Neraka Dosen Pemikat

Neraka Dosen Pemikat
Kasus Dekan Baru yang Tampan


__ADS_3

Mikael menghela nafas panjangnya. Dia melihat ke arah ujung sepatunya dan mencoba untuk merangkai kata yang tepat agar tidak memancing emosi kakak iparnya ini. Luka diwajahnya baru saja pulih dan haruskah dia memperoleh luka baru lagi.


"Kak, sepertinya kita butuh bicara di tempat yang tenang dan tepat."


"Aku tidak butuh bicara pada pengecut sepertimu yang bisanya hanya mempermainkan hati wanita."


"Jauhi Ariana dan ceraikan dia secepatnya!" seru Elang tertahan menunjuk ke dada Mikael. Beberapa orang yang berada di sekitar mereka melihat pertengkaran itu.


"Maaf, Kak, aku kira sebaiknya kita bicarakan di tempat lain."


"Aku tidak perlu bicara denganmu. Aku kemari hanya ingin membawa Ariana pergi jauh."


"Tidak, Kak, jangan lakukan itu karena kami memutuskan untuk bersama lagi." Elang tersenyum sinis lalu ....

__ADS_1


Bugh! Sebuah bogem mentah dilayangkan ke wajah mulus Mikael tapi pria itu menangkis dan memegang kepalan tangan Elang.


Tendang dengan kaki kiri dilakukan oleh Elang tetapi Mikael mundur selangkah sehingga tidak mengenai.


"Kak, ini ruang publik ada baiknya kita bicarakan baik-baik."


Lalu pertarungan terjadi dan Mikael sebisa mungkin menangkis tidak melawan karena bagaimanapun dia adalah kakak dari Ariana. Mengambil hati saja belum kok mau membuat perlawanan. Bisa-bisa semuanya jadi lebih rumit.


Gulat antara dua pria itu akhirnya di hentikan oleh rektor dan beberapa pegawai. Elang yang penuh dendam di pegang dua orang sedangkan Mikael menyentuh bibirnya yang pecah lagi. Mereka berdua lalu dibawa ke ruang rektor untuk ditanyai penyebab masalah yang terjadi.


"Ada apa ini?" pikir Ariana dalam hati.


Pintu ruang rektor mulai dibuka. Ariana membuka mulutnya ketika melihat Kakak dan suaminya dalam kondisi kacau dan kotor. Mulutnya seketika ditutup erat.

__ADS_1


"Ariana silahkan masuk ke dalam. Mari kita selesaikan masalah yang ada," kata rektor itu.


Ariana terpaku bingung ketika akan memilih duduk dekat dengan Elang atau Mikael. Dia lalu memutuskan duduk di sebelah kakaknya. Menatap Mikael yang sedang melihat ke arahnya juga.


"Elang, dulu aku mengenalmu sebagai aktivis di universitas ini. Aktivis pecinta alam yang terkenal tampan," gurau rektor itu. Elang menganggukkan kepalanya. Rektor itu masih bekerja sebagai dosen ketika dia masih kuliah di sini.


"Betul ini Ariana yang kalian maksud?" Elang menganggukkan kepalanya. Ariana menoleh ke arah rektor itu tidak tahu apa yang mereka maksud.


"Begini Ariana. Mereka ini bertengkar karenamu bukan karena memperebutkan cintamu tetapi karena masalah pribadi yang tidak bisa mereka katakan. Bisakah kau jelaskan apa masalahnya?"


"Dia adalah istriku, Pak, kami telah menikah enam tahun yang lalu.


"Dia istrimu?!" Rektor itu terkejut. KTP milik Mikael memang mengatakan jika dia mempunyai seorang istri tetapi wanita itu masih dirahasiakan olehnya. Rektor itu melihat Ariana dari atas ke bawah. Cantik, lalu apa masalahnya sesungguhnya? Jiwa ingin tahu rektor itu mulai bangkit.

__ADS_1


"Wah, saya harus mengucapkan selamat atau apa ini? Terus terang saya terkejut mengetahui jika istri dekan muda kita yang tampan ini ternyata adalah mahasiswi nya sendiri. Kenapa harus disembunyikan jika istrinya cantik?''


"Dan Nak Elang ini adalah seorang kakak ipar lalu mengapa malah memukul adik iparnya? Apakah, dekan kita ketahuan berselingkuh? Tahukah kalian kejadian ini bisa mencoreng nama baik universitas mengingat banyak gadget berkeliaran dan berita ini pasti sudah diunggah ke laman publik oleh orang yang melihat," cecar Rektor itu. Beberapa pegawai di luar ruangan mulai menempelkan telinga mereka lebar-lebar di dinding penasaran dengan berita besar yang akan mengguncang universitas ini.


__ADS_2