Neraka Dosen Pemikat

Neraka Dosen Pemikat
Kegaduhan


__ADS_3

Sebuah rombongan nampak membuat keributan di lokasi acara. Mereka merangsek masuk, menimbulkan kegaduhan di arah pintu masuk. Semua orang yang menatap khidmat ke arah sejoli yang akan sedang bertunangan lalu mengalihkan pandangannya ke arah itu.


Pak Haji Toha dan Sofyan berjalan mendekati keributan.


"Eh... saya mau ketemu sama anak sialan itu," ujar salah seorang pria. Tubuhnya dicekal oleh tiga petugas keamanan.


Zahra sendiri langsung dikelilingi oleh Ariana dan Ibu Siti.


"Ada apa Bu?" tanya Zahra dengan hati berdegub merasa jika akan ada hal yang tidak beres di acara pertunangannya ini.


"Tidak tahu, Kakek sedang membereskan masalah yang ada."


"Rifki... Rifki keluar kau... jangan jadi pengecut!" ucap seorang pria dari kejauhan. Zahra menatap wajah Rifky yang nampak puas dan ketakutan. Berbagai umpatan keluar dari mulutnya. Lalu terdengar suara


"Siapa mereka Mas?" tanya Zahra.


"Aku tidak tahu," ucap Rifki menatap ke arah orang tuanya.


Zahra sendiri nampak bingung. Namun, sekilas dia melihat Elang sedang menikmati hidangan yang ada dan tidak memperdulikan keributan di dalam ruangan.


Lalu terdengar suara beberapa orang lain dan tangis seorang wanita.

__ADS_1


Rombongan itu akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam ruangan.


"Rifki kau kenal mereka?" tanya Pak Haji Toha.


Pria itu nampak gugup dan gelisah.


"Bagaimana tidak kenal karena dia itu menantuku jika sampai dia mengatakan tidak tahu maka itu sangat terlalu."


"Bukankah status Rifki masih single."


"Dia memang baru menikah diri dengan putri saya karena rencananya pernikahan itu akan dilakukan tiga bulan kemudian. Pernikahan itu dilakukan agar keduanya tidak melakukan dosa ketika bersama. Tapi tiba-tiba dia minggu kemarin Rifki menjatuhkan talak pada putri saya di saat putri saya sedang hamil. Saya tidak terima ini. Saya meminta pertanggung jawabannya."


"Kau masih tidak mau mengaku juga," ujar pria itu menarik kerah baju Rifky.


Lalu terdengar tangis keras dari wanita yang katanya istri siri Rifky. Wanita tadi lantas pingsan.


"Bisa saja dia hamil dari pria lain kan?" celetuk Rifky.


"Nah kalimat itu artinya kau mengenalnya," ujar Kakek Toha.


"Sudah batalkan saja acara pertunangan ini."

__ADS_1


"Tapi Kakek... aku mencintai Zahra."


"Kau mencintainya tetapi kau telah membohongi kami. Maaf ini sangat memalukan dan aib bagi keluarga kami karena itu sebaiknya kau pergi dari sini sekarang!" usir Kakek Toha pada Rifky.


Pria itu lantas menatap Zahra. "Zahra aku mencintaimu."


"Orang yang tidak bisa menjaga hati seorang wanita maka kemungkinan besar dia akan menyakiti hati wanita lain!"


Rifky dan keluarganya lantas keluar dari ruangan itu dengan kepala tertunduk.


"Terimakasih Tuan Toha. Kau memang seperti yang orang katakan jika kau memang pria yang bijaksana."


"Tidak perlu mengatakan hal tersebut. Kita sama-sama punya anak dan keluarga, jadi tahu bagaimana rasanya jika ada anggota keluarga kita yang tersakiti."


Bapak itu lantas menatap ke arah Zahra. "Nak kau tidak akan rugi melepaskan pria itu. Aku doakan kau akan segera mendapatkan pengganti yang berkali lipat lebih baik dari pria bere ungesek."


Zahra menganggukkan kepalanya. Dia malah beruntung karena telah terlepas dari perangkap perjodohan ini.


"Haruskah kita menanggung rasa malu lagi karena ada pernikahan dari keluarga kita yang gagal?" tanya Siti.


Haji Toha hanya terdiam. Tidak tahu harus melakukan apa lagi.

__ADS_1


__ADS_2