
Sementara itu, di dimensi kesembilan.
Pertarungan yang tidak kalah sengitnya juga tengah terjadi antara Wu Nan melawan sekelompok pengikut Dewa Huo, namun dalam pertarungan ini, Lin Feng tidak melakukan apapun selain hanya menjadi penonton saja.
Lin Feng memang sengaja melakukan hal itu agar muridnya itu terbiasa dengan pertarungan, selain itu, ia juga punya kegiatan penting yang tidak mungkin ia tinggalkan begitu saja, yaitu mengamati anak-anaknya.
"Xie Long sudah semakin hebat, aku sudah tidak sabar ingin bertarung bersamanya suatu hari nanti" gumam Lin Feng.
"Guru, apa yang harus aku lakukan pada mereka?" tanya Wu Nan yang telah berhasil menundukkan musuhnya.
"Bunuh saja, manusia seperti mereka tidak pantas dibiarkan hidup" jawab Lin Feng tanpa menoleh sedikitpun.
"Baik, guru!" ujar Wu Nan, kemudian menuruti perkataan gurunya dan membunuh orang-orang itu.
Pada awalnya, Wu Nan berencana untuk melepaskan orang-orang itu, karena selain sudah memohon pengampunan, mereka juga berjanji untuk tidak mengikuti jejak Dewa Huo lagi, namun sayangnya, mereka tidak akan pernah bisa membohongi Lin Feng.
Sedangkan Wu Nan sendiri, meski ia tidak mengetahui kenapa gurunya tidak mau mengampuni mereka, namun ia sangat yakin jika keputusan gurunya itu adalah keputusan yang tepat, lagipula, tidak mungkin gurunya membunuh orang tanpa alasan yang jelas dan masuk akal.
"Guru, kemana tujuan kita sekarang?" tanya Wu Nan.
"Untuk saat ini, kau lebih baik beristirahat terlebih dahulu, setelah energi mu pulih, barulah kita melanjutkan perjalanan" jawab Lin Feng.
"Baik, guru!" ujar Wu Nan dengan patuh, kemudian menuruti perintah Lin Feng.
Sementara muridnya sedang bermeditasi, Lin Feng kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda, namun saat menyaksikan Wu Nan mengeluarkan kekuatan api dari telapak tangannya, Lin Feng malah nampak terkejut.
"Ini tidak mungkin, kenapa kekuatan api langit bisa bangkit secepat ini?"
Meski nampak kaget, namun Lin Feng juga merasa senang karena kekuatan kedua anaknya sudah muncul, meski begitu, ia juga nampak kebingungan, karena sebelum berangkat meninggalkan mereka, ia sudah memperkirakan waktu kebangkitan kekuatan api langit.
Dengan berbagai jenis kekuatan yang ia masukkan kedalam mutiara inti api langit dan bumi, seharusnya kekuatan itu tidak akan bangkit secepat ini, karena butuh waktu yang sangat lama untuk tubuh Xie Long bisa mencerna semua kekuatan itu.
Dan seharusnya, kekuatan api langit akan bangkit saat Xie Long memasuki usia dewasa, yaitu lima belas tahun, itupun jika dia berhasil meningkatkan fondasi kultivasinya sampai ke ranah Heaven Spiritual, tapi apa yang terjadi saat ini benar-benar diluar perkiraan Lin Feng.
__ADS_1
"Sepertinya ada yang tidak beres, aku harus kembali untuk memeriksanya sendiri" gumamnya.
Karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada kedua anaknya, Lin Feng akhirnya memutuskan untuk kembali ke dimensi pertama, namun saat hendak berangkat, langkahnya mendadak terhenti saat mengingat Wu Nan yang masih bermeditasi.
"Terlalu berbahaya meninggalkan dia sendirian disini" gumam Lin Feng, kemudian menggunakan kemampuan jiwa silat bayangan untuk menciptakan bayangan dirinya.
"Jaga Wu Nan dengan baik, aku akan kembali setelah urusanku di dimensi pertama selesai" ucap Lin Feng.
"Baik, Tuan!"
Setelah itu, Lin Feng membuka gerbang dimensi dan langsung melesat masuk kedalamnya.
***
Dimensi pertama, wilayah Utara kota Zuanshi.
Pertarungan antara Xie Long, Lin Feng dan pasukan sekte Halilintar Hitam akhirnya selesai, keduanya tidak hanya berhasil membunuh semua anggota sekte, tapi juga berhasil menghancurkan sekte tersebut sampai tidak tersisa sedikitpun.
"Long'er, apa kau baik-baik saja?"
"Baiklah, mari kita kembali ke sekte" ucap Lin Feng, kemudian membawa Xie Long kembali ke sekte Phoenix Emas.
Setelah berada cukup dekat dengan sekte, Lin Feng kemudian berpisah dengan Xie Long, karena akan sangat gawat jika ada orang lain yang melihat mereka bersama. Mungkin mereka bisa mengelak dengan berbagai alasan, namun lambat-laun, identitas Xie Long pasti akan segera terbongkar.
Sama halnya dengan Lin Feng, Xiao Xue juga berpamitan dengan Tuannya itu dan kembali ke hutan tempat ia bersembunyi, meski ia sangat ingin berada disisi Xie Long sepanjang waktu, tapi ia harus menahan keinginannya itu, karena masih belum saatnya untuk menunjukkan dirinya kepada orang lain.
Kediaman tetua keempat.
"Zilong, bagaimana dengan tugasmu? Apa kau sudah mendapatkan semuanya?" tanya tetua keempat.
Xie Long mengangguk, "Aku berhasil mendapatkan semuanya, guru, termasuk ginseng merah berusia sepuluh tahun yang sangat guru inginkan" ucapnya, kemudian menunjukkan tanaman herbal yang telah ia dapatkan.
"Ini benar-benar ginseng merah dan usianya sudah lebih dari sepuluh tahun, kalau boleh guru tahu, dimana kau mendapatkannya?"
__ADS_1
"Aku mendapatkan tanaman ini dari seorang pengembara."
Xie Long terpaksa membohongi gurunya dengan mengatakan bahwa ia mendapatkan ginseng merah dari seorang pengembara, padahal ginseng itu adalah pemberian ayahnya sendiri, sedangkan tanaman herbal yang lain adalah pemberian kakeknya.
"Baiklah, sebagai imbalannya, guru akan membuatkan satu pil khusus untukmu" ucap tetua keempat.
"Terima kasih, guru."
"Yasudah, kau boleh kembali dan beristirahat sekarang, karena besok kita akan melanjutkan latihan mu."
"Baik, guru!"
Setelah memberi hormat dan berpamitan dengan tetua keempat, Xie Long kemudian kembali ke kediamannya, namun bukan untuk beristirahat, melainkan untuk bermeditasi agar dapat memulihkan energinya yang telah terkuras sangat banyak.
Selain ingin memulihkan energinya, Xie Long juga ingin menstabilkan fondasi kultivasinya, karena saat ia mengeluarkan kekuatan api langit, kultivasinya tiba-tiba meningkat ke ranah selanjutnya, yaitu ranah Spiritual Bumi bintang satu.
***
Beberapa hari kemudian.
Lin Feng kini telah sampai di dimensi pertama, berkat kemampuan yang ia miliki dan statusnya sebagai penjaga semesta, ia bisa melintasi lorong dimensi ruang dan waktu dengan lebih cepat, dari yang awalnya memakan waktu satu bulan, kini bisa ia tempuh dalam waktu satu hari saja.
"Lin Feng, apa yang membuatmu kembali ke dimensi pertama? Apa tugasmu sudah selesai?" tanya Dewi Nuwa.
"Belum, tujuanku kembali karena ada urusan penting yang harus aku selesaikan" jawab Lin Feng.
"Apa ini mengenai kekuatan api langit milik Xie Long?"
"Kau benar, meski api langit bisa memberikan dampak positif pada Long'er, tapi tidak menutup kemungkinan jika kekuatan itu akan memberikan dampak negatif, apalagi usia Long'er masih sangat muda" jawab Lin Feng.
"Kau tidak perlu khawatir, aku sudah memeriksa semuanya dan tidak ada yang salah, bahkan kekuatan api itu sangat jinak dan tunduk pada putramu" sahut Dewi Nuwa.
"Aku tahu itu, tapi yang aku khawatirkan adalah kekuatan Asura dalam dirinya" ujar Lin Feng.
__ADS_1
Setelah mengobrol cukup lama, Lin Feng kemudian berpamitan dan langsung kembali ke Benua Biru, namun sebelum ia sampai, ia memerintahkan bayangannya untuk kembali ke tubuhnya, karena ia sendirilah yang akan menemui kedua anaknya itu.