
Adrian hanya tersenyum tipis merespon ucapan Diana, hatinya terasa sakit seperti menggenggam buah berduri.
" apa kah kamu ingin membatalkan perjodohan ini Ana? karena aku tidak mau diri mu malah menderita bersama ku,, atau kamu ingin berjalan bersama ku? membersihkan cinta lama mu yang membuat mu terluka, menjalani hubungan ini" ucap Adrian pelan dengan tatapan matanya yang nanar.
Diana terdiam lama, dia tidak tahu harus bilang apa.satu sisi cinta nya untuk Reno masih rapi tersimpan di dalam hati nya, tetapi semakin dia simpan cinta itu, semakin sakit di rasakan. di satu sisi lain ada Adrian pria yang hadir di hidupnya yang berusaha menarik dirinya dari lingkaran duri yang selalu saja mengoyak hati dan jiwanya.
" Ana,, jawab aku.. kenapa kamu diam saja?"
Adrian menangkup sebelah pipi gadis itu dengan satu tangan nya matanya menatap lekat wajah cantik gadis itu.
" baik lah kalau kamu tidak mau menjawab aku menganggap kalau kamu tidak ingin melanjutkan hubungan kita lebih jauh lagi,,
baik lah aku mau istirahat dulu, aku akan ke kamar mau mandi juga, tubuh ku sudah Terasa lengket seperti nya,, kamu juga istirahat" kemudian Adrian beranjak dari tempat duduknya lalu menarik koper nya membawa masuk ke dalam kamar tamu yang berada di rumah keluarga Suryadipa. baru saja dua langkah pria itu melangkah.. tubuh nya tiba-tiba di peluk dari belakang oleh Diana, yang tentu saja membuat Adrian terkejut. tubuh tinggi tegap milik Adrian bergeming merasakan pelukan gadis itu. tentu saja membuat Diana terasa sakit karena Adrian tidak merespon pelukannya. " maafkan aku Adri... tolong tarik aku dari keterpurukan ini" Adrian merasakan tubuh gadis itu bergetar dan terdengar isak tangis Diana. akhirnya Adrian melepaskan tangan Diana perlahan yang melingkar di perut kokoh nya.lalu pria itu berbalik menghadap ke arah Diana. di lihat nya butiran bening masih menetes dari sudut mata indah gadis itu.
" kenapa kamu menangis sweaty... untuk siapa kamu jatuh kan air mata ini" jemari kekar itu menyeka lembut air mata Diana yang membasahi pipi gadis itu. Diana menatap dalam wajah tampan yang ada di hadapannya itu. lalu tersenyum tipis .
" air mata ini menetes karena dirimu Adri,, air mata ini menetes karena hati ku sakit karena telah melukai hati mu Adri,, walaupun itu bukan niatku untuk menyakiti hati mu" ucap Diana lirih.
" begitu kah?.. hati ku pun sakit melihat mu mengeluarkan air mata ini" ucap Adrian lembut kemudian dia menarik tubuh Diana ke dalam pelukannya . tubuh Adrian sedikit membungkuk menempel kan kening nya di pipi lembut gadis itu sesekali memberikan kecupan ringan ke pipi Diana. Adrian kemudian mengurai pelukan nya terhadap Diana tangan kokoh itu masih melingkar di pinggang ramping gadis itu. mereka saling menatap lekat
" jadi gimana keputusan mu Sweaty hum?"
" keputusan apa?" ucap Diana tanpa rasa.
" kamu ini pura pura tidak tahu atau sengaja ngeles!" Adrian menyentil pelan hidung mancung Diana. gadis itu malah mengulum senyum menatap Adrian.
" ya aku akan melanjutkan hubungan ini,, aku akan menikah dengan mu " ucap Diana berusaha meyakinkan Adrian.
" benarkah? apa kah kamu serius menikah dengan ku Ana? karena kalau kamu sudah menjadi istri ku,, Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh mu sedikit pun apa lagi berpikir mengambil diri mu dari ku.. aku tidak akan membiarkannya karena kalau kamu sudah menikah dengan ku, berarti dari ujung kepala sampai ujung kaki yang ada di diri mu adalah milik ku Ana" ucap Adrian menegaskan dan jelas. Diana pun susah payah menelan saliva nya. diri nya bergidik mendengar ucapan Adrian terkesan mengancam sekaligus mengklaim dirinya seutuhnya setelah dia menjadi istri Adrian. sedangkan Adrian tersenyum devil melihat ekspresi wajah gadis itu.
__ADS_1
" bagaimana Sweaty,, kamu siap menikah dengan ku?" ucap Adrian pelan membuyarkan lamunan Diana.
" iya aku mau" Diana tersipu
" mau apa?" ucap Adrian dengan kedua alisnya bertaut.
" menikah dengan mu Adrian Nicholas Abimanyu..... apa kah seorang Abimanyu selalu memaksakan kehendak nya?" ucap Diana
sengit. Adrian pun tergelak mendengar ucapan Diana.
" ya,, khusus nya untuk gadis seperti mu, memang harus di paksa biar jinak!" ucap Adrian menjawil dagu gadis itu.
" apa kah kamu tidak akan menyesali keputusan mu ini sweaty?"
" tidak,, Aku tidak menyesali keputusan ku ini karena aku tahu, kamu itu adalah pria baik dan pantas untuk di cintai.. dan aku berusaha untuk mencintai mu Adri,, jadi tolong bersabar untuk ku, dan mari kita belajar saling berbagi rasa dan saling memahami. Diana kembali mengeratkan pelukannya pada diri Adrian.
" nyaman sekali... gumam Diana pelan,tapi masih terdengar di pendengaran Adrian sehingga ada perasaan hangat yang menjalar di hati dan sanubari nya.pria itu pun tersenyum tipis, lalu membalas pelukan hangat Diana.
" terimakasih kasih Adri kamu mau mencintai diri ku yang tidak sempurna ini"
Adrian mengecup lembut surai milik Diana yang masih dalam pelukannya.
" tetap lah di sisi ku agar semua nya menjadi sempurna Ana" ucap Adrian lembut.
" baik lah sekarang kamu istirahat,sana masuk ke kamar mu " ucap Adrian melepaskan pelukannya terhadap Diana.
gadis itu mengangguk pelan " iya kamu juga istirahat.. dan mandi pake air hangat biar lelah di tubuh kamu hilang" ucap Diana care terhadap Adrian.
" iya sayang.. pergilah ke kamar mu,, sebelum aku lepas kendali" ucap Adrian penuh arti.
__ADS_1
" maksudmu apa ?"
" tidak apa-apa , sudah lah sana masuk ke kamar mu Diana..
Diana bergeming menatap heran dengan sikap Adrian yang terlihat gelisah dengan tatapan mata yang sayu menatap dirinya.
karena Diana masih saja berdiri,diam tidak juga melangkah masuk ke dalam kamar nya. membuat Adrian kelimpungan dan serba salah.
" kenapa kamu Adri? apa kah kamu sakit?" tanya Diana karena melihat Adrian yang terlihat gelisah. Adrian yang sudah berada di depan pintu kamar tamu yang ada lantai satu, masih berdiri menatap Diana yang masih berdiri diam di lorong penghubung antara ruang tengah dan dan dapur.
"aku tidak apa-apa Ana"
" baik lah kalau kamu baik baik saja,, selamat beristirahat Adri " akhirnya Diana pergi dari hadapan Adrian. tapi Diana bukan nya ke kamar nya, melainkan pergi ke dapur untuk mengambil air minum.lalu Diana melangkah ke arah dapur untuk mengambil minum untuk di bawa ke dalam kamar nya. setelah di dapur diana mengambil sebuah teko yang terbuat dari kaca bening untuk di isi air minum. Lalu Diana membuka lemari es untuk mengambil buah apel merah.
"hmm.. seger dan manis,, Diana merasakan rasa apel yang di makannya dia berdiri di depan wastafel counter dapur sehabis mencuci buah apel itu langsung melahap nya. ketika dia berbalik hendak pergi dari dapur itu.
"aww... Astaga Adrian!!! kamu?! kenapa kamu bikin aku terkejut,, hampir saja aku jatuh pingsan karena kaget" Diana sangat terkejut dengan kemunculan Adrian yang tiba-tiba muncul di hadapan nya.
" apa kah rasanya manis ?" ucap Adrian
" iya ini manis,,seger banget mau coba?"
Diana menawarkan buah apel pada Adrian dan menyodorkan sebuah apel yang di tangan satunya lagi yang belum di makan ke Adrian.
Adrian pun tersenyum devil.
" iya aku mau coba,,tapi bukan apel yang aku coba, tapi ini yang tidak kalah manis dan seger dari apel itu" jari telunjuk Adrian bergerak ke arah bibir gadis itu dan membuat mata Diana membola merespon ucapan dan tingkah vulgar Adrian.
"aku mau ini' lalu dengan cepat Adrian langsung menyambar bibir merah Diana dan melahap rakus bibir gadis itu.dengan liar nya bibir Tipis Adrian terus mencumbu dalam bibir gadis itu.
__ADS_1
"
" T B C.