Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-206. Mata ungu Huanran


__ADS_3

Sementara itu.


Xie Long dan Huanran yang telah berada di luar aula pertemuan, kini tengah berada di hadapan ribuan murid sekte Naga Angin, walaupun jumlah mereka sangat banyak, namun keduanya masih terlihat begitu tenang dan santai.


Selian jumlah yang sangat banyak, tingkatan pelatihan para murid tersebut juga beragam, mulai dari yang terlemah berada di ranah Earth Spiritual, sampai yang tertinggi berada di ranah Tyrant bintang sembilan.


"Zilong, kau yakin mau menghadapi mereka semua tanpa bantuan Xiao Xue?" tanya Huanran.


"Tentu saja yakin, dan apa kau tahu, ayahku pernah berhadapan dengan ribuan bangsa iblis, dan tidak pernah terucap kata tidak yakin dari mulutnya" jawab Xie Long, namun tatapan matanya fokus tertuju pada ribuan murid didepannya.


Xie Long menarik napas panjang, kemudian menghembusnya secara perlahan, ia melakukan hal itu berulang-ulang agar hati dan pikirannya bisa tenang. Karena hanya dengan ketenangan, barulah ia bisa menghadapi segala macam rintangan yang menghadang.


Setelah benar-benar tenang, Xie Long kemudian meraih pedang yang ia letakkan di punggungnya, pada detik berikutnya, Xie Long melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah ribuan murid sekte Naga Angin.


"Ayah, ibu, lindungi aku!" ucapnya dalam hati.


"Tujuh tebasan kematian!"


Tujuh energi pedang berbentuk bulan sabit dengan ukuran yang cukup besar, melesat kearah ribuan murid sekte Naga Angin, disaat yang bersamaan, para murid dibarisan terdepan, menggabungkan kekuatan mereka untuk menciptakan perisai pelindung.


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat terjadi saat ketujuh energi pedang tersebut menghantam perisai yang diciptakan murid sekte, namun sayangnya, ketujuh energi pedang itu tidak berhasil menembus pertahanan mereka, karena kekuatan yang mereka gunakan sangatlah besar.


Tapi, hal itu sudah bisa diprediksi oleh Xie Long, dan serangan itu sengaja ia lancarkan untuk mengukur seberapa kuat pertahanan mereka. Walaupun pertahanan mereka terlihat begitu kokoh, namun dengan mata ungunya, Xie Long dapat menemukan dimana letak kelemahan pertahanan tersebut.


"Ketemu!" gumam Xie Long, kemudian melapisi tinjunya dengan kekuatan api langit.


Dhuaaar!


Ledakan kembali terjadi saat tinju Xie Long menghantam perisai pertahanan mereka, dan karena pukulannya tepat mengenai sasaran, perisai yang terlihat sangat kokoh itupun hancur saat itu juga, bahkan puluhan murid sekte sampai terpental karena dampak ledakan.


Setelah berhasil menerobos pertahanan murid sekte, Xie Long yang sudah berada ditengah-tengah lautan musuh, langsung melancarkan aksinya dengan membantai mereka satu-persatu, walaupun ada ratusan hingga ribuan serangan yang mengarah padanya, namun dapat ia hindari dengan mudah.


Salah satu kemampuan khusus yang dimiliki oleh mata ungunya adalah mampu membaca serangan lawan, tidak peduli secepat apapun serangannya, tetap tidak bisa lepas dari penglihatan mata ungu, oleh karena itu, Xie Long selalu berhasil menghindari setiap serangan mereka.

__ADS_1


Disisi lain.


Huanran yang masih belum beranjak dari tempatnya, mengukir senyuman indah ketika melihat aksi pria pujaannya itu, "Zilong, sebenarnya aku ingin menyerahkan semuanya padamu, tapi sayangnya, kekuatanmu masih belum memungkinkan" gumamnya.


"Jika tidak, saat ini kau pasti sudah menjadi orang yang tidak terkalahkan" lanjutnya.


Setelah berdiam diri untuk waktu yang cukup lama, Huanran akhirnya melesat maju untuk membantu Xie Long, walaupun Xie Long terlihat seperti tidak membutuhkan bantuannya sama sekali, namun ia tidak mungkin membiarkan Xie Long berjuang sendirian.


Pada saat yang bersamaan, warna mata Huanran juga berubah menjadi ungu seperti warna mata Xie Long, hanya saja, cahaya yang terpancar dari mata ungunya jauh lebih terang daripada milik Xie Long.


"Zilong, akan aku perlihatkan kekuatan mata ungu yang sebenarnya padamu" gumamnya.


Mata ungu Huanran memancarkan cahaya, seketika itu juga, puluhan murid sekte yang ada di depannya mendadak tidak dapat bergerak sedikitpun, jangankan untuk bergerak, bahkan untuk mengeluarkan suara saja sangatlah sulit.


Karena lawannya sudah tidak bisa melakukan apapun, Huanran dapat dengan mudah membunuh mereka semua, walaupun masih banyak murid sekte yang melancarkan serangan kearahnya, namun serangan mereka dapat ia hindari dengan mudah.


"Bentuk formasi tombak langit!" ujar salah seorang murid sekte.


"Baik!"


Sebuah tombak dengan ukuran yang sangat besar tercipta dari gabungan kekuatan mereka, namun pergerakan tombak itu mendadak terhenti saat Xie Long mengarahkan pandangannya pada tombak tersebut.


Disaat yang sama, Huanran lagi-lagi menggunakan kekuatan mata ungu untuk mengunci pergerakan lawan, sedangkan Xie Long, ia menggunakan kesempatan itu untuk membalikkan serangan yang seharusnya tertuju pada dia dan Huanran.


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat kembali menggema di tempat tersebut, tombak raksasa yang seharusnya menjadi senjata andalan untuk membunuh Xie Long dan Huanran, malah berubah menjadi senjata makan tuan.


Seketika itu juga, semua murid yang membentuk formasi, berhasil dilenyapkan oleh Xie Long dengan menggunakan serangan mereka sendiri.


"Zilong, gunakan kekuatan api mu!" ujar Huanran.


Xie Long mengangguk, kemudian melesat terbang ke udara agar jangkauan penglihatannya semakin luas, lalu setelah itu, ia menggunakan kekuatan mata ungu untuk membakar musuh di bawahannya.


Lagi-lagi, ratusan murid berhasil dilenyapkan oleh Xie Long hanya dengan satu serangan, apalagi kekuatan api itu semakin membesar ketika Huanran menggunakan kemampuan mata ungu miliknya.

__ADS_1


"Xiao Hua, apa kau yang memberi mata ini padaku?" Xie Long bertanya dalam hatinya saat menyadari Huanran yang juga memiliki warna mata sama dengannya.


"Zilong, apa yang kau pikirkan!?"


Suara Huanran membuat Xie Long tersadar dari lamunannya, ia yang semula berada di udara, melesat turun mendekati Huanran yang tengah menghadapi banyak musuh.


***


Lain halnya dengan Xie Long dan Huanran yang menghadapi musuh dengan serius, Xiao Xue yang juga tengah bertarung justru terlihat main-main saat menghadapi lawan-lawannya, bukan karena meremehkan mereka, melainkan mematuhi perintah Tuannya.


Jika bukan karena perintah Xie Long yang memintanya untuk menahan patriark dan para tetua sekte, mungkin nyawa mereka saat ini sudah direnggut oleh Xiao Xue, walaupun ia sangat ingin membunuh mereka, tapi tidak mungkin ia melawan perintah Tuannya.


"Ayolah, apa kalian tidak bisa lebih serius sedikit?"


"Cihh, apa kau sedang meremehkan kami?"


"Hahaha!" Xiao Xue tertawa lantang, "Meremehkan kalian? Jangan salah paham, aku bukan orang yang suka meremehkan lawan" ucapnya.


"Lalu apa maksud perkataan mu tadi?"


"Sejujurnya, aku bisa saja membunuh kalian saat ini juga, tapi jika aku melakukan hal itu, Tuanku pasti akan sangat murka" jawab Xiao Xue.


"Ja-jadi bocah itu..."


"Ya! Seseorang yang kalian anggap sebagai bocah itu adalah Tuanku!" ujar Xiao Xue.


"Ini benar-benar tidak mungkin! Apa yang telah dilakukan bocah sialan itu sampai bisa memperbudak kultivator sehebat ini?"


"Sudahlah, sebaiknya kita lanjutkan saja pertarungan ini, dan ingatlah! Serang aku dengan serius!"


Bagi Xiao Xue, patriark dan para tetua sekte mungkin terlihat sedang main-main bertarung dengannya, tapi bagi mereka, serangan yang mereka lakukan sangat serius, bahkan sangat serius sampai mereka mengarahkan seluruh kekuatannya.


Tapi, sekeras apapun mereka berusaha, mereka tetap tidak bisa menyentuh Xiao Xue, dan kalaupun mereka berhasil menghancurkan pertahanannya, mereka tetap akan terkena serangan yang dilancarkan oleh Xiao Xue.


Selain itu, Xiao Xue sama sekali tidak memberikan kesempatan pada mereka untuk mendekatinya, karena sebelum mereka sempat melancarkan serangan, Xiao Xue sudah lebih dulu menerbangkan mereka semua dengan serangannya.

__ADS_1


__ADS_2