Neraka Dosen Pemikat

Neraka Dosen Pemikat
Syarat Kembali


__ADS_3

"Tunggu Kak, apa yang Kakak katakan memang benar. Aku memang mengikuti anjuran orang tuaku pada awalnya."


"Aku dengar!" Elang tersenyum menang. Sedangkan air muka Ariana sudah mulai jatuh.


"Aku belum menyelesaikan perkataan ku, Kak." Mikael mengalihkan pandangannya ke arah Ariana dengan tegas. Tersenyum samar.


"Cinta itu butuh pengenalan. Tidak bisa kita bilang cinta ketika baru bertemu dengan seseorang karena mungkin itu hanya nafsu sesaat. Banyak wanita yang dekat denganku dan mantanku juga cantik. Tunggu jangan marah dulu. Tetapi ketika mulai mengenal Ariana aku menemukan hal lain yang tidak kudapatkan dari wanita manapun. Kecantikan hatinya yang terpancar dari jiwanya yang tulus. Yang membuat hatiku jatuh." Dada Ariana serasa kebun bunga yang sedang mekar. Melayang dibuat oleh kata-kata Mikael. Pria itu tidak langsung mengatakan cinta tetapi menggambarkannya dengan indah.


"Semua yang dekat dengannya akan bisa merasakan hal itu. Maka tidak heran jika Adam yang tahu status Ariana masih mengejarnya. Adam mungkin tidak rela jika harus melepaskan Ariana. Betul kan!" tanya Mikael pada Adam. Adam bungkam tetapi hal itu menjawab semuanya.


"Aku telah membuang Ariana lama sekali, tetapi orang tuaku kekeh agar tetap kembali pada Ariana. Padahal keluarga kita sudah berhubungan tidak baik. Mereka pikir Ariana adalah wanita terbaik untukku. Aku mulai menggali, seperti apa istriku. Hingga aku menyadari bahwa aku menemukan kedamaian ketika berada di dekatnya, kenyamanan, serta ketenangan, hal yang sudah lama tidak pernah kurasakan. Anakku pun bisa merasakannya."


"Kau sudah punya anak!" Wajah Sanjaya terlihat menegang. Ariana menelan Salivanya dalam-dalam. Dia sengaja tidak memperbincangkan tentang Dita takut jika emosi ayahnya naik.


"Saya pikir kami harus undur diri saja Pak Sanjaya, Ariana. Ini urusan keluarga kalian tidak seharusnya kami turut campur di dalamnya," pinta Ayah Adam. Keluarga Adam lalu undur diri dari tempat itu. Sanjaya meminta maaf atas kejadian ini dan berharap hubungan mereka akan tetap baik.


Adam seperti tidak rela meninggalkan Ariana tetapi dia bisa apa. Dia sama saja ingin memetik buah di kebun milik orang lain. Tidak bisa jika tidak serahkan dengan baik-baik. Namanya mencuri.


Setelah mereka keluar, Sanjaya duduk lagi di kursi dengan formasi yang sama.


"Okey, terangkan tentang anakmu." Pria itu mengangkat satu kakinya ke atas kaki yang lain dan meletakkan tangan di atas pahanya. Menahan emosi yang sudah terpancar dari wajahnya yang kharismatik.


"Anindita anakku berusia 3tahun. Dia lahir dari kekhilafanku waktu itu yang menganggap cinta adalah segalanya. Aku buta oleh pesona mantan kekasihku sehingga rela berbuat apapun untuknya, bahkan keluar dari jalur agama yang orang tua ajarkan selama bertahun-tahun. Suatu hari, orang yang aku cintai itu pergi meninggalkan aku dan anakku yang masih kecil, belum bisa berdiri di tanah hanya demi ketenaran. Itu sebuah peringatan dari Tuhan bahwa semuanya hanya kebahagiaan semu. Kita tidak akan hidup bahagia jika menyakiti lainnya apalagi keluarga. "

__ADS_1


"Apa kau tidak merasa bersalah pada Ariana?" tanya Sanjaya penuh selidik. Ariana menarik nafas dalam.


"Ketika aku meninggalkan Ariana, aku pikir dia masih terlalu kecil ketika menikah denganku. Masa depannya akan hilang dengan pernikahan dini itu. Aku merasa seperti pedofil jika tetap meneruskannya."


"Tidakkah kau tahu jika apa yang kau lakukan membuat luka bukan hanya untuknya tetapi seluruh keluarganya. Kami terluka dengan perbuatanmu, membuat beban besar karena harus menanggung malu sampai saat ini."


Mikael menunduk dengan penuh penyesalan, mendengarkan semua yang Sanjaya katakan. Dia tahu kesalahannya itu tidak bisa dimaafkan dengan mudah. Setelah Sanjaya selesai dengan semua kemarahannya. Dia baru bersuara lagi.


"Maafku, tidak akan bisa mengembalikan semua hal yang telah aku rusak dan menyembuhkan luka semua orang. Namun, aku berniat untuk memperbaiki semuanya, walau tidak bisa dirangkai seindah dulu tetapi setidaknya aku ingin membuat lagi sesuatu yang baru dengan Ariana. Hubungan ini mungkin lebih indah, karena aku yakin Ariana bisa merangkai hubungan cantik dengan siapapun. Aku pun berharap bisa belajar banyak darinya tentang apa artinya keluarga karena kedamaian akan ada jika kita bisa hidup damai dengan keluarga."


"Ariana kau mungkin telah jatuh hati dengan pria ini sehingga tidak mau mendengarkan apapun ucapan keluargamu. Namun, apakah kau yakin bisa menerima anak dari wanita yang telah merebut suamimu dan membuatmu terluka? Ayah rasa itu tidak mungkin."


"Ayah aku menerima Mike dengan apa adanya, termasuk anaknya."


"Ayah..." Mata Ariana merebak penuh dengan kesedihan.


"Paman berilah saya kesempatan lagi untuk meneruskan hubungan ini dan memperbaiki diri." Mikael bangkit dan bersimpuh di depan Sanjaya.


Sanjaya menarik nafas panjang. Ariana ikut bersimpuh di depan Ayah nya berharap pria itu mau memikirkan kembali keputusannya.


"Aku tidak rela tetapi aku akan memberi kesempatan dengan syarat."


"Apapun syaratnya akan aku penuhi."

__ADS_1


"Pertama kalian tinggal di rumah ini setidaknya selama satu tahun. Aku ingin melihat bagaimana kesungguhanmu merajut kembali hubungan dengan Ariana."


"Ayah, pekerjaannya ada di Jakarta," ujar Ariana tidak setuju.


"Aku sudah berhenti ketika memutuskan untuk mengejarmu kemari, bagiku kau lebih penting dari pekerjaan itu," ungkap Mikael. Ariana merasa terharu dengan pengorbanan Mikael.


"Kedua, kalian tidak akan pernah satu kamar. Kau akan tinggal bersama dengan para pelayan!" Permintaan Sanjaya kali ini untuk mengetahui ego dari Mikael. Apakah pria itu tahan menjalankan hubungan ini atau tidak.


"Aku setuju hanya saja bolehkah aku membawa anakku kemari," tanya Mikael ragu. Ariana menatap Ayahnya dengan penuh harap.


"Boleh, hanya saja dia akan tinggal bersamamu di kamar belakang."


"Dita biar tidur bersamaku," ucap Ariana cepat. Semua menatap Ariana.


"Aku tidak tega jika Dita tidur dibelakang," lanjutnya.


"Itu pilihanmu, ayah tidak ada urusan dengan anak orang, apalagi anak dari hasil hubungan gelap suamimu," kata Sanjaya. Permintaannya kali ini hanya ingin melihat apakah Mikael ingin kembali hanya karena nafsu atau memang ingin merajut rumah tangga yang utuh dengan Ariana. Hal ini juga agar dia bisa melihat apakah Ariana memang menerima dan menyayangi anak Mikael atau hanya berpura-pura sayang pada anak itu. Sanjaya tidak ingin anaknya melakukan kesalahan fatal dengan menjadi ibu tiri yang buruk bagi anak orang.


"Yang ketiga. Aku meminta kalian tidak berhubungan suami istri selama setahun itu."


"Ayah... ," seru tertahan Ariana. Dia tidak mengerti dengan cara berpikir ayahnya kali ini. Mengapa menyetujui tetapi memisahkan.


"Itu syarat dariku jika tidak sanggup pergi saja!"

__ADS_1


__ADS_2