
Disaat yang bersamaan, sekelompok kultivator muda yang mengawasi si kembar dari kejauhan, juga mulai bergerak dan mengikuti mereka berdua lagi. Meski sudah menyaksikan sendiri kehebatan Xie Long, namun mereka masih bersikeras untuk menjalankan rencananya.
Setelah satu jam mengikuti si kembar, mereka semua menghentikan langkahnya, karena saat ini, si kembar kembali bertemu dengan hewan spiritual, namun hewan spiritual yang mereka temui kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya, bahkan kekuatannya saja berada di tingkat Surga.
"Kakak, bagaimana ini, hewan spiritual ini sangat kuat?"
"Pergilah ke tempat yang aman, aku akan mencoba untuk menahan harimau ini" jawab Xie Long.
"Tidak! Itu terlalu berbahaya, bagaimana jika kakak terluka?"
"Jangan membantah dan cepat pergi dari sini!"
"Tidak! Aku tidak akan meninggalkan kakak sendirian."
Disaat yang bersamaan, harimau yang ada didepan mereka berdua langsung bergerak maju, gerakannya yang sangat cepat membuat Xie Long tidak sempat untuk melakukan tindakan apapun, meski begitu, Xie Long masih berhasil mendorong tubuh Xie Ling hingga menjauh dari sana.
"Arkhhh!" Xie Long berteriak kencang ketika serangan harimau itu mendarat tepat di dadanya, ia juga dibuat terlempar hingga menabrak salah satu pohon yang cukup besar.
"Kakak!"
Wushh!
Aura kekuatan yang sangat dahsyat meledak dari tubuh Xie Ling, bersamaan dengan itu, tekanan intimidasi yang sangat luar biasa juga muncul dan menindas apapun yang ada dalam jangkauan satu kilometer darinya, termasuk para pemuda yang masih mengawasi mereka dari kejauhan.
"Hewan tidak tahu diri! Beraninya kau melukai kakakku!"
Aura kekuatan yang ia lepaskan membuat tubuh Xie Ling melayang di udara, bahkan pupil matanya juga ikut berubah warna menjadi merah darah, dan tidak hanya itu saja, aura kekuatan yang terpancar dari tubuh Xie Ling perlahan-lahan mulai berubah menjadi aura kematian yang menakutkan.
Setelah itu, Xie Ling mengangkat tangannya ke udara dan seketika itu juga, tubuh harimau tersebut mendadak melayang begitu saja.
"Mati!" ucap Xie Ling kemudian mengepalkan tangannya, dan benar saja, tubuh harimau yang sangat besar itu langsung meledak dan hancur saat itu juga.
"Ling'er, be-berhenti" Xie Long mencoba mendekati adiknya itu untuk mereda amarahnya, namun karena luka yang ia dapatkan dari serangan sebelumnya cukup parah, iapun pingsan sebelum bisa mencapai Xie Ling.
__ADS_1
Sementara itu, aura kekuatan yang terpancar dari tubuh Xie Ling sudah mulai hilang secara perlahan, tubuhnya yang semula melayang di udara juga sudah mulai turun, namun saat kakinya menginjak tanah, ia juga terjatuh dan pingsan akibat melepaskan kekuatan yang terlalu besar.
Disisi lain.
"Ini kesempatan kita, cepat ambil kristal jiwa itu!" ujar pemimpin kelompok.
Para kultivator muda itu nampaknya masih belum jera, padahal sebelumnya mereka sudah melihat kehebatan Xie Long dan sekarang, mereka juga melihat kekuatan Xie Ling yang luar biasa, namun mereka masih saja ingin menjalankan rencananya.
"Jika tidak ingin mati, tinggalkan tempat ini sekarang juga!"
Saat salah seorang dari mereka hendak mengambil kristal jiwa milik harimau itu, langkahnya tiba-tiba terhenti karena mendengar suara seseorang, dan tidak hanya dia saja, tapi mereka semua juga bisa mendengar suara itu dengan jelas, hanya saja, mereka tidak mengetahui darimana suara itu berasal.
"Siapa kau?"
"Aku ingatkan sekali lagi, tinggalkan tempat ini sekarang juga atau aku akan membunuh kalian semua!"
Aura kekuatan yang sangat besar kembali muncul dan menerpa tubuh mereka, namun aura kekuatan yang muncul kali ini jauh lebih besar dari sebelumnya, bahkan tekanan yang menimpa tubuh mereka sekarang, berkali-kali lipat jauh lebih besar daripada tekanan yang berasal dari aura Xie Ling sebelumnya.
"Ba-baik!" jawab para pemuda itu, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Pa-paman, Xie Ling, di-dia..."
"Tenanglah, Tuan Muda, adik Anda baik-baik saja" ujar Huise.
***
Aura kekuatan yang dilepaskan oleh Xie Ling sebelumnya, dapat dirasakan dengan jelas oleh tetua Liu Changhai dan Lin Feng yang masih mengawasi jalannya ujian, meski sedikit samar dan lemah, namun Lin Feng bisa merasakan kalau aura itu berasal dari kekuatan Asura.
"Feng'er, apa kau tahu darimana asal kekuatan ini?" tanya Liu Changhai.
"Aku akan memeriksanya" jawab Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangannya.
Tidak lama kemudian, Lin Feng telah muncul didekat kedua anaknya yang masih tergeletak tak sadarkan diri, khususnya Xie Ling yang sampai saat ini masih belum membuka mata, padahal Huise sudah melakukan segala cara untuk menyadarkannya.
__ADS_1
"Syukurlah kau datang, aku benar-benar tidak bisa melakukan apapun pada Nona" ucap Huise.
"Dia membangkitkan kekuatan Asura secara tidak sengaja, jadi sangat wajar jika efek sampingnya lumayan parah" sahut Lin Feng.
"Kau tenang saja, Tuan sudah mengajari aku cara untuk menangani masalah ini" lanjutnya, kemudian menghampiri Xie Ling.
Setelah itu, Lin Feng membentuk segel tangan dan kemudian mengalirkan energinya kedalam tubuh Xie Ling, namun hal ini justru membuat Huise kaget, pasalnya, energi tersebut berasal dari kekuatan Asura, padahal Lin Feng di hadapannya ini hanyalah bayangan saja.
"Bagaimana kau bisa memiliki kekuatan itu?" tanya Huise.
"Sebelum pergi, Tuan memberikan sedikit kekuatan Asura padaku, mungkin dia sudah mengetahui jika hal ini akan terjadi pada Tuan Muda dan Nona."
Selang beberapa menit kemudian, Xie Ling akhirnya membuka mata, "Ayah, a-apa yang terjadi?" Xie Ling nampak kebingungan karena tidak tahu apa yang telah terjadi padanya.
"Tidak usah dipikirkan, kalian berdua hanya terluka saat bertarung dengan hewan spiritual tingkat Surga" jawab Lin Feng.
"Ayah, apa kakak baik-baik saja?"
Lin Feng mengangguk dan tersenyum, "Iya! Kakakmu baik-baik saja, lukanya juga sudah disembuhkan oleh paman Huise."
"Lalu, dimana harimau itu?"
"Paman sudah membunuhnya" jawab Huise.
"Syukurlah."
Huise sengaja berbohong agar Lin Xie Ling tidak bertanya lagi mengenai kejadian yang telah ia alami, meski ialah yang membunuh harimau itu, namun kesadarannya saat itu sudah dikendalikan oleh kekuatan Asura, jadi dia tidak bisa mengingat apapun.
"Baiklah, karena keadaanmu sudah pulih, jadi ayah akan pergi sekarang" Lin Feng berdiri dan hendak pergi dari sana, namun Xie Ling menahan tangannya.
"Ayah, tidak bisakah ayah menemaniku sebentar saja?"
Lin Feng tersenyum, kemudian mengalihkan pandangannya pada Huise seolah sedang memberikan isyarat padanya. Huise yang sudah mengerti maksud dari tatapan itu, kemudian berdiri dan menciptakan formasi pelindung di sekitar tempat itu.
__ADS_1
"Baiklah, ayah akan menemanimu sebentar" jawab Lin Feng.
Mungkin inilah alasan yang membuat sifat kejam Lin Feng menurun pada putrinya itu, karena dibandingkan dengan sang kakak, Xie Ling jauh lebih dekat dengan ayahnya, atau lebih tepatnya sangat manja bila bersama Lin Feng.