menunggu nya sebentar.


"baik lah..di mana- mana urusan kerja tak tahu waktu" cibir Diana, membuat Adrian meringis tak enak hati dengan istrinya itu lalu.Adrian kembali membuka pintu mobil di mana istrinya duduk, lalu dia membungkukkan badan nya, mencondongkan kepala nya sedikit masuk ke arah wajah istrinya itu dan.


cup


cup


dua kali Adrian mengecup lembut sekilas bibir istri nya itu, membuat Diana gelagapan.


"mas!"


Adrian terkekeh, dengan Santai nya, kembali menegakkan tubuhnya keluar dari dalam mobil.


"sebentar sayang ya?!" pinta Adrian di telinga nya sudah menempel benda pipih itu.


bibir Diana ngerucut merespon tingkah suaminya itu.yang sukses membuat dirinya meremang.


lalu Adrian berjalan sedikit menjauh dari mobil nya dan menelpon Brandon, entah apa yang dia bicarakan dengan Brandon.karena terlihat wajah Adrian sangat serius, dengan rahangnya mengeras, seperti sedang menahan emosi nya.


"


"


to be continued.


hai mom's n sister..


terimakasih sudah mampir ke cerita saya ini ya.jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya 😊🤩***.

__ADS_1


__ADS_2