Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-216. Orang yang disegani


__ADS_3

Xie Long dan Huanran kini telah tiba di Daratan Suci, lebih tepatnya di gerbang kota Padang Pasir. Meski sebenarnya enggan untuk kembali ke kota tersebut, karena di sana ada saingannya, namun masih ada hal yang harus Xie Long lakukan di sana.


Salah satu hal yang ingin Xie Long lakukan di kota itu adalah mengikuti acara lelang yang akan segera diadakan, dan menurut informasi yang ia dapatkan, dalam pelelangan itu nanti akan ada barang yang sangat bagus, dan itulah yang ingin Xie Long incar.


"Zilong..." Huanran tiba-tiba saja menghentikan ucapannya, ia terlihat ragu apakah harus melanjutkan ucapannya itu atau tidak.


"Aku tahu apa yang ingin kau katakan" sahut Xie Long seraya menoleh pada kekasihnya itu.


"Biarkan saja, aku sudah tidak peduli lagi padanya, kecuali jika dia mengganggu ketenangan kita berdua, barulah aku akan bertindak" lanjutnya.


Huanran mengangguk pelan, "Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu kesal sebelumnya."


Xie Long terkekeh pelan, "Sudahlah, lupakan saja. Yang penting, kau sudah jadi milikku!" ujarnya, kemudian meraih tangan Huanran dan menariknya masuk ke dalam kota.


Tidak lama setelah melewati gerbang kota, langkah mereka kemudian dihentikan oleh beberapa pria, tatapan matanya yang tajam menyiratkan kebencian dan juga permusuhan pada Xie Long.


Xie Long nampak kebingungan dengan kemunculan orang-orang itu, apalagi saat melihat tatapan permusuhan yang mereka arahkan padanya, tentunya membuat Xie Long semakin kebingungan dan tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Jangankan memahami situasi yang terjadi saat ini, Xie Long bahkan tidak mengenal satu orangpun dari mereka semua, karena memang dirinya tidak merasa telah menyinggung ataupun membuat seseorang tidak senang dengan keberadaannya.


"Maaf, apakah boleh kami lewat?" tanya Xie Long yang masih berusaha untuk bersikap sopan.


Para pria itu tidak menjawab, mereka masih setia memberikan tatapan tajam pada Xie Long, tapi kemudian, salah seorang dari mereka akhirnya angkat bicara, "Bocah! Apa kau lupa pada apa yang sudah kau perbuat tempo hari?"


Dahi Xie Long berkerut mendengar perkataan pria itu, dalam benaknya kemudian muncul ingatan mengenai kejadian saat di restoran, dimana dia menghajar Xi Ao Tian hingga tidak sadarkan diri.


Xie Long terkekeh pelan, karena akhirnya dia mengerti dimana letak permasalahannya, "Baiklah, apa yang kalian inginkan?"


"Nyawamu!"


"Ambil saja jika bisa!" ujar Xie Long.


Kemudian dengan gerakan yang tidak terlihat oleh mata, Xie Long langsung melancarkan sebuah serangan dan berhasil mendarat telah di wajah pria didepannya itu. Akibatnya, pria itu terlempar sejauh beberapa meter dari sana.


"Siapa selanjutnya?"

__ADS_1


"Cihh! Habisi bocah sialan ini!"


Mereka kemudian maju dan menyerang Xie Long bersama-sama, namun sebelum pertarungan itu berlanjut semakin parah, seseorang yang mengenakan zirah tiba-tiba saja muncul di sana dan menghentikan mereka.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya pria tersebut.


"Maafkan kami, Tuan Yang, kami tidak bermaksud menimbulkan keributan."


"Lalu, apa yang kalian lakukan barusan tidak disebut sebagai keributan?" tanya Tuan Yang.


"Tuan Yang, kami tidak akan melakukan apapun jika bocah ini tidak memulainya!" ujar salah seorang dari mereka sembari mengarahkan telunjuknya pada Xie Long.


Tuan Yang kemudian menoleh pada Xie Long yang masih terlihat tenang dan santai, walaupun sudah menimbulkan keributan di kota Padang Pasir ini, namun ketenangan yang ia tunjukkan seolah ia tidak pernah melakukan apapun sebelumnya.


Pandangan Tuan Yang kemudian tertuju pada Huanran yang berada disisi Xie Long, ia juga menemukan hal yang sama pada gadis itu, yaitu ketenangan. Menurut Tuan Yang, gadis muda seperti Huanran biasanya akan sangat gugup bila kedapatan berbuat salah, namun gadis itu malah sebaliknya.


"Apa yang dikatakan mereka itu benar?" tanya Tuan Yang setelah mengalihkan pandangannya pada Xie Long.


"Tuan Yang, aku lihat Anda adalah orang yang sangat disegani, jadi menurutku, Anda sudah bisa menilai mana yang salah dan mana yang benar tanpa harus dijelaskan, kecuali..."


Raut wajah Tuan Yang nampak tidak berubah, jangankan marah setelah mendengar kata-kata sindiran yang dilontarkan oleh Xie Long, ia justru malah tersenyum mendengar perkataan putra Dewa Kematian itu.


"Kau tenang saja, aku bukan orang yang mudah memihak orang lain tanpa mengetahui kebenarannya" ucap Tuan Yang.


"Tuan Yang, apa maksud Anda?!"


"Apa jangan-jangan, Anda lebih percaya bocah ini daripada kami!?"


"Itu tergantung, tergantung bagaimana kalian menjelaskannya nanti" jawab Tuan Yang, kemudian mengajak mereka ke suatu tempat.


Sama seperti sebelumnya, Xie Long masih nampak tenang dan santai, karena ia mengetahui jika Tuan Yang adalah orang yang dapat dipercaya. Sedangkan Huanran, ia juga terlihat tenang, karena ketenangannya itu berasal dari Xie Long.


Namun, apa yang Xie Long rasakan tidak dirasakan oleh beberapa orang yang menghadang mereka sebelumnya, orang-orang itu terlihat gugup dan khawatir, karena mereka semua sudah mengetahui siapa Tuan Yang yang sebenarnya.


Di kota Padang Pasir ini, ada satu orang yang benar-benar dihormati oleh semua orang, termasuk raja kota sekalipun, dan dia adalah Tuan Yang itu sendiri.

__ADS_1


Tidak ada yang tahu darimana Tuan Yang ini berasal, namun sejak kemunculannya beberapa tahun yang lalu, kota Padang Pasir berubah menjadi kota yang sangat aman dan tenteram.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" salah seorang dari prajurit keluarga Xi bertanya dengan suara pelan.


"Entahlah. Tapi, berusahalah untuk terlihat tidak salah, jika tidak, kita semua akan mendapatkan hukuman yang berat dari pria gila ini."


Sesampainya di tempat yang dibangun khusus untuk Tuan Yang, mereka semua kemudian dipersilahkan untuk duduk, sementara Tuan Yang sendiri menyiapkan minuman untuk mereka.


"Maaf membuat kalian lama menunggu" ucap Tuan Yang, sembari meletakkan minuman di atas meja.


"Jadi, apa masalahnya?"


"Tuan Yang, bocah ini sudah menghajar Tuan Muda kami, jadi kami mencarinya untuk meminta pertanggungjawaban darinya!"


"Benarkah itu?" tanya Tuan Yang mengarahkan pandangannya pada Xie Long.


Xie Long mengangguk dan membenarkan perkataan mereka, ia tidak berniat untuk menyembunyikan apapun dari pria paruh baya didepannya itu.


"Lalu, apa alasanmu menghajar Tuan Muda Xi?"


"Dia sudah bersikap sangat kurang ajar pada ayahku" jawab Xie Long, masih dengan gayanya yang tenang dan santai.


"Bohong! Tuan Muda tidak pernah melakukan itu!"


"Benarkah? Apa kalian ada di sana saat hal itu terjadi?" tanya Xie Long.


Perkataan Xie Long membuat mereka terdiam, karena memang tidak seorangpun dari mereka yang ada di sana saat hal itu terjadi.


"Anak muda, mungkin Tuan Muda Xi memang salah, tapi kenapa kau menghajarnya begitu saja?"


"Bagiku, dia tidak hanya salah, tapi salah besar! Dan aku rasa, kalian semua juga akan melakukan hal yang sama jika ayah kalian direndahkan oleh orang lain, kecuali kalau kalian bukan manusia!"


"Menarik, lalu apa yang akan kau lakukan jika aku menyalahkan mu?" tanya Tuan Yang.


"Aku siap menghadapi mu kapanpun kau mau!"

__ADS_1


__ADS_2