
"Setelah apa yang dia lakukan? Cuih, aku bahkan muak melihat wajahnya." Mata Bayu terlihat garang ketika menatap Mikael.
"Ariana masuk ke dalam," bentak Bayu lagi.
"Aku akan masuk tetapi kau harus berjanji tidak akan melukainya," ujar Ariana ketakutan. Mendengar ucapan adiknya membuat Bayu menyatukan kedua alisnya sehingga garis kerutan diantarnya, nampak terlihat jelas.
"Jangan katakan jika kau akan memaafkan semua perbuatannya!" tunjuk Bayu penuh kecurigaan. Elang memang tidak mengatakan hal apapun pada keluarga besar Ariana tentang masalah Mikael. Dia tidak mau menambah luka baru untuk ayahnya.
"Aku ... aku... ," Ariana hendak menjawab tetapi tangan Mikael memegang tangannya. Ariana menatap mata cokelat terang milik pria itu.
"Untuk itu, aku datang kemari."
"Lepaskan tangan kotormu dari kulit putriku!" bentak Makmur Sanjaya yang baru keluar dari rumahnya.
Pria itu mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dengan celana hitam serta sarung tumpal berwarna merah darah dan dengan balutan benang keemasan.
Air muka pria paruh baya itu mengeras ketika tahu siapa yang datang. Sorot matanya yang tajam tertuju pada genggaman tangan Mikael dan tangan Ariana. Dia seperti macan yang sedang terluka.
"Ayah, aku... ," ucapnya terpotong ketika Mikael maju ke depan wanita itu dengan tenang. Dia menatap pada wanita itu agar tenang.
"Bayu bawa adikmu masuk," perintah Sanjaya dengan suara bergelegar. Semua orang yang ada ditempat itu seperti ketakutan. Mereka mundur, sedangkan beberapa orang kepercayaan Sanjaya segera mendekat seperti sedang mengepung Mikael.
Bayu menarik tangan Ariana dan membawanya masuk ke dalam dengan paksa. "Tidak Kakak jangan!"
Ariana merasa cemas dan ketakutan, dia khawatir terjadi hal buruk dengan Mikael. Dia pernah melihat bagaimana kakaknya mengamuk di rumah keluarga Toha dan Paman Mikael, Sadewa mencegahnya. Lalu mereka bertarung. Bayu yang kalap membawa parang hendak membunuh paman Mikael saat itu untung saja semua teratasi ketika polisi datang dan melerai perkelahian itu.
Dia takut hal itu akan terjadi kembali. Ayahnya dan Bayu akan gelap mata dan membunuh Mikael.
"Lepaskan Ariana!" tarik kakaknya. Namun, tangan Ariana tetap memegang tangan Mikael erat.
__ADS_1
"Tidak Ayah, kita bisa bicarakan ini baik-baik," pinta Ariana.
"Ariana masuklah," kata Mikael tidak tega melihat tangan wanita itu ditarik paksa oleh kakaknya. Dia melepaskan tangannya dari genggaman Ariana namun wanita itu seperti enggan untuk melakukannya.
"Aku akan baik-baik saja," kata Mikael lembut. Air mata Ariana meleleh. Dia lalu melepaskan Mikael dengan berat dan tidak melepaskan tatapannya ketika tubuhnya ditarik masuk oleh Bayu.
Sanjaya terkejut melihat Ariana yang seperti telah menjalin hubungan dekat dengan Mikael. Sejak kapan? Adakah yang tidak dia ketahui? Berbagai pertanyaan berada di dalam benak pria itu.
"Untuk apa kau kemari?" tanya Sanjaya dengan suara yang berat dan berwibawa. Pria itu memiliki kharisma tinggi yang membuat orang segan untuk berbicara keras padanya.
"Kedatangan saya kemari untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang terjadi di masa lalu. Saya tahu kesalahan itu tidak bisa dimaafkan dengan mudah hanya beri kesempatan pada saya untuk membuktikannya. Saya sangat menyesal telah melakukannya," ungkap Mikael menundukkan kepalanya.
"Menyesal? Mudah untuk mengatakannya berat kami untuk menjalaninya. Rasanya membunuhmu pun tidak akan bisa menyembuhkan luka yang kau torehkan!"
"Saya akan melakukan apapun untuk menerima konsekwensinya atas kesalahan yang pernah saya perbuat itu."
Sanjaya tertawa keras. "Apa kau bisa menghapus luka Ariana waktu itu? Apa kau bisa mengembalikan nama baik kami yang tercoreng setelah kau meninggalkannya begitu saja? Keluarga kami terutama Ariana harus menanggung banyak fitnah dari orang sekitar. Mereka menyalahkannya atas kepergianmu karena keluargamu menutupi kesalahan yang kau lakukan!"
"Pergi?! Begitu mudah baginya pergi setelah apa yang dilakukannya pada kita?Aku bahkan ingin sekali membunuhnya!'' teriak Bayu. Mikael menghela nafas dan memejamkan mata ketika mendengar kalimat yang Bayu ucapkan.
Kakak pertama Raina ini terlihat lebih garang dari Elang pasti akan lebih brutal menghabisinya. Dia hanya bisa pasrah menerima kemarahan keluarga Raina. Walau sakit itu tidak sebanding dengan kesalahan yang telah dia perbuat.
"Aku mau masuk kau urus dia dan buat dia tidJ berani lagi masuk ke rumah ini. Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi didepan mataku," ucap dingin Sanjaya. Lalu, pria itu masuk ke dalam rumah.
Bayu lalu menarik lengan bajunya ke atas dan menyeringai marah pada Mikael.
Bugh!
"Ini untuk air mata yang adikku keluarkan!" ucap Bayu memukul keras wajah Mikael sehingga darah mengalir dari pelipisnya.
__ADS_1
Bugh! Pukulan kedua dilayangkan.
"Ini untuk harga diri Ariana yang kau injak-injak," ujar pria itu lagi dengan mata yang berapi-api.
Bugh! Pukulan ketiga ditujukan tepat di dada Mikael. Darah segar keluar dari bibirnya.
"Ini untuk luka yang kau torehkan pada keluarga kami," seru Bayu. Dia terus saja menyerang Mikael secara bertubi-tubi. Mikael hanya bisa bertahan tanpa berusaha untuk melawan.
"Jangan Kakak," teriak Ariana.
Ariana yang dikunci di kamar atas rumahnya hanya bisa menangis melihat Mikael dipukul dari jendela kamarnya. Dia mencari cara agar bisa keluar dari kamar itu. Pria itu bisa mati jika terus saja di pukul seperti itu. Tempo hari Kak Elang dan kini Kak Bayu, dia tidak bisa membiarkan ini semua terjadi.
Ariana menarik seprai tempat tidur dan selimut lalu menyatukannya dan menjadikan itu sebagai tali untuknya turun dari lantai satu lewat jendela.
Dia mengikat ujung tali itu di kaki tempat tidur. Lalu membuangnya ke luar jendela setelah itu dia melompat turun mengenakan talinya.
"Non, awas jatuh!" teriak para pegawai yang melihat Ariana turun dari jendela. Bayu menghentikan pukulannya dan melihat ke atas.
"Apa-apaan ini?" gumamnya kesal mendekat ke arah Ariana yang hampir menjejakkan kaki di tanah.
"Kau gila!"
"Kakak jangan pukuli dia lagi, aku mohon!"
"Jijik aku mendengar kau memohon demi pria pengecut sepertinya!" seru Bayu menepis tangan Ariana dari lengannya. Pria itu hendak menendang Mikael yang sudah tidak berdaya. Namun, sekali lagi Ariana menghalangi kakaknya.
"Kak, kemarin Kak Elang juga sudah memukulnya berkali-kali," ungkap Ariana membuat Bayu terkejut. Dia membuang nafas kasar.
"Jadi itu sebabnya Elang membawamu kembali kemari?" Pria itu menatap nyalang pada Mikael.
__ADS_1
"Kak, Suamiku sudah meminta maaf, apakah itu belum cukup?"
"Suami, dia bahkan tidak menganggapmu sebagai istrinya. Oh, tunggu jangan katakan jika kalian sudah bersama? Sial!" umpat Bayu. Dia menatap penuh kebencian dan dendam pada Mikael.