Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-304. Serigala putih


__ADS_3

Setelah berjuang keras melewati enam wilayah, Jia Zhen akhirnya berhasil sampai di wilayah terakhir yang ada di dalam neraka Asura, yaitu wilayah kekuatan api emas.


Ketika tiba di sana, tubuh Jia Zhen langsung diselimuti oleh kekuatan api emang, namun api itu tidak menyakiti dirinya, melainkan seperti sedang menyambut kedatangannya.


Selain itu, kekuatan api emas yang dimiliki oleh Zhen Jia, juga langsung merespon kekuatan api emas yang ada di sana, yang membuat kekuatan api emasnya meningkat drastis.


"Kak, kekuatan api-ku meningkat" ucap Zhen Jia.


"Biarkan saja, lagipula, peningkatan ini sangat bagus untukmu" sahut Jia Zhen, kemudian melangkah menyusuri wilayah ketujuh itu.


Setelah melangkah cukup jauh, Jia Zhen memutuskan untuk menghentikan langkahnya, lalu duduk bersila ditengah kobaran api emas yang mengelilingi dirinya.


"Kakak mau melakukan apa?"


"Aku ingin berkultivasi, mungkin saja kekuatan api emas ini bisa membantu meningkatkan kekuatanku" jawab Jia Zhen.


"Baiklah, aku juga akan melakukan hal yang sama" sahut Zhen Jia, lalu keluar dari dalam tubuh kakaknya.


Pada saat yang bersamaan, kobaran api emas yang ada di sana langsung menyelimuti tubuh Zhen Jia, bahkan api itu juga tubuhnya dibuat melayang secara perlahan-lahan.


Wushh.


Aura yang begitu kuat menyebar ke segala arah, disaat yang sama, kekuatan api emas yang menyelimuti tubuh Zhen Jia terus membesar, hingga akhirnya membentuk sebuah bola api raksasa.


Sementara itu, Jia Zhen malah terlihat tenang dan tidak ada kecemasan sedikitpun di wajahnya, karena ia tahu jika adiknya itu akan baik-baik saja, dan mustahil api emas melukainya.


"Sekarang giliran ku" gumam Jia Zhen, kemudian memejamkan mata dan mulai berkultivasi.


***


Wushh.


Boom!


Setelah beberapa jam lamanya berkultivasi, dari dalam tubuh Jia Zhen terdengar suara ledakan teredam, yang menandakan jika kultivasi-nya telah meningkat.


Dan sejak meninggalkan wilayah ketiga, Jia Zhen telah mendapatkan cukup banyak peningkatan, bahkan kultivasi-nya sekarang telah mencapai ranah Saint bintang tujuh.


"Akhirnya kultivasi-ku meningkat lagi" gumam Jia Zhen, kemudian menoleh ke samping.


"Padahal sudah beberapa jam berlalu, tapi prosesnya masih belum selesai juga."


Karena proses penyatuan kekuatan Zhen Jia belum selesai, Jia Zhen kemudian memutuskan untuk menyusuri wilayah terakhir itu seorang diri.


Meski yang terlihat di matanya hanyalah lautan api berwarna emas, namun ia yakin jika di sana ada sesuatu yang sedang menanti untuk ditemukan.


Benar saja, setelah berjalan cukup lama, Jia Zhen merasakan kehadiran aura yang berbeda di sana, aura yang terasa seperti gabungan dari ketujuh api suci.

__ADS_1


"Sepertinya dari sana."


Jia Zhen melangkah mengikuti aura yang ia rasakan, hingga akhirnya, ia menemukan sebuah portal ruang dan waktu, dan ia yakin jika portal itu bukanlah jalan keluar dari sana.


"Sejak kapan di dalam neraka Asura ada portal ruang dan waktu?"


"Daripada penasaran, lebih baik aku periksa saja" gumam Jia Zhen, kemudian melangkah memasuki portal tersebut.


Setelah memasuki portal, Jia Zhen tiba di sebuah tempat luas yang tidak ada apapun kecuali kegelapan, atau lebih tepatnya, ia kini berada di tempat yang bernama ruang hampa.


"Aku benar-benar tidak menyangka jika ada seseorang yang bisa menemukan tempat ini."


"Siapa itu?"


"Mendekat-lah, maka kau akan mengetahui dengan siapa kau bicara."


Dari kejauhan muncul tujuh bola api sebesar kepalan tinju pria dewasa, dan masing-masing bola api itu adalah ketujuh api suci yang ada di dalam neraka Asura.


Jia Zhen menghela napas, kemudian melangkah menghampiri ketujuh bola api tersebut, dan saat itu, ia berpikir jika tujuh bola api itulah yang bicara dengannya.


Akan tetapi, setelah berada cukup dekat, ia terlihat sangat kaget, karena yang bicara dengannya bukanlah tujuh bola api suci itu, melainkan ada sosok lain di sana.


"Kenapa kau terlihat tegang, apa kau takut padaku?" tanya sosok itu.


Jia Zhen tidak menjawab, ia tidak tahu apakah saat ini tengah merasa takut atau tidak, tapi yang jelas, tubuhnya tiba-tiba bergidik ketika melihat sosok itu.


"Tidak perlu takut, aku tidak suka memangsa orang sepertimu."


"Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Jia Zhen.


"Menurutmu, aku ini siapa?"


Jia Zhen menggeleng pelan, walaupun wujud sosok di depannya itu menyerupai seekor serigala, namun ia tidak ingin sembarangan menebak siapa sosok itu sebenarnya.


Dilihat dari manapun juga, sosok di depan Jia Zhen itu memanglah seekor serigala berbulu putih, hanya saja, serigala itu memiliki tujuh ekor yang panjang.


Dan di setiap ujung ekornya, terdapat satu bola api suci, lalu di dahinya juga terdapat sebuah tanda yang menyerupai bola api berwarna emas dan memancarkan cahaya.


"Aku punya penawaran untukmu" ucap serigala tersebut.


"Apa itu?" tanya Jia Zhen.


"Jika kau bisa membawaku keluar dari sini, maka aku akan mengikuti-mu, bahkan jika kau mati dan bereinkarnasi sekalipun, aku akan tetap mengikuti-mu."


"Bagaimana, apa kau setuju?"


Jia Zhen diam sejenak sembari memikirkan tawaran itu, meski sangat menggiurkan, tapi tentu ada resiko yang harus siap ia terima jika membawa serigala itu keluar.

__ADS_1


"Bagaimana caranya?" tanya Jia Zhen setelah diam cukup lama.


"Mudah saja, kau hanya perlu meminjamkan tubuhmu."


"Maksudmu?"


Serigala putih menjelaskan jika dirinya akan masuk ke tubuh Jia Zhen, namun karena adanya perbedaan kekuatan, tentunya sulit bagi Jia Zhen untuk menahannya.


Jika Jia Zhen tidak mampu menahan tekanan dalam dirinya, maka tubuhnya akan hancur, tapi jika berhasil, maka dia bisa membawa serigala putih keluar dari sana.


"Jadi, bagaimana?"


"Resikonya sangat besar dan benar-benar berbahaya, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba" jawab Jia Zhen.


"Bocah, tidak ada istilah mencoba dalam hal ini."


"Anggap saja begitu" sahut Jia Zhen.


"Hahahaha, baiklah, persiapkan dirimu, anak muda!"


Setelah itu, tubuh serigala putih lenyap dari pandangan dan hanya menyisakan tujuh bola api suci, lalu tujuh bola api itu melesat memasuki tubuh Jia Zhen satu-persatu.


"Arkhhh!" Jia Zhen langsung berteriak ketika bola api merah masuk ke tubuhnya.


"Pa-padahal hanya sebesar kepalan tinju, tapi rasanya seperti seluruh api di wilayah pertama sedang masuk ke tubuhku" gumam Jia Zhen.


"Apa kau masih sanggup?"


"Tentu saja, rasa sakit ini masih belum seberapa untukku" jawab Jia Zhen.


"Bagus, kalau begitu aku akan masuk secara langsung."


Kemudian, enam bola api suci yang tersisa langsung masuk ke tubuh Jia Zhen, sehingga memberikan rasa sakit yang sangat menyiksa untuk dirinya.


Dan saat ini, Jia Zhen merasa seperti seluruh neraka Asura sedang masuk ke dalam tubuhnya.


*


*


*


Jangan lupa mampir di karya terbaru author ya, judulnya The God Of Void, cerita ini merupakan series lanjutan dari Night King.


Dari judulnya aja, sudah bisa ditebak siapa yang akan menjadi MC dalam cerita ini, jadi jangan lupa mampir ya.


Sekian untuk hari ini, see you next chapter Bai-Bai.

__ADS_1


__ADS_2