Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-100. Lin Feng Vs 4 penguasa (1)


__ADS_3

Setengah jam telah berlalu sejak peperangan dimulai dan saat ini, enam ratus ribu prajurit gabungan dari empat dimensi berbeda, hanya tersisa kurang dari seratus orang, dan jumlah itupun semakin berkurang di setiap saatnya.


"Kenapa hanya kalian saja yang tersisa? Kemana yang lainnya?" Lin Feng mengajukan pertanyaan seolah dirinya tidak mengetahui apapun, padahal dia sendirilah yang telah melenyapkan para prajurit itu.


Sementara itu, para prajurit yang tersisa hanya bisa gemetaran menatap sosok Lin Feng yang berdiri didepan mereka, jangankan untuk menjawab pertanyaan yang ia ajukan, bahkan untuk bernapas saja terasa sangat sulit untuk mereka lakukan saat ini.


"Kenapa tidak ada yang bicara? Apa kalian semua bisu?"


"Sialan! Kau ini manusia atau iblis? Bukankah kau sendiri yang telah membunuh rekan-rekan kami? Lalu kenapa kau malah mengajukan pertanyaan bodoh seperti itu?"


"Benarkah? Aku tidak merasa telah membunuh siapapun, karena yang aku tahu, kalian sendirilah yang datang mengantarkan nyawa padaku" sahut Lin Feng.


"Kau... kau jauh lebih pantas disebut sebagai iblis daripada manusia!"


"Hahaha, apa aku tidak salah dengar? Jika aku adalah iblis, lalu kalian yang menimbulkan kekacauan di alam semesta ini pantasnya disebut sebagai apa?"


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Jika sejak awal kalian mau mengakui kesalahan, mungkin kalian tidak akan berakhir seperti ini."


"Tapi sekarang, mau kalian mengaku atau memohon pengampunan padaku, akhir yang pantas untuk kalian terima hanya ada satu" Lin Feng menghentikan ucapannya dan menghilang dari pandangan semua orang.


Sesaat kemudian, Lin Feng telah muncul lagi tepat di hadapan mereka, "Mati!" ucapnya, kemudian membunuh semua prajurit yang tersisa.


Hanya dalam hitungan detik, puluhan prajurit yang tersisa telah berhasil dibantai habis oleh Lin Feng, dan saat ini, yang tersisa dari pertarungan itu hanyalah lautan darah yang dipenuhi oleh potongan kepala serta ratusan ribu potongan tubuh para prajurit dari keempat dimensi.


Selesai membantai enam ratus ribu prajurit itu, Lin Feng kemudian mengarahkan pandangannya ke langit, "Apa kalian berempat masih belum mau beranjak dari sana? Atau harus aku sendiri yang menghampiri kalian?"


Empat penguasa dari empat dimensi berbeda yang sebelumnya berada di balik awan, akhirnya menampakkan diri mereka, dan anehnya lagi, mereka berempat terlihat biasa-biasa saja seolah tidak merasa iba pada para prajurit yang telah gugur, ataupun marah pada perbuatan Lin Feng yang kejam.


Kemudian, Lin Feng melangkah maju mendekati keempat penguasa yang tengah melayang di udara, mereka sepertinya enggan menginjakkan kakinya di genangan darah, apalagi jika sampai bersentuhan dengan potongan tubuh prajurit yang ada di sana.


"Ada yang ingin aku tanyakan pada kalian" ucap Lin Feng.


"Apa?"

__ADS_1


"Kalian semua adalah para penguasa, tidakkah kalian merasa iba pada rakyat kalian yang telah aku bunuh?" tanya Lin Feng.


"Bagi kami, mereka hanyalah pion dan benteng berjalan, tidak ada yang peduli apakah mereka hidup atau mati setelah peperangan berakhir" jawab Yan Baihu.


"Dan yang paling penting, mereka semua seharusnya merasa terhormat karena bisa mati demi kami para penguasa" sahut Hua Xiong.


Lin Feng terdiam mendengar jawaban yang mereka berikan, dia juga tidak bisa memungkiri perkataan mereka, karena apa yang mereka katakan tidak sepenuhnya salah, bahkan Lin Feng sendiri sudah merasakan bagaimana prajuritnya mati dengan bangga demi dirinya.


Akan tetapi, selama ini Lin Feng tidak pernah menganggap mereka sebagai pion ataupun benteng berjalan, bahkan ia sudah menganggap prajuritnya sebagai bagian dari keluarganya sendiri. Dan walaupun mereka telah bersumpah siap mati demi dirinya, namun ia tidak akan membiarkan mereka mati begitu saja.


Kehidupan dan kematian memang sudah ditakdirkan, tapi selagi ia mampu untuk melindungi mereka semua, maka tidak akan pernah ia biarkan prajuritnya mati sia-sia seperti yang dilakukan oleh keempat penguasa, kalaupun ia tidak bisa menyelamatkan mereka, setidaknya dia akan membalaskan dendam mereka.


Namun, apa yang dilakukan oleh keempat penguasa benar-benar diluar dugaan Lin Feng, mereka tidak hanya tidak peduli dengan para prajuritnya, tapi juga tidak menghiraukan kesetiaan para prajurit tersebut, bahkan mereka masih tetap acuh setelah semua prajuritnya terbunuh.


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Dugaan ku ternyata memang benar" ucapnya.


"Satu lagi, apakah Dewa Huo tidak menceritakan siapa aku yang sebenarnya pada kalian?"


"Dewa Huo? Apa maksudmu?"


"Kau... bagaimana kau bisa mengetahui bahwa kami adalah bawahan Dewa Huo?" tanya Ji Ling.


Untuk bisa mengetahui jika keempat penguasa itu berada di bawah pengaruh Dewa Huo memang sangat sulit, bahkan Xiao Lang dan Dewi Nuwa saja tidak menyadari hal itu, namun tidak dengan Lin Feng, karena ia bisa mengetahui hal itu dengan sangat mudah.


Alasannya, Lin Feng adalah seorang dewa kematian, jadi dia bisa melihat dan merasakan aura kematian dari tubuh seseorang dengan mudah, terlebih lagi, keempat penguasa dihadapannya saat ini sudah tidak memiliki jiwa, atau lebih tepatnya, mereka sudah mati.


Giok jiwa yang ditanamkan oleh Dewa Huo di dalam tubuh para penguasa bukanlah giok biasa, karena sesuai dengan namanya, giok jiwa akan memakan jiwa orang-orang yang dikendalikannya secara perlahan hingga tidak tersisa sedikitpun.


Dengan kata lain, orang-orang yang telah ditanamkan giok jiwa kedalam tubuhnya, tidak ada ubahnya dengan orang yang telah mati, dan alasan kenapa tubuh mereka masih hidup adalah karena giok jiwa lah yang mengendalikannya.


Lin Feng mengangkat sudut bibirnya, "Itu sudah tidak penting lagi dan sebaiknya, kita akhiri semuanya sekarang juga."


"Kau benar! Karena aku juga sudah muak dengan kesombongan mu itu!" ujar Hua Xiong, kemudian menyerang Lin Feng.

__ADS_1


Tiga penguasa yang lainnya tentu tidak ingin ketinggalan, mereka juga melesat maju dan mengeroyok Lin Feng bersama-sama. Namun, dalam situasi seperti ini, Lin Feng nampak masih diam ditempatnya dan tidak melakukan apapun.


Slash!


Energi pedang yang sangat besar melesat dengan kecepatan tinggi kearah Lin Feng, namun sesaat sebelum menyentuh Lin Feng, energi pedang tersebut tiba-tiba hancur berkeping-keping.


"Cihh, serangan biasa ternyata tidak mempan padanya!" ucap Yan Baihu.


"Gunakan seluruh kemampuan kalian, jika tidak, kalian tidak akan pernah bisa menyentuhku" sahut Lin Feng.


"Hahaha, aku ingin melihat sampai kapan kau bisa terus sombong seperti ini, bocah tengik!" sahut He Jin.


"Teknik formasi, belenggu kematian!"


Puluhan rantai hitam bermunculan dari dalam tanah dan langsung membelenggu tubuh Lin Feng, tidak hanya itu saja, puluhan rantai itu juga mengeluarkan aura kekuatan yang sangat besar seolah sedang berusaha menekan kekuatan Lin Feng.


"Serang dia bersama-sama!" ujar He Jin.


"Pedang penghancur langit!


"Amukan raja naga!"


"Tombak pemecah samudera!"


DHUAARRR!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika ketiga serangan itu menghantam tubuh Lin Feng, selain itu, dampak kehancuran yang ditimbulkan oleh ledakan itu juga sangat dahsyat, bahkan istana Dewa dimensi kesepuluh ikut rata dengan tanah karenanya.


"Sepertinya kita terlalu berlebihan" ucap Hua Xiong.


"Padahal aku ingin bermain lebih lama lagi dengannya, tapi sayangnya dia sudah menjadi abu" sahut Ji Ling.


Saat mereka berpikir telah berhasil membunuh Lin Feng, sebuah suara terdengar dari arah tempat ledakan terjadi dan berhasil mengejutkan mereka berempat "Apa hanya ini saja yang kalian bisa?"

__ADS_1


"Apa?! Ini tidak mungkin!"


__ADS_2