Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-298. Keinginan Jia Zhen


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


"Ayah, ibu, aku ingin bicara" ucap Jia Zhen.


"Katakan, apa yang ingin kau bicarakan pada ayah."


Jia Zhen menghela napas panjang, mengumpulkan semua keberanian dalam dirinya untuk meluapkan semua isi benaknya, setelah itu, barulah ia mengatakan apa yang mengganjal dalam pikirannya.


"Pertarungan sebelumnya memberikan satu pelajaran penting untukku."


Jia Zhen menghentikan ucapannya, namun ayahnya masih diam dan hanya fokus mendengarkan, karena ia ingin memberikan kesempatan pada anaknya itu untuk mengatakan segalanya.


Sedangkan Luo Ning, ia juga lebih memilih untuk diam, karena sebelum putranya itu datang, Lin Feng sudah mengingatkan untuk diam dan tidak mengatakan apapun.


"Dari pertarungan itu, aku sadar jika diriku masih sangat lemah, bahkan sangat lemah sampai tidak bisa melindungi diriku sendiri."


"Oleh karena itu, aku memutuskan untuk melakukan latihan tertutup di dalam neraka Asura."


"Apa?! Tidak, ibu tidak mengizinkanmu latihan di tempat itu" ujar Luo Ning.


"Zhen'er, kau kalah bukan berarti kau lemah, lagipula, pria itu bukanlah musuh yang pantas kau hadapi."


Sebagai seorang ibu, keamanan dan keselamatan anaknya adalah hal yang paling utama, dan tidak mungkin ia membiarkan putranya itu masuk ke dalam neraka Asura.


Meski belum pernah menginjakkan kakinya di sana, namun Luo Ning mengetahui jika neraka Asura adalah tempat yang benar-benar berbahaya, bahkan bagi seorang dewa sekalipun.


"Apa alasanmu memilih neraka Asura?" tanya Lin Feng.


"Aku memilih neraka Asura karena menurutku, tempat itu sangat cocok untuk tempat latihan."


Lin Feng menghela napas panjang, lalu menjelaskan betapa mengerikannya neraka Asura, bahkan ia sendiri tidak ingin berlama-lama berada di tempat itu.


Lalu, ia menjelaskan jika neraka Asura bukanlah tempat biasa, karena saat masuk ke sana, tidak akan ada jalan untuk keluar kecuali berhasil melewati tujuh wilayah di dalamnya.


"Setelah mendengar semua ini, ayah harap kau bisa mengambil keputusan yang tepat."


"Keputusanku masih sama, ayah, aku ingin masuk ke neraka Asura."

__ADS_1


"Baiklah, ayah akan mengabulkan keinginanmu itu" sahut Lin Feng.


"Apa?! Tidak, aku tidak setuju!"


"Ning'er, apa kau lupa perkataan-ku sebelumnya?"


"Tapi..."


"Jangan membantah!" ujar Lin Feng dengan suara tegas, sehingga membuat istrinya itu terdiam tanpa bisa mengatakan apapun lagi.


Walaupun tidak rela, namun Luo Ning tidak punya pilihan lain selain menyetujui keinginan Jia Zhen, kalaupun ia menolak, Lin Feng pasti akan marah padanya.


***


Untuk memenuhi keinginan putranya, Lin Feng kemudian membawa mereka ke Alam Nirvana Agung, karena mustahil untuk membuka gerbang neraka Asura di istana kerajaan Dunia Bawah.


Neraka Asura memanglah tempat yang mengerikan, bahkan kemunculan gerbangnya saja sudah bisa mendatangkan bencana, dan Lin Feng tidak ingin penduduk Dunia Bawah terkena dampak buruknya.


Oleh karena itu, Lin Feng membawa mereka ke Alam Nirvana Agung, karena energi Dewa di sana cukup mampu untuk menahan dahsyatnya kekuatan yang keluar dari dalam gerbang tersebut.


"Aku sangat yakin, kakak."


"Zhen'er, dengarkan aku. Neraka Asura adalah tempat yang sangat mengerikan, dan kau masih belum memiliki kekuatan yang cukup kuat untuk masuk ke sana."


Jia Zhen tersenyum lembut, ia senang karena Sun Xiang mengkhawatirkan dirinya, namun tekadnya sudah bulat dan tidak mungkin lagi baginya untuk mundur walaupun hanya satu langkah.


"Terima kasih karena kakak sudah mengkhawatirkan-ku, tapi kakak tenang saja, karena aku akan keluar dengan selamat" ucap Jia Zhen.


"Zhen'er, masuklah, gerbang ini tidak bisa dibiarkan terbuka terlalu lama."


Jia Zhen mengangguk pelan, kemudian berpamitan pada mereka semua, setelah itu, ia melangkahkan kakinya memasuki gerbang neraka Asura yang telah dibuka oleh ayah dan ibunya.


Ketika semua orang sedang tidak memperhatikannya, Zhen Jia kemudian berlari menghampiri Jia Zhen, lalu melesat masuk kedalam tubuh kakaknya itu, sehingga iapun ikut masuk kedalam gerbang itu.


Lin Feng hanya bisa menghela napas panjang seraya menggeleng pelan, ia tidak menyangka jika anak-anaknya sangatlah keras kepala, namun ia tetap senang karena mereka memiliki keberanian yang luar biasa.


***

__ADS_1


Setelah melewati gerbang, Jia Zhen kini berada di wilayah pertama dalam neraka Asura, yaitu wilayah yang dipenuhi oleh kobaran api merah, atau yang disebut dengan kekuatan api abadi.


Namun, tidak sama seperti Sun Xiang yang mendapatkan siksaan menyakitkan, Jia Zhen justru tidak merasakan apapun, karena di dalam tubuhnya ada kekuatan api yang lebih kuat.


Tapi tentunya, semua itu berkat Zhen Jia yang masuk ke tubuhnya sebelum gerbang ditutup, kalau tidak, mungkin Jia Zhen sudah merasakan siksaan yang benar-benar menyakitkan.


Walaupun api abadi tidak bisa menyentuhnya sedikitpun, tapi bukan berarti semua masalahnya langsung selesai, karena selain api abadi, di sana ada banyak rintangan lain yang sudah menantinya.


"Kakak, berhati-hatilah, aku merasakan firasat yang sangat buruk" ucap Zhen Jia.


"Aku juga merasakannya, tapi apapun itu, aku harus terus melangkah maju" sahut Jia Zhen, lalu memulai langkahnya menyusuri wilayah pertama.


Semakin jauh kakinya melangkah, semakin besar pula firasat buruk yang Jia Zhen rasakan, seolah-olah ada bahaya amat besar yang sedang mengintai dirinya dari suatu tempat.


"Ini buruk, aku tidak bisa membiarkan firasat ini mengganggu pikiranku."


"Hah" Jia Zhen menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "Keluarlah, aku tahu kalian ada di sini" ucapnya dengan suara lantang.


Tidak lama berselang, dari dalam kobaran api suci muncul ratusan hingga ribuan roh, mereka semua memancarkan kebencian dan juga amarah yang sangat besar.


Selain itu, Jia Zhen juga merasakan dendam yang sangat membara dari para roh tersebut, bahkan kebencian itu sampai memberikan penindasan yang cukup besar pada Jia Zhen.


"Mari kita mulia!" ujar Jia Zhen, kemudian melesat kearah para roh tersebut dan langsung melancarkan serangan.


Namun sayangnya, serangan yang ia lancarkan hanya melewati para roh tersebut, dan tidak memberikan dampak apapun pada mereka.


Meski begitu, Jia Zhen tetap melanjutkan serangannya, tapi semua usahanya masih saja sia-sia, dan tidak satupun dari serangannya yang mengenai para roh.


Sementara itu, para roh juga mulai menyerangnya, dan tidak sama sepertinya, serangan para roh itu justru bisa mengenainya dan membuatnya terluka.


"Kak, ingat yang ayah katakan tentang para roh" ucap Zhen Jia.


"Benar juga, kenapa aku bisa lupa dengan hal itu?"


Jia Zhen melompat mundur dan menjauhi para roh tersebut, kemudian melapisi pedang Dewa Asura di tangannya dengan kekuatan api emas.


Lalu setelah itu, barulah Jia Zhen melanjutkan serangannya pada para roh yang ada di sana, dan benar saja, serangannya kali ini berhasil melukai para roh itu dengan mudah.

__ADS_1


__ADS_2