
Setelah Xie Long bermeditasi, Lin Feng kemudian duduk di depannya, lalu ia menggunakan kekuatannya untuk memeriksa kekuatan api langit yang baru saja bangkit dalam diri anaknya itu.
Setelah beberapa menit melakukan pemeriksaan, Lin Feng tidak menemukan keanehan apapun dengan kekuatan api langit, bahkan kekuatan itu seperti menekan kekuatan Asura yang ada di dalam tubuh Xie Long.
Tidak hanya itu saja, kekuatan api langit dalam tubuh Xie Long juga membantu menstabilkan kekuatan dan fondasi kultivasinya. Selain itu, kekuatan api langit juga telah menyebar ke seluruh tubuh Xie Long dan benar-benar telah menyatu dengan dirinya.
"Sejauh ini tidak ada yang aneh, bahkan kekuatan ini akan memberikan dampak yang sangat baik untuk Long'er" gumam Lin Feng.
Karena tidak ada yang aneh dengan kekuatan anaknya, Lin Feng kemudian menyudahi pemeriksaan itu, namun ia tetap meminta Xie Long untuk melanjutkan meditasi-nya, begitu juga dengan Xie Ling.
"Ning'er, apa yang kau temukan di tubuh Ling'er?"
"Kekuatan api bumi memang akan bangkit dan sampai saat ini, tidak ada hal aneh yang terjadi pada tubuh Ling'er" jawab Luo Ning.
"Baiklah, kalau begitu kita harus membantunya untuk membangkitkan kekuatan api bumi" sahut Lin Feng.
"Apa Gege yakin?"
Lin Feng mengangguk, kemudian menjelaskan apa yang ia temukan di dalam tubuh Xie Long, lalu ia juga menjelaskan tentang dampak baik yang akan kedua anaknya dapatkan dengan kebangkitan kekuatan api tersebut.
"Bagaimana dengan dampak buruknya?" tanya Luo Ning.
"Inilah kabar baiknya, menurut pengamatan ku, kekuatan api ini tidak akan memiliki dampak buruk apapun, karena kekuatan api ini diberkati oleh Dua Dewa" jawab Lin Feng.
"Satu hal lagi, kekuatan mereka sangat mirip dengan jiwa Yin dan Yang milik kita berdua, keduanya memang memiliki kekuatan yang dahsyat, namun akan lebih dahsyat lagi jika mereka bersatu" jelas Lin Feng.
"Seberapa dahsyat kekuatan mereka?"
"Untuk saat ini, jika mereka menyerang dengan kekuatan penuh, mungkin mereka sudah bisa melenyapkan kultivator dengan kekuatan di ranah Heaven Spiritual."
"Tapi sayangnya, mereka masih belum bisa mengerahkan kekuatan sejati dari dua jenis api langka itu" lanjutnya.
Luo Ning menghela napas lega setelah mendengar penjelasan suaminya, karena dengan kekuatan yang mereka miliki sekarang, kedua anaknya sudah mampu menjaga diri mereka sendiri. Namun disaat yang bersamaan, ia juga semakin mengkhawatirkan kedua anaknya itu.
__ADS_1
Sebagai seseorang yang sudah menempuh jalan kultivasi untuk waktu yang cukup lama, Luo Ning tentunya sudah mengetahui seberapa keras jalan seorang kultivator, dan semakin tinggi kekuatan yang dimiliki, maka semakin besar pula halangan yang akan menghadang.
"Ning'er, kau tidak perlu khawatir, percaya saja pada kekuatan mereka berdua" ucap Lin Feng yang mengerti kekhawatiran istrinya itu.
"Aku hanya takut mereka menemui halangan yang sangat berat dalam perjalanan mereka nanti" sahut Luo Ning.
"Itu sudah pasti, karena selama kita hidup di dunia yang keras ini, pasti akan selalu ada halangan yang menghadang, tinggal bagaimana cara kita menghadapinya."
"Yasudah, kita sudah lama berpisah, bagaimana kalau kita menghabiskan malam ini berdua saja?"
Luo Ning tersipu mendengar ucapan suaminya, "Gege, anak-anak masih disini"
"Mereka sedang bermeditasi, jadi tidak mungkin mereka mengganggu malam kita" sahut Lin Feng.
Lin Feng kemudian menciptakan formasi pelindung di sekitar kedua anaknya, agar tidak ada yang mengganggu proses meditasi mereka, lalu setelah itu, ia menggendong Luo Ning dan membawanya terbang ke puncak air terjun didekat rumah mereka.
Dipuncak air terjun itu, Lin Feng dan Luo Ning menghabiskan malam mereka, kerinduan yang telah tersimpan selama lima tahun, akhirnya terlampiaskan malam itu juga.
Suara gemercik air yang berasal dari air terjun, serta suara hewan malam yang berasal dari hutan, seolah menjadi alunan musik khas yang membuat malam mereka menjadi semakin indah.
***
Sinar mentari pagi yang hangat menerpa wajah Luo Ning, ia yang awalnya tertidur lelap akhirnya terbangun karena cahaya menyilaukan tersebut, namun saat membuka mata, ia tidak menemukan suaminya di sana.
Luo Ning menarik kain yang menyelimuti tubuhnya, kemudian membalut tubuhnya dengan kain tersebut, lalu setelah itu, ia mendekati ujung tebing untuk melihat kedua anaknya yang masih bermeditasi di pinggir danau.
"Syukurlah, ternyata mereka masih bermeditasi" gumam Luo Ning, kemudian mengarahkan pandangannya pada Lin Feng yang berada tidak jauh dari kedua anaknya.
"Padahal sudah menjadi Dewa terkuat, tapi dia masih saja melakukan aktivitas seperti itu setiap pagi."
Sama seperti biasanya, Lin Feng selalu melakukan olahraga ringan di pagi hari, padahal ia sendiri sudah mengetahui jika berolahraga sudah tidak terlalu berguna untuknya yang sekarang, tapi ia masih saja melakukannya setiap pagi.
Sementara itu.
__ADS_1
"Hah" Lin Feng menghela napas setelah menyelesaikan push-up sebanyak seribu kali, "Padahal dulu aku pasti akan sangat berkeringat setelah berolahraga, tapi sekarang, seribu kali dalam setiap gerakan pun masih belum mengeluarkan keringat sedikitpun."
Lin Feng sebenarnya ingin melanjutkan aktivitasnya, namun karena menyadari bahwa istrinya sudah bangun, ia akhirnya menghentikan aktivitasnya tersebut, kemudian menuju ke danau untuk membersihkan diri.
"Mau bergabung?"
Luo Ning yang sudah turun menggelengkan kepalanya, "Akan gawat jika mereka melihat kita mandi bersama" ucapnya.
"Ayolah, airnya tidak terlalu dingin."
"Tidak, aku mau mandi dirumah saja!" ujar Luo Ning, kemudian kembali ke rumah mereka.
"Hahaha, yasudah, jangan sampai menyesal karena menolak tawaranku."
Luo Ning menghentikan langkahnya dan menolah kearah Lin Feng, "Tidak akan!" ujarnya.
***
Kerajaan Dunia Bawah.
Huise yang tengah mengobrol dengan Yin Ouyang dan yang lainnya, mendadak dikejutkan dengan kemunculan seorang pria dengan aura kekuatan luar biasa yang terpancar dari tubuhnya, meski tidak pernah melihat pria itu sebelumnya, tapi mereka merasa tidak asing lagi dengannya.
"Hormat, kakak sekalian, bagaimana kabar kalian?" tanya pria itu.
"Kau... apa kau Jinhu?" tanya Lang Diyu.
"Benar sekali, kakak kedua, aku adalah Jinhu" jawab pria tersebut.
"Hahahaha, ini sungguh luar biasa, setelah sekian lama, akhirnya kau bisa mengubah wujud mu menjadi manusia juga" ujar Heilong.
"Semua ini berkat bantuan kakak semuanya, jika bukan karena kalian, mungkin aku tidak akan pernah bisa mencapai tahap ini" sahut Jinhu.
Mereka semua kemudian menghampiri Jinhu dan memberikan ucapan selamat kepadanya, meski waktu yang ia butuhkan lumayan lama, namun pencapaian yang ia dapatkan sudah termasuk cepat bagi seekor Beast biasa sepertinya.
__ADS_1
Normalnya, seekor Beast biasa membutuhkan waktu setidaknya selama lima ratus tahun untuk bisa mencapai tahapan dimana mereka bisa bertransformasi, atau mengubah wujudnya menjadi manusia. Tapi Jinhu, ia berhasil melakukan hal itu kurang dari lima ratus tahun.
"Karena kau sudah bisa bertransformasi, bagaimana kalau kita menemui Tuan sekarang, aku yakin dia akan sangat senang melihatmu yang sekarang ini" ucap Yin Ouyang.