
Alam Nirvana.
Setelah puas berkultivasi dan menghabiskan semua sumberdaya di puncak gunung suci, Xie Long dan Xiao Xue akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Karena selain tidak ada apapun lagi di puncak gunung tersebut, keduanya juga harus menemukan pulau Huoshen, karena di sanalah tempat ujian kedua akan dilaksanakan.
Beberapa hari telah berlalu sejak mereka meninggalkan gunung dan mencoba mencari informasi mengenai pulau Huoshen, namun sayangnya, mereka masih belum mendapatkan apapun.
"Jangankan menemukannya, mencari informasi mengenai pulau itu saja sangatlah sulit" ucap Xie Long.
"Tuan, bagaimana kalau kita mencarinya di Daratan Suci?"
Xie Long menggelengkan kepala, "aku yakin pulau itu tidak ada di sana."
"Maksud Tuan?"
"Kita sudah menyusuri seluruh Daratan Suci, tapi belum pernah sekalipun mendengar tentang pulau Huoshen."
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Kita kembali ke Benua Biru saja."
"Baik, tuan" jawab Xiao Xue.
Karena tidak bisa menemukan apapun, Xie Long akhirnya memutuskan untuk kembali ke Benua Biru, namun ia tidak akan kembali ke Dunia Bawah, karena tujuannya setelah ini adalah Negeri Lima Benua.
Selama ini, Xie Long hanya pernah mendengar tentang nama daratan tersebut, namun belum pernah sekalipun datang ke sana secara langsung, dan kali ini, ia bertekad untuk datang ke sana seraya mengunjungi kakeknya.
Selain itu, Entah mengapa Xie Long merasa jika pulau Huoshen itu berhubungan dengan Negeri Lima Benua, karena menurut cerita yang ia dengar dari ayahnya, kakeknya juga pernah datang ke sana.
"Semoga saja ada petunjuk mengenai pulau itu" gumam Xie Long.
***
Sebelum menuju ke Negeri Lima Benua, Xie Long terlebih dahulu singgah di kota Yumin untuk menemui Qiao Chen, karena hanya pria itu yang mengetahui arah ke Negeri Lima Benua.
Walaupun masih ada Lin Feng yang juga mengetahui arah menuju Negeri Lima Benua, bahkan bisa membawa mereka ke sana dengan mudah, namun Xie Long tidak ingin mengandalkan ayahnya.
Lain halnya dengan Alam Nirvana, karena untuk bisa sampai ke sana, mereka hanya bisa meminta bantuan Lin Feng, sedangkan Negeri Lima Benua, mereka tentunya bisa berusaha sendiri.
Sama dengan sebelumnya, kedatangan mereka di kota Yumin juga disambut dengan baik oleh Qiao Chen, bahkan ia sangat senang saat Xie Long bertanya mengenai Negeri Lima Benua.
__ADS_1
Qiao Chen juga menawarkan dirinya untuk mengantar mereka, namun sayangnya, Xie Long menolak bantuan tersebut, karena berlayar dengan kapal akan memakan waktu yang lama.
"Sayang sekali, padahal aku sangat ingin membantu Tuan muda" Qiao Chen nampak sedikit kecewa karena penolakan Xie Long.
"Maafkan aku kakek, aku tidak bermaksud membuatmu kecewa."
Qiao Chen tersenyum, "sudahlah, lagipula yang tuan muda katakan memang benar."
Qiao Chen kemudian berdiri dari tempat duduknya, lalu mengambil sebuah gulungan kertas di atas meja yang letaknya tidak terlalu jauh dari mereka.
"Ini adalah peta menuju ke Negeri Lima Benua" ucapnya seraya menyerahkan kertas tersebut pada Xie Long.
"Tapi ingatlah, perjalanan ini benar-benar sulit dan sangat resiko."
"Terima kasih kakek, aku akan selalu berhati-hati" sahut Xie Long.
Qiao Chen kembali tersenyum, "sudah hampir malam, sebaiknya kalian melanjutkan perjalanan besok."
Xie Long mengangguk setuju, karena memang tidak mungkin bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan pada malam hari, sehingga ia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan esok hari.
Kalaupun bisa, ia tetap akan tinggal selama satu malam di rumah Qiao Chen, agar teman ayahnya itu tidak merasa kecewa untuk yang kedua kalinya.
***
"Ling'er, pelatihan-mu sudah cukup, kau juga sudah menguasai kekuatan darah naga dalam dirimu, apa kau mau kembali sekarang?"
Xie Ling menggeleng pelan, "aku masih ingin disini, paman. Aku masih harus meningkatkan kekuatanku lagi."
"Kau yakin?"
"Aku yakin paman, aku sudah jauh-jauh datang ke sini, jadi sangat disayangkan jika tidak menggunakan kesempatan baik ini untuk meningkatkan kekuatan."
"Baiklah, paman tidak akan memaksamu, lagipula, paman juga senang karena kau masih mau tinggal di sini" sahut Xiao Lang, kemudian membawa Xie Ling menuju ke tempat latihan khusus.
Setibanya ditempat yang dimaksud, Xiao Lang kemudian menjelaskan jika di tempat itu ada perbedaan aturan ruang dan waktu yang sangat besar, yang artinya waktu didalam tidak sama dengan diluar.
Jika di dalam tempat itu sudah berlalu selama satu tahun, maka di luar tempat itu hanya akan berlalu selama satu jam saja. Meski begitu, pencapaian yang didapat selama di sana tidak akan berubah setelah keluar.
"Benar-benar tempat yang luar biasa" ucap Xie Ling.
__ADS_1
"Kalau kau tertarik, kau bisa menggunakan tempat ini untuk berkultivasi."
Xie Ling mengangguk cepat, sudah tentu ia sangat tertarik untuk berkultivasi ditempat tersebut, karena dengan latihan di sana, dirinya tidak perlu lagi memikirkan waktu yang akan terus bergulir dengan cepat.
"Baiklah, paman akan menyiapkan sumberdaya untuk kau gunakan selama berada di sana."
"Paman, aku masih memiliki banyak sumberdaya."
"Jangan menolaknya, lagipula, sumberdaya yang kau miliki itu tidak akan bertahan lama" sahut Xiao Lang, kemudian memberikan sebuah cincin penyimpanan pada Xie Ling.
Mau tidak mau, Xie Ling harus menerima cincin penyimpanan tersebut, karena selain tidak ingin mengecewakan paman sekaligus gurunya itu, dirinya juga tidak memiliki sumberdaya sebanyak yang ia katakan sebelumnya.
Setelah itu, Xiao Lang membuka formasi yang menghalangi jalan masuk ke tempat tersebut, dan ketika formasi terbuka, Xiao Lang langsung meminta Xie Ling untuk masuk ke dalam tempat tersebut.
"Ling'er, ingatlah untuk keluar sebelum lima ratus tahun, kalau tidak, kau akan terjebak selamanya di dalam tempat itu" ucap Xiao Lang bicara melalui telepati.
"Baik, paman."
Sementara itu.
Xie Ling nampak kebingungan membedakan dunia asli dan dunia buatan Xiao Lang, karena apa yang ia lihat saat ini benar-benar sama dengan dunia nyata, bahkan tidak ada perbedaannya sama sekali.
"Paman memang hebat, aku tidak menyangka dia bisa menciptakan tempat seperti ini."
Selesai mengagumi dunia kecil ciptaan pamannya itu, Xie Ling kemudian mencari tempat yang nyaman untuknya berkultivasi, meski ia bisa berkultivasi dimana saja, namun menurutnya, kenyamanan adalah sesuatu yang penting.
"Sebaiknya di sini saja."
Xie Ling kemudian mengeluarkan semua sumberdaya di dalam cincin penyimpanan miliknya, lalu ia duduk bersila dan mulai menyerap energi yang terkandung dalam semua sumberdaya tersebut.
Beberapa jam kemudian.
Wushh.
Boom!
Dari dalam tubuh Xie Ling terdengar suara ledakan teredam, yang menandakan jika kultivasi-nya telah meningkat, meski senang karena kekuatannya meningkat, namun hal itu juga membuatnya kebingungan.
Sumberdaya yang ia gunakan cukup banyak dan seharusnya, butuh beberapa hari untuk menyerap habis energi dalam semua sumberdaya tersebut, tapi yang terjadi malah sangat cepat, bahkan lebih cepat dari yang ia bayangkan.
__ADS_1
"Ini benar-benar luar biasa!"