Neraka Dosen Pemikat

Neraka Dosen Pemikat
Tamat


__ADS_3

Zahra terdiam duduk di pinggir ranjang menanti sangat suami datang. Dia langsung diboyong oleh Elang ke rumah pria itu karena tidak ingin. membuat wanita itu sedih dengan suasana rumah Pak Haji Toha yang masih dibumbui dengan pertengkaran antara Pak Sofyan dan istrinya.


Terdengar suara tawa Elang dari kejauhan membuat Zahra berdebar kencang.


"Pelan-pelan lho, Kak. Zahra itu anaknya lembut," sayup-sayup terdengar suara Ariana dan tawanya. Langkah kaki mulai mendekat, Zahra melihat ke arah pintu yang akhirnya dibuka.


"Lho kok masih duduk, aku kira kau sudah membersihkan diri dan melepas gaun itu. Apa perlu aku bantu," goda Elang membuat wajah Zahra memerah.


"Tidak... aku bisa sendiri hanya tidak tahu dimana tas koperku," ucap Zahra gugup. Tangannya bahkan sudah gemetar.


"Kau tidak butuh itu, di lemari ku banyak tumpukan pakaian yang Ariana beli dan pilihkan untukmu, tetapi uangnya dariku sebagian. Sebagian lagi sebagai hadiah pernikahan kita."


Zahra menatap wajah Elang yang tampan dan tersadar bahwa kini pria di depan adalah suaminya.


"Aku lihat sedari tadi kau belum makan, jadi aku bawakan makanan untukmu," ujar Elang menyendok nasi dari piring lantas diberikan untuk Zahra.


"Aku bisa sendiri," ucap Zahra pada akhirnya mengatasi rasa gugup yang menerjang.

__ADS_1


"Aku ingin menyuapimu." Mau tidak mau Zahra menerima suapan dari Elang. Dalam hatinya dia merasa senang mendapatkan suami yang pengertian dan perhatian namun terlalu malu untuk mengungkapkannya.


"Aku sebenarnya ingin sekali mendengar kau mengatakan cinta padaku seperti yang kau tulis di diarymu." Seketika Zahra tersedak setelah mendengar curahan hati Elang.


Elang langsung mengambil air minum di atas nakas yang sudah disiapkan oleh seseorang sebelumnya. Zahra langsung menghabiskan minuman itu. Menatap ke arah Elang.


"Kau itu tidak sopan mencuri diary milik orang dan membacanya."


"Kau itu irit bicara dan diarymu mengungkap segalanya." Elang memang tidak merasa bersalah dan membenarkan apa yang dilakukannya.


"Nanti aku belikan diary yang baru, kau tulis perasaanmu di sana biar nanti jika kau sedang ngambek aku tahu kenapa setelah membaca diarymu."


Zahra sudah mulai melepas atribut di kepalanya. Elang menutup rapat pintu dan menguncinya membuat Zahra kembali lagi nervous.


Pria itu mendekati Zahra dan mulai membantu melepas barang-barang yang ada di tubuh wanita itu.


Setelah itu Elang yang berada di belakangnya, membungkuk, sebuah kecupan mampir di pipi Zahra. Menelusuri hingga ke bawah telinga wanita itu. Zahra memejamkan matanya.

__ADS_1


"Kau tahu betapa tersiksa nya seorang pria yang menahan diri menyentuh orang yang dicintainya. Aku sudah ingin sekali menyentuhmu sejak lama, sedikit mengecup pipimu tapi aku tahan karena aku ingin merasakannya setelah kita resmi menikah." Zahra melihat Elang dari pantulan cermin.


"Aku ingin membuktikan diri jika cintaku suci bukan karena nafsu semata." Sebuah kecupan mampir di telinga Zahra membuat bulu seluruh badan wanita itu berdiri semua. Terdengar tarikan nafas keras dari Zahra.


Elang mengajak wanita itu berdiri. Menatapnya.


"Aku belum mandi," ucap Zahra malu.


"Tidak usah mandi ini sudah malam, mandi keringat saja yuk." Mulai keluar bayolan dari pria itu. Membuat mata Zahra membesar dan spontanitas ia memukul lengan pria yang telah sah menjadi suaminya.


"Belum apa-apanya sudah KDRT," ucap Elang memeluk Zahra. "Lebih baik tanganmu untuk menyentuh tubuhku saja."


Elang mulai menurunkan resleting baju Zahra.


"Mulai kini lupakan semua pengalaman buruk yang terjadi dan kita rajut kehidupan yang lebih baik mulai dari sekarang. Tugas kita hanya berbakti pada orang tua dan menjadi orang tua yang baik bagi calon anak kita. Sekarang kita mulai membuatnya ya," ucap Elang menyebalkan.


Mereka akhirnya mulai menjalani biduk rumah tangga bersama. Elang selalu menjadi pria yang bertanggungjawab dan terdepan dalam menjaga istri dan anak mereka.

__ADS_1


***


Tamat ya... Terimakasih bagi semua pembaca yang setia membaca cerita recehan ku. Sorry lama ketumpuk cerita lain.


__ADS_2