Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-67. Masuk dalam jebakan


__ADS_3

Wushh!


Boom!


Ledakan terjadi ketika tiga aura kekuatan yang sangat dahsyat bergesekan di aula tersebut, sehingga menyebabkan seluruh istana berguncang karenanya. Tidak hanya itu saja, tiga aura dahsyat tersebut bahkan mulai menyebabkan kehancuran di istana nan megah itu.


"Dewa Asura sang penguasa kematian, Dewa Bintang sang penguasa yang ditakdirkan. Hari ini, aku pasti akan menjadikan kalian berdua sebagai bagian dari sejarah yang dilupakan!" ucap Dewa Huo.


Setelah itu, mereka bertiga menghilang dari pandangan dan seketika itu juga, pertarungan dahsyat yang sudah dicatat oleh penguasa terdahulu dalam buku catatan semesta terjadi.


Dhuaarrr!


Dhuaarrr!


Ledakan dahsyat terus terjadi di dalam aula tersebut saat ketiganya saling bertukar serangan, pada saat yang bersamaan, kehancuran juga mulai terjadi dan menyebar ke seluruh bagian istana, bahkan, singgasana megah yang baru saja didapatkan oleh Dewa Huo juga ikut hancur karena dampak dari pertarungan mereka bertiga.


"Sedikit lagi, aku harus bertahan sedikit lagi" ucap Dewa Huo dalam hatinya.


Saat ini, Dewa Huo sedang berusaha sekuat tenaga untuk bertahan selama mungkin menjelang rencananya siap dijalankan, namun kekuatan dua penguasa yang ia hadapi membuat Dewa Huo sedikit ragu, bahkan ia sendiri tidak yakin apakah mampu bertahan atau tidak.


Akan tetapi, jika diukur dari kekuatan, sudah sangat jelas jika Dewa Huo tidak akan mungkin mampu bertahan lebih lama menghadapi Lin Feng dan Xiao Lang, apalagi dengan kekuatannya yang belum pulih sepenuhnya, pasti dia akan kalah sebelum waktu yang ia inginkan tercapai.


Meski begitu, Dewa Huo tetap memaksakan dirinya untuk bertahan sampai waktunya tiba, walaupun ia harus menderita luka yang sangat parah nantinya, namun demi kesuksesan rencananya, luka yang sangat parah itu tidak akan menjadi masalah untuknya.


"Formasi bintang, teratai semesta!"


"Teknik pedang hampa, tebasan pencabut nyawa!"


"Teknik kegelapan, ledakan energi kehancuran!"

__ADS_1


DHUAARRR!


Ledakan dahsyat terjadi ketika serangan mereka bertiga saling beradu, selain menciptakan ledakan dahsyat, serangan mereka bertiga juga berhasil mengubah bangunan istana Dewa dimensi kesembilan menjadi puing-puing, bahkan dampak dari ledakan tersebut sampai membuat alam Dewa berguncang hebat.


Setelah ledakan berlalu, Lin Feng dan Xiao Lang nampak telah terlempar jauh dari tempat mereka sebelumnya, namun keduanya masih bisa berdiri dan hanya memuntahkan darah saja. Sedangkan Dewa Huo, ia justru terkubur dalam puing-puing istana dengan keadaan yang tidak tidak lebih baik dari keadaan Lin Feng dan Xiao Lang.


"Dewa Huo, kematian mu tidak akan semudah yang kau bayangkan!" ucap Lin Feng menghampiri Dewa Huo yang masih terhimpit puing-puing istana.


"A-aku tidak berpikir demikian" sahut Dewa Huo.


"Sudah cukup, Dewa Huo. Kau sudah tidak bisa melakukan apapun lagi!" ucap Xiao Lang.


"Benarkah? Kalau begitu, selamat menikmati kemenangan kalian."


Lin Feng mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menebas leher Dewa Huo, namun tanpa mereka sadari, tangan Dewa Huo yang terhimpit oleh puing bangunan membentuk sebuah segel formasi, dan pada saat Lin Feng menebaskan pedangnya, mendadak muncul cahaya yang sangat menyilaukan.


Akibatnya, tebasan Lin Feng meleset dan tidak mengenai sasarannya, karena ia terpaksa harus menutup matanya akibat cahaya yang sangat menyilaukan tersebut. Disaat yang bersamaan, sebuah lubang hitam muncul di belakang mereka berdua, dan karena tidak menyadarinya, mereka berdua pun tersedot kedalam lubang hitam tersebut.


Dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki, Dewa Huo kemudian menyingkirkan puing-puing bangunan istana yang menghimpit tubuhnya, lalu setelah itu, ia membentuk segel tangan lagi untuk menutup lubang hitam tersebut, karena jika tidak segera ditutup, maka dirinya juga akan tersedot kedalamnya.


***


Di suatu daratan yang tidak diketahui.


Lin Feng akhirnya membuka mata setelah tak sadarkan diri untuk waktu yang cukup lama, "Sial! Seluruh tubuhku terasa sangat sakit" gumamnya, kemudian mencoba untuk berdiri.


"Dimana ini?"


Lin Feng mengedarkan pandangannya ke sekitarnya untuk mencaritahu dimana ia berada sekarang, namun sejauh matanya memandang, hanya ada hamparan padang rumput yang tidak terhitung luasnya, serta bukit-bukit yang menjulang tinggi ke langit.

__ADS_1


Karena tidak menemukan apapun di sana, Lin Feng kemudian mencoba untuk terbang agar bisa keluar dari padang rumput tersebut. Namun anehnya, ia justru tidak bisa terbang sama sekali, bahkan, lompatannya sekarang tidak ubahnya seperti lompatan orang normal.


Tidak hanya itu saja, Lin Feng juga menyadari jika energi di dalam tubuhnya mendadak menghilang tanpa sebab, dan yang lebih buruknya lagi, ia yang sekarang benar-benar hanyalah manusia biasa, dengan kata lain, seluruh energi dan pencapaian kultivasinya selama ini telah menghilang begitu saja.


"Apa yang terjadi? Kenapa kekuatanku bisa menghilang begitu saja?"


Bingung dan juga kesal, dua hal itulah yang dirasakan oleh Lin Feng sekarang, bingung karena tidak mengetahui ia ada dimana dan kesal karena kekuatannya menghilang tanpa sebab.


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, kemudian ia mencoba memikirkan cara untuk keluar dari situasinya saat ini.


"Setelah cahaya yang menyilaukan itu muncul, tubuhku seperti ditarik oleh sesuatu yang sangat kuat, kemudian aku kehilangan kesadaran dan terbangun ditempat ini, lalu Xiao Lang..."


"Tunggu dulu, dimana Xiao Lang?" Lin Feng baru menyadari jika sejak tadi dirinya tidak melihat Xiao Lang.


"Xiao Lang! Apa kau mendengar ku?!" Lin Feng berteriak memanggil nama Xiao Lang, namun ia tidak mendengar jawaban apapun dari saudara angkatnya itu.


"Aku harus mencarinya, mungkin saja dia masih tidak sadarkan diri."


Setelah itu, Lin Feng menyusuri padang rumput yang sangat luas itu dengan berjalan kaki sembari terus berteriak memanggil nama Xiao Lang, namun sayangnya, sekeras apapun ia berteriak, tetap tidak ada jawaban apapun dari Xiao Lang.


***


Waktu kian berlalu, matahari yang menyinari seluruh daratan sekarang telah digantikan oleh sang rembulan, namun Lin Feng, ia masih saja terjebak di hamparan padang rumput tersebut, bahkan setelah berjalan selama berjam-jam sampai matahari tenggelam, ia tak kunjung juga menemukan jalan keluar dari sana.


Selain tidak menemukan jalan keluar dari padang rumput nan luas itu, Lin Feng juga tidak berhasil menemukan Xiao Lang dimana pun, dan saat ini, Lin Feng sudah sangat yakin jika Xiao Lang tidak ada di sana, karena jika dia ada di sana, sangat mustahil jika Xiao Lang tidak mendengar teriakannya.


"Dimana pun kau berada sekarang, aku harap keadaanmu tidak seburuk keadaanku sekarang" gumam Lin Feng sembari memandangi luasnya langit malam yang dihiasi oleh bintang-bintang.


"Jika aku ada di bumi, mungkin aku akan berkemah di tempat ini, menikmati indahnya malam sembari menyantap daging bakar, ikan bakar juga tidak buruk... atau mungkin malah lebih baik."

__ADS_1


Saat dirinya tengah terjebak ditempat yang tidak ia ketahui, ingatan mengenai kehidupan pertamanya malah muncul dalam benaknya, yang mana dalam ingatannya itu, ia dan keluarganya tengah berkumpul bersama dimalam yang sunyi seperti sekarang ini sembari menikmati ikan bakar hasil memancing bersama ayahnya.


__ADS_2