Neraka Dosen Pemikat

Neraka Dosen Pemikat
Jijik Dengan Kelakuanmu


__ADS_3

Mikael melepaskan pegangan tangan Sheila dengan sedikit kasar. Dia lalu mengambil tissue dan membersihkannya.


Ariana memucat seketika mendengar permintaan Sheila tetapi dia terlihat sedikit lega setelah melihat reaksi Mikael yang terlihat enggan untuk disentuh wanita itu.


"Jadi kau ingin bertemu denganku hanya ingin mengatakan ini?" tanya Mikael dengan wajah mengeras tetapi tetap dengan suara rendah.


Wajah Sheila memucat seketika. "Aku hanya memberi solusi terbaik."


"Solusi terbaiknya adalah kau tidak usah datang lagi ke depanku karena kita tidak punya hubungan apapun. Jika kau ingin bertemu Dita silahkan kau hubungi Ariana dia yang akan membuat jadwalnya."


"Mike, tidak bisa seperti itu," ujar Sheila.


"Tidak bisa bagaimana? Kau sendiri dulu yang ingin pergi dari kami jadi bukan salah kami jika kami punya kehidupan sendiri sekarang."


"Aku tahu kau masih mencintaiku Mike, kau hanya sedang melampiaskan kemarahanmu padaku." Sheila menangis di depan pria itu.


"Ariana bawa Dita masuk," kata Mikael melihat suasana yang tidak kondusif untuk anaknya.


"Sayang kita menonton dari handphone Ibu, yuk. Ayah sedang ingin berbicara serius dengan Ibu Sheila." Dita lalu menoleh ke belakang dan melihat Sheila menangis.


"Ibu La kenapa menangis?" tanya anak itu mendekat ke arah ibunya.


"Ibu hanya sedang sedih dengan pekerjaannya dan ingin berbicara dengan Ayah. Kau masuk dulu ke kamar mu, ya," ujar Mikael.

__ADS_1


Dengan berat hati Dita mengikuti langkah kaki Ariana tatapannya tidak berpaling dari Sheila.


"Bu La, aku masuk dulu ke kamar ya. Nanti jika Ibu pulang, pulang saja. Aku tidak apa-apa kok. Sekarang ada Ibu, disini." Perkataan Dita seperti menikam hati Sheila. Dulu dia tetap meninggalkan Dita walau anak itu merengek meminta dirinya untuk tetap tinggal di sini.


"Kau lihat anakmu saja lebih tahu mana yang benar-benar menyayanginya dan mana yang hanya sekedar di lidah saja!"


"Mike!" Mata Sheila memerah karena sedih dan marah. Marah pada semuanya dan marah pada dirinya sendiri.


"Aku benar-benar menyayangi anakku karena itu aku rela dijadikan madu olehmu asal jangan kau pisahkan aku darinya."


"Kau ingin aku menikahimu?" tanya Mikael.


"Jangan bermimpi! Dalam pikiranku pun tidak ada namamu lagi."


"Aku sangat mencintaimu, Mike," kata Sheila.


"Setelah dua tahun lebih. Apakah butuh waktu lama untuk menyadari cintamu?" tanya Mikael.


Sheila lalu turun ke bawah dan bersimpuh di kaki Mikael. Tangannya memegang kaki Mikael.


"Jangan sentuh diriku lagi karena kita bukan muhrimnya," bentak Mikael.


"Dulu kau tidak keberatan berbagi tubuh denganku," Isak Sheila.

__ADS_1


"Itu dulu ketika aku buta oleh cintamu dan sebelum aku menyadari kesalahanku yang fatal. Tuhan sangat baik dengan memberitahuku bagaimana buruknya perangai dan sifatmu. Walau itu sakit pada awalnya tetapi aku bersyukur bisa lepas dari jerat dosa dan kesalahan yang mungkin tidak bisa kulepas jika aku masih tetap bersama mu."


"Terima kasih Sheila, kau sudah menyadarkan aku betapa bodohnya diriku terjerat pada cintamu hingga melupakan semuanya, keluarga, kehidupan bahkan Tuhan yang telah memberi kehidupan padaku."


"Sedangkan Ariana mengembalikan ku pada jalan yang benar, dia membuatku mengerti tentang arti keluarga, cinta tulus dan kembali pada Tuhan hal yang telah lama aku tinggalkan."


"Manusia tidak akan belajar jika dia tidak melakukan kesalahan. Sedangkan kesalahan terbesarku adalah meninggalkan istriku sendiri dan hidup bersama dengan wanita yang tidak layak untuk kucintai."


"Namun, terima kasih kau telah memberikan Dita dalam hidupku. Satu-satunya pemberianmu yang selalu aku syukuri."


"Jika telah selesai drama yang kau buat ini silahkan kau pergi. Kau sudah melihat sendiri jika Dita lebih baik tanpa dirimu dan dia bahagia bersama ku dan Ariana. Kami tidak membutuhkanmu lagi untuk membuat hidup kami kembali dalam neraka."


"Mike, apakah semudah itu kau melupakan aku dan menggantikan aku dengan wanita itu," teriak Sheila tidak terima. "Aku bahkan lebih baik darinya."


"Lebih baik mananya? Kau cantik tapi hanya polesan, tubuhmu indah karena kau tidak sudi merusaknya bahkan untuk anakmu sendiri, kau kaya tapi hasil dari menjual diri."


Plak!


Mikael memegang kulit pipinya yang terasa panas. Jika Sheila bukan wanita dia pasti akan menghajar dan menyeretnya keluar dari rumah ini.


"Aku tidak menjual diri, aku bekerja siang dan malam untuk Dita dan masa depannya."


"Kau tidak akan mendapatkan peranmu jika kau tidak tidur dengan sutradara itu. Kau terkejut? Aku menyuruh orang untuk menguntitku dulu untuk tahu mengapa begitu mudah bagimu pergi dariku, yang rela meninggalkan semuanya demi dirimu!"

__ADS_1


"Lalu kau tidur dengan para pemain film lain, sekarang haruskah aku kembali menyentuhmu, menyentuh wanita yang telah dipegang orang lain?"


"Orang akan jijik jika makan dari satu sendok yang telah dipakai orang lain tanpa di cuci terlebih dahulu. Begitu pula diriku."


__ADS_2