
"jadi kamu sudah melihat... ucapan Diana tertahan, rasanya seperti ada batu yang mengganjal di tenggorokan nya hingga tak mampu meneruskan ucapannya.
"melihat apa?" ucap Adrian dengan tatapan nakal.
wajah Diana merah merona dia memalingkan wajahnya dari Adrian. melihat tingkah Diana yang seperti itu Adrian hanya tersenyum lalu di tarik nya dagu istrinya itu untuk melihat ke arah dirinya.
"kenapa kamu? malu? aku Suami mu Diana Rahaniayu binti Bagas Suryadipa" Adrian menyebutkan nama istrinya lengkap dengan binti nya.membuat mata Diana melotot menatap Adrian.
"apa?"
"issh...!" Diana rasanya sudah kehabisan kata-kata berdebat dengan pria yang ada di hadapannya yang sudah menjadi suami nya.lalu dengan rasa malu, bercampur kesal,Diana turun dari ranjang dengan sedikit repot dia turun dari ranjang melibatkan selimut untuk menutupi tubuh polos nya.
"perlu aku bantu sayang?" tawar Adrian melihat istrinya yang nampak kerepotan berjalan karena selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya, menjadi agak susah untuk berjalan.
"tidak perlu,, Aku bisa sendiri!" sahut Diana ketus.dia berjalan menuju kamar mandi untuk memakai pakaian nya.
"astaga sayang kamu mau kedalam kamar mandi dengan selimut tebal yang panjang ini ha?" Adrian dengan tergesa berjalan ke arah Diana, memegang bahu istrinya.
Diana kaget karena Adrian menahan diri nya yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"memang nya kenapa?"
"selimut ini akan basah nanti, kalau kamu masuk ke dalam kamar mandi dengan selimut tebal ini"
"aku kan mau ganti baju mas...."
Adrian tertegun, matanya mengerjap mendengar panggilan Diana tadi.
"kamu manggil aku apa tadi?"
Diana diam sesaat dia mencoba mengingat ucapan nya tadi.hingga dia sadar dan Diana jadi salah tingkah.
"ngomong apa emangnya Aku tadi?" elak Diana dia merasa malu.
"sayang,, kamu jangan pura pura amnesia, ayolah panggil aku lagi seperti tadi" pinta Adrian lalu pria itu tersenyum dan kedua tangannya meraih pinggang ramping istrinya, Adrian terus menatap lekat wajah istrinya itu
"lepas ah, Aku mau ganti baju"
"gak akan aku lepas kalau kamu gak ngulang panggilan kamu tadi ke aku sayang"
"issh.. iya udah,lepasin Aku dulu mas"ucap Diana pelan sedikit tertahan karena sedikit canggung.
__ADS_1
Adrian tersenyum lebar merasa senang Diana memanggil Adrian dengan sebutan mas.lalu Adrian menarik tengkuk leher Diana dengan cepat menyambar, mencium bibir merah nan merekah istrinya itu,dengan lembut, Diana yang semula ingin berontak ingin melepaskan diri dari dekapan suaminya, akhirnya pasrah dan hanyut dengan cumbuan suaminya yang perlahan menyulut gairah Diana.Adrian tersenyum tipis di tengah cumbuan nya. melihat istrinya sudah hanyut dalam irama gairah yang dia ciptakan.ketika tangan Adrian merambah ke arah dua benda bulat nan kenyal milik istrinya..
tok
tok
suara ketukan pintu terdengar di luar kamar mereka berada.tapi Adrian tidak memperdulikan nya dia terus.masih mencumbu Diana dengan penuh hasrat.baru saja dia mau membopong tubuh Diana ke tempat tidur.
tok
tok
suara ketukan pintu itu semakin keras terdengar.membuat Adrian terpaksa harus menyudahi kegiatan nya. hingga terdengar suara decapan bibir mereka ketika tautan bibir mereka terlepas.
"siapa!!?" teriak Adrian merasa kesal dengan orang yang mengetuk pintu kamar nya yang terus menerus, mengganggu kegiatan nya dengan istrinya tadi.
"saya petugas WO!" teriak orang yang di balik pintu di luar sana.
"ah sial!" umpat Adrian. Diana tersenyum dengan tingkah suaminya yang terlihat kesal karena merasa terganggu.
"mas, sudah sana kamu buka pintu nya ya, aku mau pakai baju dulu di kamar mandi"
"enak ajah, malu ah"
"malu sama siapa kan gak ada orang lain di sini"kilah Adrian
"emangnya kamu bukan orang"cibir Diana.
"loh aku suami mu sayang, bukan orang lain"
"sama saja,sudah ah..aku mau ganti baju dulu, gak enak tuh orang di luar udah nungguin dari tadi"
cup
Adrian mencium sekilas, kening istrinya sebagai penutup nya.
lalu dengan tergesa Diana masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaian nya.
Adrian tersenyum, menggeleng kan kepalanya pelan, melihat Diana yang hilang di balik pintu kamar mandi.lalu dia berjalan menuju arah pintu kamar yang ada di gedung serbaguna itu dan membuka pintu itu.
"mau apa kalian?" wajah datar Adrian menyapa dua orang yang ada di hadapannya satu lelaki kemayu, dan seorang perempuan yang ada di depan pintu kamar nya, dengan membawa dua dress pengantin dan koper besar makeup di tangan mereka berdua.
__ADS_1
"aduh,eh,kita kesini mau mempercantik tampilan nyonya kang mas..." celoteh lelaki kemayu itu dengan senyum lebar nya. pada Adrian dengan mengerlingkan matanya ke arah lelaki tampan yang ada di hadapannya mereka walaupun dengan wajah datar nya.tetap saja ketampanan Adrian tidak hilang.
sedangkan Adrian bergidik mendengar ucapan pria kemayu itu pada dirinya.
"kenapa tidak di suruh masuk mas,,kok masih di depan pintu sih?" teriak Diana yang baru keluar dari kamar mandi, melihat kedua staf WO yang belum di persilahkan masuk oleh Adrian.
"gimana mau masuk nyonya..si tampan nya masih berdiri di depan pintu, menghalangi jalan" cibir lelaki kemayu itu.
Diana mengulum senyum, dia berjalan mendekati Adrian yang masih saja berdiri di depan pintu dengan wajah nya yang dingin.
"astaga mas... sini, biar kan mereka masuk"Diana menarik tangan Adrian ke dalam, agar tidak menghalangi jalan, kedua orang itu pun masuk kedalam kamar tempat istirahat Adrian dan Diana selama di gedung serbaguna itu.
"nah begitu dong tampan...eykeu kan jadi gak ribet" ucap pria kemayu itu lalu berjalan masuk melewati Adrian dengan menatap genit. Diana hanya mengulum senyum melihat tingkah pria kemayu itu yang terus menggoda suami nya.
sedangkan Adrian menatap pria kemayu itu dengan tatapan menghujam.lalu Diana mengikuti langkah kedua staf WO itu kemudian dia duduk di depan meja rias dengan kaca yang lebar.
"suami mu kenapa galak gitu sih cinta" ucap pria kemayu itu dengan mulut yang manyun melirik sekilas ke Adrian yang sedang duduk di sofa yang ada di kamar.
Diana tersenyum mendengar ucapan pria kemayu yang sedang mengoprek dirinya di depan cermin.
"abaikan saja pak, suami saya emang begitu"
"eh,kok kok panggil saya pak, sih cinta"gerutu pria kemayu itu tidak senang.
"eh,apa dong.. maaf saya nggak tahu"bela Diana harus panggil apa
"panggil eykeu sis, gitu" ucap pria kemayu itu antusias, sedangkan tangan nya dengan lincah merias wajah cantik Diana.
"ooh,oke deh" sahut Diana lembut
memakan waktu hampir kurang lebih satu jam, akhir nya Diana selesai di rias serta sudah rapih dengan pakaian pengantin untuk acara resepsi pernikahan nya nanti malam.kini Adrian yang akan di permak oleh lelaki kemayu itu, tapi ketika lelaki kemayu itu mendekati Adrian, pria tampan itu mengangkat satu tangan nya ke arah lelaki kemayu itu.
"stop!! jangan sentuh aku! Aku tidak perlu di rias,, sini, pakaian ku, aku pakai sendiri"
"loh, kenapa kang mas" Lelaki kemayu itu tetap melangkah maju mendekati Adrian dengan kedua tangannya memegang stelan jas tuxedo bewarna putih.
Adrian yang tadi masih duduk,kini dengan cepat dia berdiri dan langsung menyambar jas nya yang ada di tangan lelaki kemayu itu, lalu dengan langkah lebar Adrian masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.
"ya, ampun cintah,, lihat tuh Suami mu seperti ketakutan Aku makan ajah"cibir lelaki itu.Diana yang sedari tadi memperhatikan interaksi antara Adrian dan lelaki kemayu itu sudah tak tahan untuk tertawa, yang akhirnya pecah juga,Diana tertawa lepas.sedang kan Lelaki kemayu itu hanya manyun.lalu membereskan barang barang nya,dan permisi pergi dari ruangan kamar sang pengantin.
*** T B C ***
__ADS_1