Namaku Diana

Namaku Diana
Bab_ 20 Sianida.


__ADS_3

***


sore itu Diana tiba di sebuah cafe yang bernuansa strawberry dengan pernak pernik lucu nya dan Diana sangat menyukai buah strawberry bahkan segala bersangkutan dengan buah itu dia sangat menyukai nya.


Diana turun dari mobil mini Cooper nya yang bewarna merah, salah satu warna kesukaan Diana,


sama author juga warna favorit nya meraih ,,samaan kita dong Ana hehehe..


khemm.. kembali ke wayangnya.


lalu dia berjalan menuju cafe Strawberry itu.langkahnya berhenti, di pandangi nya cafe itu, cafe yang mempunyai banyak kenangan manis bersama Reno,sang mantan.


" kenapa dia menyuruh ku datang ke cafe ini? apa maksudnya" gumam Dania kesel seperti nya Reno sengaja memilih tempat yang banyak menyimpan kenangan dia bersama sang mantan nya itu.kemudian DIana dengan malas melanjutkan langkah kaki nya masuk ke cafe yang bernuansa Strawberry itu, sesuai nama cafe itu. ketika sampai di depan teras cafe itu Diana pandangan nya mengedar ke sekeliling teras dan dalam ruangan cafe itu mencari sosok orang yang pernah mengisi hati nya dan juga telah menorehkan luka di hati nya.


drrtt..


drrtt


ponsel Diana bergetar


di lihat nya sebuah nama di layar ponselnya


Bastard calling


lalu Diana menjawab panggilan telepon itu


Diana


*ya hallo.. apa kah kamu belum sampai ?


B*


Bastard


aku sudah dari tadi tiba lebih dahulu karena aku tidak mau membiarkan menunggu Ana


Diana


lalu kamu di mana? aku tidak melihat mu?!


ucap Diana kesal bicara dengan Reno di panggilan telepon nya.


Bastard


aku di roothof cafe ini di tempat duduk yang biasa pasti kamu tahu Ana


tut..


Ana langsung memutuskan panggilan telepon nya tanpa bicara panjang lebar lagi kemudian dia masuk ke dalam cafe itu dan menaiki anak tangga menuju roothof cafe itu.

__ADS_1


apa mau mu Reno,, dengan semua ini! ucap Diana bicara sendiri.Diana sampai di Roothof cafe Strawberry. dia diam berdiri melihat seorang pria yang duduk di sebuah kursi di sudut tepat di pinggir teras Roothof cafe itu, dengan memakai jaket jeans bewarna hitam, di biarkan terbuka tidak ada terkancing dengan dalaman T-shirt putih. dengan stelan celana jeans senada dengan jaket jeans nya. dengan rambut tersisir rapi kebelakang. menambah nilai plus pria itu sungguh penampilan yang manly sekali.


hari yang hampir mendekati malam membuat lampu lampu jalanan dan gedung menyala, menghiasi menambah indahnya kota Surabaya di kala malam tiba, dan terlihat jelas dari atap gedung cafe ini dengan Angin semilir menerpa kulit halus gadis itu.


Diana memandangi pria itu dalam diam.


pria itu tersenyum melihat kedatangan Diana


" Ana!.. apakah kamu akan terus berdiam diri di situ?" ucapan Reno sedikit lantang membuyarkan diam nya Diana.


" astaga kenapa aku hanya berdiri di sini" gumam Diana.kemudian dia melangkah mendekati pria yang sudah menjadi mantan kekasihnya. wajah gadis itu terlihat datar menatap pria yang duduk di bangku cafe itu dengan tatapan mata yang penuh arti menatap gadis itu.


Diana pun menarik kursi yang ada di hadapan Reno di sender kan tubuh nya dengan kedua tangannya di tumpuk di atas pangkuan nya.


" ada apa kamu memanggil ku kesini Ren!?"


ucap Diana langsung.


" kamu baru sampai minum lah dulu,, pasti kamu haus, aku sudah pesan kan minuman favorit kamu, strawberry smoothies" ucap Reno yakin.


" tidak perlu,, aku bisa pesan sendiri!" ucap Diana ketus


" apa selera mu sudah berubah Ana ?"


" tidak! yang ada di diriku tidak ada yang berubah"


" lalu kenapa kamu tidak mau minuman yang sudah aku pesan ini, favorit mu kan?"


" aku takut minuman yang kamu pesan di tambah kan sianida!" ucap Diana asal dan ketus.


hahaha...


Reno tertawa lepas mendengar ucapan Diana yang nyeleneh asal itu.


' kamu terlalu imut dan cantik untuk di beri sianida Ana.... Reno tersenyum lebar lalu dia mengambil secangkir kopi latte yang ada di atas meja kecil cafe itu dan menyesap nya perlahan penuh nikmat.


" kalau kamu takut aku menaruh sianida ke dalam minuman mu itu, sini aku yang minum saja, mubazir kan" lalu Reno meraih gelas minuman strawberry smoothies yang sudah di pesannya untuk Diana. lalu di teguk nya minuman itu sambil tatapan mata pria itu terus menatap lekat ke manik Diana.


mmm.. enak ternyata,, seperti nya aku akan menyukai minuman dengan rasa ini" ucap Reno meminum hampir separo dari minuman yang menjadi favorit mantan nya itu.


pria itu tersenyum tipis.


Diana hanya menatap datar wajah tampan pria itu.


" kalau kamu hanya untuk seperti ini dan tidak ada yang akan kamu bicarakan, lebih baik aku pulang,, karena hari sudah gelap, permisi!" Diana hendak beranjak dari tempat duduknya.


" sebentar Ana.. apa kamu tidak kangen dengan tempat ini?" keluh Reno dengan wajah yang sendu menatap Diana.


" maaf aku kesini bukan mengenang, kenangan yang bukan lagi harus di kenang" ucap Diana datar.

__ADS_1


" kenapa kamu seperti ini Ana?"


" terus mau mu gimana?"


Reno diam tidak ada respon.


" aku masih mencintaimu mu Ana" ucap Reno lirih


hahaha... Sekarang Diana tertawa dengan nada sumbang terasa hambar terdengar.


" sedalam itu kah cinta mu Reno? hingga kamu bisa membuang cinta itu dan berpaling ke cinta yang lain ha?!" Diana tak percaya Reno bisa mengatakan bahwa dia masih mencintainya setelah pria itu dengan tega membuang cinta itu.


" bulyshit!!!" ucap diana dengan suara pelan tapi tegas


" sudahlah Reno aku akan pergi dari sini rupanya kau menemuiku hanya untuk bicara yang tidak guna!" tanpa memperdulikan expresi Reno Diana melangkah pergi yang memang dia sudah bangun dari duduknya.


melihat Diana akan melangkah pergi dengan cepat Reno mencekal dan menarik tangan Diana dengan kencang. hingga gadis itu tubuh nya berbalik paksa dan beradu ke arah dada Reno. dan dengan sigap, tangan Reno yang satunya meraih dan melingkar erat di pinggang ramping gadis itu.


AAAkh... Diana menjerit kaget.


" lepaskan aku Reno......!!" pekik Diana meronta


' tidak,, tidak akan aku lepaskan lagi dirimu Ana,, cinta ku!" ucap Reno yang langsung memeluk erat tubuh gadis itu.


" sinting!!" umpat Diana


" ya,aku memang sinting" suara Reno terdengar lirih di samping telinga gadis itu


" gila!!" lagi Diana memaki pria itu


" benar,,aku menjadi gila karena menyakiti mu Ana"


" iissh,, lepaskan aku Reno! atau aku akan menjerit minta tolong, agar para pengunjung cafe ini menghakimi mu!" ucap Diana dengan nada mengancam.dia terus berusaha melepaskan diri dari dekapan Reno. tapi rasanya lama kelamaan tubuh nya menjadi lemas kehabisan tenaga karena tubuh nya yang kecil tidak sebanding dengan tubuh Reno yang tinggi dan tegap tentu tenaga pria itu lebih kuat dari dirinya.


" silahkan kamu menjerit minta tolong,, aku jamin tidak akan ada yang berani mau ikut campur urusan suami istri ya kan?" Reno dengan entengnya berucap gila seperti itu


tentu saja membuat mata gadis itu membola sempurna tidak percaya Reno bisa se gila itu.


" silahkan kamu buktikan" tantang Reno dengan senyum Devils nya.


" apa mau Reno.... ucap Diana lantang sudah tidak tahan dengan ke gilaan Reno.


diri nya masih dalam dekapan pria ini.


" aku ingin kita memulai dari awal lagi Ana,, kembali lah pada ku, aku sangat tersiksa berpisah dari mu setahun ini" ucap Reno tanpa dosa


" itu tidak mungkin Ren.. kau sudah membuang cinta itu,, dan jangan menginginkan nya lagi,aku sudah berusaha menata hati ku yang sudah terkoyak oleh mu... ucap Diana menatap tajam ke arah manik Reno.


" karena itu aku sangat menyesali nya Ana,, aku ingin memperbaiki kesalahan yang telah aku buat terhadap cinta kita sayang,, beri aku kesempatan" tangan Reno perlahan membelai lembut rambut Diana yang panjang ikal terurai indah. Diana menepis tangan Reno yang menyentuh rambutnya dan memalingkan wajahnya enggan menatap manik pria yang ada di hadapannya ini yang membuat dirinya terasa tak terkendali.

__ADS_1


"


" T B C.


__ADS_2