
Bayu lalu mendorong adiknya hingga terjatuh. Mikeal hendak menolong Ariana namun terlambat. Kakak Ariana menarik kerah baju Mikael. Nafasnya terdengar memburu dengan muka buas yang ingin memakan mangsa di depannya.
"Katakan apa yang kau lakukan pada adikku sehingga dia masih saja menerima makhluk menjijikkan seperti dirimu," teriak Bayu dengan mata yang hampir keluar karena menahan bara api kemarahan. Tangannya terkepal ingin memukul wajah yang sudah babak belur itu.
Ariana lantas berdiri berusaha menarik tangan kakaknya. "Kak, dia kemari untuk meminta maaf, tidak bisakah kau menyelesaikan dengan baik tanpa kekerasan?"
"Diam Ariana, cukup pembelaanmu. Aku muak melihatmu terlihat lemah dan memaafkan pria ini dengan mudah," bentak Bayu. Namun, Ariana tahu kakaknya yang keras itu selalu luluh oleh tingkah manisnya.
"Kak, aku... hanya ingin permusuhan keluarga ini cepat selesai. Apakah kau tidak lelah selalu bertengkar dengan orang-orang keluarga Toha sedangkan mereka juga bagian dari masyarakat kita."
"Ariana kami melakukan ini untuk membelamu mengapa kau malah menyalahkan aku." Bayu mulai pusing dengan ocehan adiknya ini.
"Aku sedang hamil anaknya, jika kau membunuhnya, bagaimana janin dalam perutku," ucap Ariana berbohong membuat Bayu melepaskan pegangannya pada Mikael.
Mikael pun terkejut mendengar ucapan Ariana. Namun, dia melihat Ariana mengedipkan matanya. Wanita itu tidak tega melihat kesungguhan Mikael untuk meminta maaf pada keluarganya. Dia harus menghentikan kegilaan Bayu sebelum Mikael menderita luka parah.
Bayu menendang keras tong sampah besar dari plastik hingga pecah. Di keluarga Sanjaya, Bayu adalah sosok paling ditakuti dan disegani. Dia adalah anggota TNI yang jujur dan kharismatik sayang temperamennya tinggi jika menyangkut keluarganya. Bagi keluarga Sanjaya, Bayu adalah anak kebanggaan keluarga.
__ADS_1
Bayu lalu pergi dari rumah itu menggunakan mobil jeepnya yang terparkir. Ariana menghela nafas lega melihat kepergian kakaknya.
Sedangkan di balik pagar tembok beberapa orang tampak sedang mengintip melalui celah, mengawasi keadaan. Mereka hendak masuk menolong Mikael namun tidak jadi karena melihat cara Ariana membela suaminya.
"Wah, calon cucu keponakan anak sudah ada di perut menantu muda," bisik Sadewa pada bawahannya.
"Wah, selamat kalau begitu."
"Aku harus memberitahu pada Kak Siti. Dia pasti akan bahagia mendengarnya."
"Yo, kamu awasi rumah ini. Hubungi aku jika ada berita penting."
"Siap Boss," ucap Paryo. Sadewa lalu menarik caping yang menutupi wajahnya lebih ke bawah untuk menutupi wajahnya. Dia lalu naik ke mobil bak terbuka bersama dengan tiga anak buahnya yang lain. Dia bangga pada cara Ariana mengatasi masalah itu. Dia juga salut pada Mikael yang memilih tidak melawan dan menahan rasa sakit akibat menjadi pelampiasan kemarahan Bayu.
Ariana memapah Mikael ke pinggiran rumah dan mendudukan pelan Mikael di anak tangga depan rumahnya.
"Aww!" desis Mikael.
__ADS_1
"Pulanglah," kata Ariana khawatir. Dia membersihkan noda tanah di baju dan wajah Mikael.
"Aku akan pulang bersamamu," jawab Mikael menatap mata Ariana.
"Namun ...," Ariana terlihat keberatan namun jari telunjuk Mikael membuat suaranya terhenti.
"Aku akan menerima setiap rasa sakit yang akan diberikan padaku. Aku tahu itu tidak seberapa dengan rasa sakit yang diberikan aku pada kalian semua."
"Mike," gumam Ariana ingin menangis. Kenapa pria itu kini terlihat romantis dan membuat hatinya selalu terpikat oleh pesona kata-katanya.
"Aku akan menemui Ayahmu dan meminta maaf."
"Jangan, aku takut sesuatu yang buruk terjadi lagi."
"Akan lebih buruk jika aku kehilanganmu," ucap Mikael membuat wajah Ariana yang memerah karena panas matahari, kini bertambah merona.
"Apakah kau mencintaiku, Ariana?" tanya Mike penasaran.
__ADS_1