
Mikael akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung bersama dengan Ameena dan suaminya. Mereka menggunakan mobil yang Ameena akan kembalikan padanya.
"Kau akan mengundurkan diri?" tanya rektor sambil menurunkan kacamata kecil pria itu.
"Aku tidak tahu sampai kapan bisa menyelesaikan masalahku di kampung Pak. Aku tidak ingin menjadi bahan pergunjingan dengan meminta cuti tambahan. Lebih baik saya mengundurkan diri saja."
"Apakah masalah kemarin itu belum kelar?" tanya rektor ingin tahu. Kedua tangannya dilipat ke depan seperti siap mendengar curahan hati juniornya.
"Sepertinya akan bertambah pelik. Pernikahan kami tidak disetujui oleh keluarganya maka dari itu terjadi perselisihan. Ariana kini dibawa pergi ke kampung oleh kakaknya."
"Dia itu istrimu, kau harus memperjuangkan buktikan pada keluarganya jika kau pria sejati yang akan bertanggung jawab penuh pada kehidupan putri mereka. Kau juga harus bisa meyakinkan mereka bahwa kau bisa memberikan kebahagiaan penuh padanya." Rektor itu berusaha untuk menasehati Makael.
Mikael menelan Salivanya seraya menganggukkan kepala. Dia memang bukan pria bertanggung jawab dan pria yang telah membuat wanita itu menderita. Pantas jika keluarga Ariana begitu membencinya.
__ADS_1
"Aku juga punya anak wanita. Berpikir apakah anakku akan dibuat bahagia oleh suaminya nanti seperti apa yang aku lakukan berusaha sekuat tenaga membahagiakan putriku. Ada ketakutan tersendiri begitu menyerahkan putriku pada pria asing. Namun, itu harus tetap dilakukan dan untungnya suami putriku itu adalah pria yang baik dan sangat mencintainya. Mereka kini tinggal di Sulawesi menjadi abdi pemerintah."
"Jika kau punya putri, kau pasti akan melakukan hal sama denganku," imbuh Rektor itu lagi.
"Saya sudah ditunggu oleh saudara saya untuk pulang ke kampung bersama," kata Mikael.
"Oh, ya sudah. Saya terima surat pengunduran diri Anda. Sesungguhnya saya berat untuk melepaskan Anda karena Anda nama baik universitas kita naik dan menjadi fakultas ekonomi terbaik di negeri ini. Saya harap setelah Anda menyelesaikan masalah ini, Anda mau kembali kemari."
Mikael akhirnya resmi mengundurkan diri dan kembali ke mobilnya untuk menempuh perjalanan panjang kembali ke rumah di kampung. Kini statusnya adalah pengangguran tetapi dia tidak memperdulikannya yang ditakutkannya adalah statusnya berubah menjadi duda dalam waktu dekat. Kehadiran Adam membuat ancaman nyata untuknya.
Keluarga Toha terlihat keluar dari rumah ketika tahu mobil yang diantar ke Jakarta kembali. Mereka lebih terkejut lagi setelah melihat Mikael kembali.
"Di mana Ariana?" tanya Ibu Siti melihat ke adalah mobil ketika semua yang ada di dalamnya sudah keluar.
__ADS_1
"Ariana tidak ikut bersama kami," jawab Ameena.
"Kenapa? Apakah kau membohongi kami Mikeal?" tanya Ibu Siti dengan nada tinggi.
"Kak Ariana dibawa Kak Elang kembali ke rumahnya." Semua orang menghela nafasnya ketika mendengar keterangan dari Ameena.
"Bagaimana bisa? Mengapa kau membiarkannya Mikael!" seru Ibu Siti kesal.
"Tenang Bu, redakan emosimu. Ingat penyakit." Ayah Sofyan berusaha menenangkan istrinya.
"Biarkan mereka masuk dulu dan beristirahat. Ini sudah malam, kita tanyai Mikael besok saja. Lagi pula Dita juga terlihat lelah. Kasihan dia masih kecil harus melihat pertengkaran kalian." Semua terdiam mendengar ucapan Kakek Toha.
"Maaf Bu jika harus mengecewakanmu tetapi aku janji akan membawa Ariana pulang," janji Mikael pada orangtuanya.
__ADS_1